TOKOH YANG TERLUPAKAN DALAM SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA

image

M2000 – Saya yakin seyakin-yakinnya, di setiap penjuru tanah air, setiap malam 17’an menggelar tirakatan.
Di daerah admin pun juga demikian, setiap malam 17 menggelar tirakatan yang dihadiri oleh warga satu RT.

image
Malam tirakatan di kampung admin - warga berdiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya

Dan pastinya setiap tahun pula Pemerintah menggelar renungan
malam pada tengah malam, sebelum prosesi
peringatan hari Kemerdekaan di Istana Negara pada 17 Agustus.

Renungan tersebut sebagai salah satu cara
pemerintah untuk mengenang jasa pahlawan yang telah mengantarkan republik ini, pada kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Di Taman Makam Pahlawan, Kalibat pada
renungan malam 17 Agustus 2014, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono, menyebut ada
8.692 pahlawan dari TNI/Polri, badan perjuangan 791 pahlawan, tokoh nasional 39 dan tidak dikenal 43.

Tetapi selain nama-mana yang tertera di nisan makam, banyak pula anak bangsa di Indonesia mentorehkan sejarah bagi republik ini. Namun,
karena pergulatan politik tersingkir, terasing dan mulai terlupakan.

Di Pegangsaan, tempat pertama kali merah putih berkibar, ada banyak anak bangsa yang ikut, tapi hanya segelintir orang yang dikenal dan dikenang.
Dalam ingatan kita, mungkin hanya Bung
Karno, Bung Hatta dan Fatmawati.
Padahal, begitu banyak nama dan tokoh yang ikut memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini.

image

Lantas siapa saja, tokoh yang mulai terlupakan bahkan dilupakan oleh kita ?
Yuk kita simak bersama tokoh-tokoh tersebut ,

1. Wikana

image

Tokoh ini hilang entah kemana, setelah pulang
dari China, saat pergolakan politik di tahan air sedang panas dengan isu PKI.
Wikana, satu diantara pemuda yang mendesak Soekarno untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.
Wikana pada peristiwa pencetusan Proklamasi 1945, menghubungkan dengan Laksamana Maeda di Menteng untuk mengatur semua keperluan pembacaan Proklamasi di rumah Bung Karno di Pegangsaan 56. Dia dalam berbagai sumber disebutkan yang membujuk kalangan militer Jepang untuk tidak
mengganggu jalannya upacara pembacaan teks
proklamasi.
Pada zamannya, Wikana menjadi tokoh pemuda yang mendapat pengakuan dan dipercaya oleh Perdana Menteri Sjahrir untuk duduk sebagai menteri negara urusan pemuda dalam kabinet Sjahrir kedua dan ketiga.
Jalannya mulai meredup setelah peristiwa Madiun 1948. Posisinya sebagai Gubernur Militer wilayah Surakarta digantikan oleh Gatot Subroto.
Beberapa pekan sebelum peristiwa G30S 1965 terjadi, Wikana berserta beberapa elemen PKI lainnya pergi ke Peking untuk menghadiri perayaan hari Nasional Cina 1 Oktober 1965. Tapi, hanya dia sendiri memilih pulang ke tanah air dan sampai hari ini menghilang.

2. Frans Mendur

image

Dialah fotografer yang mengabadikan proklamasi kemerdekaan republik ini. Saat digeledah tentara Jepang, dia menyembunyikan negatif filmnya di bawah pohon dekat halaman Kantor harian Asia Raja.
Berkat perjuangan
Mendur sampai saat ini dokumentasi bersejarah tersebut bisa kita saksikan.
Frans Soemarto Mendur lahir lahir tahun 1913 dan meninggal tahun 1971. Bersama saudara kandungnya, Alex Mendur, mereka turut mengabadikan persitiwa bersejarah ini.
Lalu dia pun bersama Alex Mendur, Justus Umbas, Frans “Nyong” Umbas, Alex Mamusung dan Oscar Ganda, mendirikan Indonesia Press Photo Service pada 2 Oktober 1946.
( baca : inilah fotografer paling berjasa di negri ini )

3. Achmad Soebardjo

image

Karena tidak sabar untuk memerdekakan Bangsa Indonesia, pada 16 Agustus 1945, para
pemuda pejuang membawa ( menculik ) Soekarno dan
Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Jawa
Barat.
Hanya satu tujuannya, yaitu mendesak mereka untuk segera memproklamirkan berdirinya bangsa
Indonesia. Satu diantara nama-mana jelang Proklamasi di Penggangsaan, ada Achmad Soebardjo, yang menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di
Jakarta.
Berkat lobinya, dia berhasil meyakinkan para
pemuda untuk membawa kembali Soekarno-Hatta ke Jakarta.
Orang yang bernama lengkap Raden Achmad
Soebardjo Djojoadisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 dan meninggal 15 Desember 1978.
Dia pun adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Gelar kesarjaanaannya, Meester in de Rechten diperoleh di Universitas Leiden Belanda pada
tahun 1933.

4. Shodanco Singgih
Sebagai anggota Peta, Dia orang yang bertugas untuk membawa Bung Hatta dan Bung Karno ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Rencana dia berjalan lancar karena memperoleh dukungan dan beberapa
elemen tentara Peta dari Shodanco Latief Hendraningrat yang juga berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Saat itu, Shodanco Latief Hendraningrat menggantikan Daidanco Kasman Singodimejo
yang bertugas ke Bandung.
Di Rengasdengklok, akhirnya Bung Karno, setuju memproklamasikan kemerdekaan.
Akhirnya jam 23.00 WIB rombongan tiba di Jakarta dan menuju kediaman Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol No1 saat ini, kemudian Naskah proklamasi disusun.
Keesokan harinya Soekarno didampingi Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan.

Selain 4 nama tersebut ada juga Sutan Syahrir , Sukarni dan juga Chairul Shaleh.

( baca juga :  sejarah detik-detik proklamasi )

image

…Negara besar ini lahir dari sebuah rumah kecil di jalan Pegangsaan…dan diperjuangkan dari sebuah bambu yang lancip yang kita sebut dengan bambu runcing…

JAYALAH INDONESIAKU
NKRI HARGA MATI

SALAM MERDEKA

Library : merdeka

Iklan

2 tanggapan untuk “TOKOH YANG TERLUPAKAN DALAM SEJARAH KEMERDEKAAN INDONESIA”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s