KENAIKAN HARGA BBM : SIAPA YANG SEHARUSNYA MENAIKKAN – SBY ATAU JOKOWI ?

image

M2000 – Hallo pemirsa sebangsa dan setanah air.Apakah saat ini di kota anda sudah mendapatkan BBM ?
Tadi saja di kota solo, antrian panjang sudah memenuhi seluruh SPBU yang admin lewati…bahkan SPBU yang biasanya sepi ( image jelek di masyarakat ) pun meluber antrian hingga nyaris keluar lokasi SPBU.

Kebetulan tadi admin harus mengisi BBM motor admin.
Karena melihat antrian yang panjang banget, admin urungkan membeli, dan berharap SPBU lain sepi, nyatanya semua antrian mengular, bahkan dari beberapa SPBU yang admin lewati semuanya meluber dan apesnya sampai SPBU terakhir dekat rumah malah kehabisan bensin.
Alhasil admin pun terpaksa beli bensin eceran.
Dan ternyata bensin eceran sudah tembus 8000 per liternya, karena tetanggaan admin disuruh bayar 7500 saja per liter.

Dari perkataan si penjual, ternyata tadi pas kulakan di SPBU memang sudah di jaga aparat dari kepolisian setempat dan khusus pedagang maksimal hanya boleh membeli 20 liter.

Harus kita akui, masalah BBM menjadi hal pokok yang wajib kita cermati.
Siapapun presidennya , pasti selama pemerintahannya, selalu dihadapkan pada masalah pelik ,yaitu menaikkan harga BBM.

Kita masih ingat dulu disaat pemerintahan SBY menaikkan harga BBM , PDIP yang sebagai partai oposisi adalah partai yang paling getol menolak kenaikan harga BBM, karena menurut PDIP , dengan menaikkan harga berarti ikut serta ” mencekik ” rakyat sendiri.

image

Sekarang, sudah jelas, pemerintah yang akan datang adalah dipimpin oleh presiden dari partai yang dulu getol menentang kenaikan harga BBM.
Tentu ini akan menjadi beban moral bagi presiden Jokowi kelak yang akan menaikkan harga BBM.

Jikalau SBY mau menaikkan harga BBM sekarang, tentu tidak akan mengganggu perpindahan pemerintahan ( transisi ).
Sebenarnya SBY harus berani berbesar hati untuk segera menaikkan harga BBM sekarang.

Sudah jelas SBY tidak perlu lagi pencitraan, karena jelas pemerintahannya akan segera berganti, maka sudah seharusnya SBY berani mengambil resiko untuk menaikkan harga BBM, toh presidennya sudah jelas.
Tapi yang namanya politik tentu penuh dengan intrik .
SBY tentu ingin, di akhir pemerintahannya meninggalkan image baik kepada rakyat, istilahnya buat kesan yang baik sebelum masa kerjanya habis…masa’ iya SBY mau membunuh citranya sendiri dengan menaikkan harga BBM.

image

Yang perlu digaris bawahi disini adalah presiden mendatang ,Jokowi akan
langsung dihadapkan pada masalah pelik begitu dilantik menjadi presiden RI periode 2014-2019
pada 20 Oktober mendatang.
Ujian pertama di bidang ekonomi yang harus dihadapi Jokowi adalah kenaikan harga BBM guna menekan defisit APBN.
Sehingga Jokowi harus berani mengambil kebijakan tak populer agar anggaran negara tak terus terbebani, salah satunya
dengan cara mengurangi subsidi BBM secara bertahap.

Dalam posisi ini, ujian akan kembali datang karena kebijakan yang diambil Jokowi harus tetap berpihak kepada rakyat, karena jika
kebijakan yang diambil Jokowi hanya menguntungkan golongan tertentu, dikhawatirkan
akan terjadi gejolak di masyarakat.

Tentu saja dengan menaikkan harga BBM, biarpun sedikit merupakan pilihan sulit yang dihadapi Jokowi.
Pasalnya, partai yang membesarkan Jokowi, PDI
Perjuangan, selalu memberikan penolakan keras saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menaikkan harga BBM.
Kalau perlu TV swasta harus putar video saat PDI-P menolak kenaikan harga BBM. Sama dengan menjilat ludah sendiri, dan masyarakat akan menganggap partai politik ini tidak konsisten.

Berat kan , disatu sisi , setiap presiden memang seharusnya memperhatikan kepentingan rakyat ,tapi di lain sisi juga, seorang presiden memang harus menyelamatkan keuangan negara, supaya tidak menambah lebih banyak hutang yang akan membebani pemerintah mendatang.

Dikira gampang jadi Presiden ???

image

Jadi di saat seperti ini , menurut pemirsa, siapakah yang seharusnya menaikkan harga BBM, pak Beye apa Jokowi besok ?

Iklan

16 tanggapan untuk “KENAIKAN HARGA BBM : SIAPA YANG SEHARUSNYA MENAIKKAN – SBY ATAU JOKOWI ?”

  1. Jelas presiden baru…
    Karena keputusan soal subsidi itu keputusan krusial dan skrg wlpn msh mnjabat sby hanya mempertahankan apbn yg ada hingga 2014 .
    Kalo 2015 yaa biar jokowi, dia yg berhak ambl kputusan krna jika naek skrg kan berlakunya di pmerintahan jokowi dan iyu gak etis..
    Kita juga bisa liat sbrapa juah bijaknya jokowi sbg pmimpin ngara, ap sduai hrapan

    Suka

  2. Gawe resahe rakyat,,,,yo kidune pak sby lah,,,kalo ,enaikkan harga jgn tanggung2…prem =10rb/l tamax=19rb/l..

    Suka

  3. ingat kjadian d thun 2004? situasinya mrip skrg…pralihan kkuasaan dr megawati ke sby..subsidi bbm membengkak
    megawati wktu itu jg gk mau naikin hrg bbm subsidi,kta mega waktu itu “urusan knaikan bbm..biar nanti js tugas pmerintahan yg baru”
    mungkin jokowi kena karmanya megawati..hehehee..

    Suka

  4. Tapi ada sekarang rakyat udah banyak yg tau kok….jika yg menaikkan hara bbm bukan dari pemrntahn pak jokowi,,tapi dari pemrntahn pak sby…tpi sya rasa yah di luar sana juga bnyak pula yg blum tau,,,,kita tunggu aja berkmbangannya ….

    Suka

  5. Kalo sy berharap harga bbm tdk naik krn imbasnya sngt berat bg rakyat kecil. Smoga ada solusi lain dr pemerintah shg tidak perlu menarik subsidi bbm.

    Suka

  6. sby nolak naikin bbm itu sdh tepat, pemerintahan sby mestinya gak ambil keputusan stratgs lg, serahkan aja ke jokowi nanti…. aneh aja presiden mendatang kok maksa presiden yg sdh demisioner naikin harga bbm… gak etislah…. jelas naikin harga bbm gak populer, kelihatan presiden mendatang butuh pencitraan, krn itu, maksa presiden lama yg babak belur dicaci rakyat… kalo gak butuh pencitraan, kenapa gak dia aja naikin harga bbm nanti setelah berkuasa????

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s