HARGA PSIKOLOGIS – berapa pantasnya…???

Assallamu’allaikum mass n’ miss semua-muaahhhh..

image

M2000 – Boleh dong sekali-sekali posting yang ada hubungannya dengan kerjaan mimin setiap harinya yaitu yang berkaitan dengan harga.

Pernahkah mass miss sekalian mendengar tentang harga psikologis…pastinya pernah dong .
Harga psikologis memang tampak menarik untuk dijalankan dalam dunia usaha. Karena bagaimanapun kesuksesan sebuah usaha juga tergantung pada si konsumen.
Harga psikologis ditujukan untuk mempengaruhi psikologi konsumen/pembeli.
Harga psikologis adalah harga yang dapat menimbulkan kesan bahwa harga yang ditawarkan masih lebih murah daripada barang atau jasa sejenis produk pesaing.
Teknik harga psikologis merupakan siasat yang banyak dipakai oleh toko atau supermaket.
Misalnya barang harga Rp 1.000.000
ditawarkan Rp 999.999..maka kesan yang timbul adalah bahwa harga barang tidak sampai jutaan, tetapi hanya ratusan ribu rupiah….padahal jelas sekali bahwa pecahan 1 rupiah tidak ada sekarang ini….intinya harga yang tidak bulat.

Lebih jelasnya tentang harga Psikologis ,contohnya Rp 9.999 dan bukan mencantumkan Rp 10.000, perbedaan hanya Rp 1 ,tetapi besarannya sudah berbeda antara Rp 9.000an dan Rp 10.000.
Harga psikologis ini dipakai karena dianggap memberikan dorongan kepada pembeli untuk membeli karena merasa harganya tidak semahal Rp
10.000 (padahal hanya beda 1 rupiah saja)…yang biasa belanjanya di mall pasti tahu banget soal ini.

Contoh lain misalnya harga sepatu Rp 199.999 ,ketimbang Rp 200.000an, perbedaan 1 rupiah tetapi menyebabkan besaran bilangannya berbeda sehingga secara psikologis
akan terlihat lebih murah….’gak nyampai 200an ribu…dan orang lebih tertarik untuk melihat angka 9 daripada 0 secara psikologis…itulah kenapa harga-harga di swalayan atau mall-mall seringkali menggunakan trik ini.

image

l

image

Coba bayangkan jika saat kita masuk ke mall misalnya…ada tulisan besar tentang harga suatu produk…diantara harga yang terpampang misalnya Rp.9.999,- dan Rp.10.000 ,massbro akan melihat yang mana ?
Secara psikologis orang akan melihat yang Rp.9.999,- karena jika kita melihat yang Rp.10.000…o…ya sudah 10.000 dan kita kadang tertarik lagi untuk melihat…udah harga bulet…tapi kalau 9.999 pastinya kita akan membayangkan harganya Rp.9.000 an…nah beda seribu rupiah kan.
Kemudian tentunya kita akan melihat deskripsi barangnya yang dipromo…dan bisa jadi akan melihat -lihat dulu barangnya dan akhirnya kadang kita jadi membeli walau itu tidak terpikirkan sebelumnya.
Ini salah satu trik dalam hal pemasaran.

Atau misal contoh sederhana , jika kita lewat depan mall atau dideretan toko baju,  disitu ada dua buah  tulisan , yang satu  diskon 50 % dan satunya  Rp.100.000,- ( padahal sebenarnya harganya sama yaitu Rp.100.000 ).
Tentunya kita lebih tertarik untuk masuk ke toko yang diskon 50%.

Nah ,jika sebuah toko atau supermarket memberikan harga psikologis tersebut , seharusnya pihak penjual menyediakan pecahan mata uang untuk keperluan transaksi….tapi bukankah tidak ada pecahan 1 rupiah atau 10 rupiah…
Biasanya pihak penjual mengakalinya dengan menyediakan permen sebagai kembalian uang belanja ( harusnya tidak boleh ) karena permen bukanlah alat pembayaran yang sah…dan ini ada aturannya di ” kitab YLKI ”

Yang menarik , saya pernah baca di media , bahwa ada seseorang yang berbelanja di supermarket, dia seharusnya menerima kembalian kira-kira Rp 75 an (saya lupa pas nya). Namun kasir hanya memberikan sebuah permen yang harganya lebih murah dari uang kembaliannya. Kemudian dia naik ke lantai 2, belanja lagi dan iseng menggunakan permen tersebut  untuk menggenapi jumlah rupiah yang seharusnya dia bayarkan. setelah dia mengamati bahwa di
kotak simpanan kasir juga ada sejumlah permen yg sama mereknya. Spontan wajah sang kasir menunjukkan kaget dan rasa tidak sukanya….nah yang salah siapa kalau gini ???
Kemudian tanpa menunggu kata yang diucapkan kasir, dia tersenyum sambil berkata:
“hmmmm, ngga boleh ya?” “tapi permen ini saya dapatkan tanpa persetujuan kerelaan dari saya dari kasir di lantai bawah” lanjutnya sambil
mengganti permen tsb dengan mata uang .

Harusnya sih yang diperbolehkan versi YLKI adalah mengembalikan uang dengan jumlah yang lebih besar …misal jika kembaliannya Rp.75 harusnya kasir mengembalikannya Rp.100…tidak boleh permen…sekali lagi bahwa permen bukanlah alat pembayaran yang sah.

Kalau begitu,harusnya jangan pasang harga aneh-aneh..yang memang tak
ada mata uang untuk transaksinya.
Berikut contoh harga psikologis :

image

image

image

image

Gimana massbro, pernah punya pengalaman dengan harga psikologis ini…???

image

* Kata Mutiara Hari ini “

Sebaiknya kita menyadari kemampuan yang kita miliki…agar kita tahu gaya hidup seperti apa yang harus kita jalani “

Wassallamu’allaikum.
™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™
M2000 – Social net Blog …mengupas berita dari sisi yang berbeda
Beritanya sih sama…penyampaiannya yang bikin beda

motto : di udara kita saudara…di darat kita sahabat

Saran ,kritik ,masukan atau kirim artikel ke :
email : masshar2000@gmail.com

™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™™

46 tanggapan untuk “HARGA PSIKOLOGIS – berapa pantasnya…???”

  1. Biasanya sama kasir dibulatkan dan sisa dari selisih harga psikologis dan uang yang diberikan konsumen itu menjadi kelebihan transaksi dari angka total.

    Kira” kelebihan uang dari pembulatan harga di kasir itu yg mendapatkan kasir atau manajer?

    Suka

      1. In out hrs sama.. Ku lebih buat perusahaan, klu kurang tanggung jawab kasir…. Hadeeeh… Piye kon ora dho sugih pemilik perusahaan.. 🙂

        Suka

  2. harga di mall, supermarket asline ngapusi berarti… Wong hrgne Rp. 950. Tetep kita bayar Rp.1000. 🙂
    makanya klu belanja di pasar ae.. Koyo aku.
    harga jadi, menyesuaikan isi kantong, misale hrg 90 ribu.. Di kantong cuma ada 50 yo di tawar 50.. Kalau dapet yo sukur, klu ngga dapet yo nyari lg yg harganya 50rb sampai dapet.. Hehehee… Hemat beibe…

    Suka

    1. Wong pasar Yen arep ngasih harga koyo supermarket bingung leh nggolek njujulan…
      yen tukune sepatu mosok arep njaluk tambah cabe mas… # gubrrrag…

      Suka

      1. Beli sepatu tambahe tali sepatu.. Heemm.. Bisa jadi.. Bisa jadi..
        Yen di tambahi tali pocong, seng tuku mlayu ora sido payu…
        @ Mlayuuu aaah…. 🙂

        Suka

    2. ki nk kon nyang”an pinter, wkakakakakak . . .
      aku di tawani sepatu rego 200ewu tak tawar 250ewu, sepatune malah dibalangno nang aku, terus bakule kejang” . .

      wkwkwk . . .

      Suka

  3. Weh ulasannya mantab..jadi inget harga suatu produk yg di iklankan di tv.”hanya rp999.999…”suatu jebakan yg perlu di BRANTAS,.!!
    *beda misal 199.900.

    Suka

  4. di bali malah banyak yang kasih kembalian pake permenn..iini ulahnya siapa ya yang buat gara gara seperti itu..nanti bisa bisa kita kumpulin permenya pake belanja lagi ke supermarket yang sama dengan permen..hehe

    Suka

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s