ILMUWAN INI BERUSAHA MENENTANG TAKDIR

Assallamu’ allaikum mass n’ miss sadayana.

image

M2000 – Dewasa ini para ilmuwan semakin aneh-aneh saja dalam menemukan sesuatu yang katanya bermanfaat untuk masa depan…bagaimana tidak…dulu soal kembali ke masa lalu, atau maju ke masa depan dengan mesin waktunya…sekarang ini ada yang lebih aneh lagi .
Mass bro tentunya pernah mendengar kata tranplantasi kan ? Yaitu penambahan atau penyambungan organ tubuh manusia .
Biasanya yang di sambung atau dicangkok itu organ tubuh yang bisa dibilang wajar, misalnya ginjal.
Nah , yang satu ini lebih aneh lagi massbro , yaitu tranplantasi kepala.
Idihh…baru mendengar namanya saja sudah ngeri , bagaimana kalau ini benar terjadi.
Temuan ini terdengar aneh dan Mustahil.
Tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Sergio Canavero, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh, atau head transplant. Jadi kepala si A, misalnya, bisa
disambungkan dengan tubuh si B.

image

Temuan ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh.
Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, sebagaimana dilansir
Telegraph.com.

Bagaimana caranya ?

Caranya hampir sama dengan apa yang dilakukan pada hewan. Untuk diketahui soal sambung-menyambung kepala dan tubuh ini memang sudah pernah dilakukan pada hewan di tahun 1970. Saat itu salah seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya.
Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2001, para ahli AS melakukan operasi serupa dan memang berhasil.
Yang kurang berhasil adalah monyet hasil transplantasi Dr White itu. Semula setelah kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula
membuka mata, serta merasakan makanan.
Sayangnya, karena Dr White tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), sehingga akhirnya monyet itu lumpuh
dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.

Apakah percobaan yang sama diteliti untuk manusia?

Ya, agak ngeri-ngeri sedap cerdas memang. Tapi sejumlah ahli meragukannya. Terutama karena susah
menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syarat-syarat di kepala. Dan memang, White sudah pernah gagal melakukannya.
Tapi menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju
sekarang.

“Kemajuan teknologi untuk
menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi. Terobosan itu mampu menyembuhkan kelumpuhan yang diderita oleh manusia,” katanya.

Dia lalu menguraikan secara deteil perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari
usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima.
Sama halnya seperti golongan darah.
“Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung
dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang
lebih £8,5 juta (setara Rp. 128 miliar),” ujar Canavero optimistis ?
“Ini bukan fiksi ilmiah, tapi bisa dilakukan pada hari ini.
Operasi penyambungan ini mampu memberikan kehidupan baru bagi manusia. Kendala terbesar adalah masalah dana,” tambahnya.
Tapi misalnya punya danapun…apakah seseorang mau dipasangin kepala atau tubuh orang lain.

Prosedur transpantasi.

Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akanmenjalani transplantasi.
Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius.
Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor.
Soal batasan waktu satu jam itu
mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.
Dalam paper-nya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari
salah satu tubuh ke tubuh yang lain.
“Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord . Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu
membuat saraf ( akson ) terdekat menyatu dengan akson lainnya,” jelasnya.
Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant , yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat
cedera secara mekanik.
Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest — perawatan hilangnya fungsi jantung.
Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan.
Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin.
Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.

Gimana massbro…sepertinya kelakuan ilmuwan kog mau menentang takdir menurut saya…embel-embelnya sih..penemuan atau saint atau kemajuan teknologi dll…silahkan diberikan opininya…

* Kata Mutiara Hari Ini *

Menyalakan lilin jauh lebih baik daripada mengeluh dalam kegelapan “

Library : indocropcircle

Wassallamu’allaikum.
™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™
M2000 – Social net Blog …mengupas berita dari sisi yang berbeda
Beritanya sih sama…penyampaiannya yang bikin beda

motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat

Saran ,kritik ,masukan atau kirim artikel ke :
email : masshar2000@gmail.com

™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™

Iklan

51 tanggapan untuk “ILMUWAN INI BERUSAHA MENENTANG TAKDIR”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s