PERKEMBANGAN KASUS FLORENCE SIHOMBING – AKHIRNYA RESMI DITAHAN

image

M2000 – Kabar terakhir dari kasus Florence ternyata berakhir di bui pemirsa.

Setelah Florence resmi ditahan Polda DIY, pihak Universitas Gajah Mada akan mengupayakan perdamaian antara Florence dengan pihak
pelapor.
Menurut Dekan Fakultas Hukum UGM, Paripurna, penanganan kasus Florence ini masih bisa diselesaikan di luar jalur hukum seperti yang sekarang sedang berjalan.

Kasus ini, lanjut Paripurna, masih mungkin diselesaikan dengan pendekatan etika.
“Kasus ini dimungkinkan untuk diselesaikan di luar
hukum, dengan pendekatan etika,” kata
Paripurna ,seperti dilansir merdeka.com, Minggu (31/08).

Pendekatan etika yang dimaksud yaitu dengan
melakukan upaya mediasi perdamaian antara Florence dengan pihak pelapor supaya pelapor
mau mencabut laporan.
“Caranya dengan mencabut laporan, sehingga ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih tidak menghabiskan energi,” ujarnya.

Jika penasaran dengan bagaimana cerita awalnya hingga Flo sampai ditahan, silahkan pemersa membaca beritanya di Awal mula kasus Florence hingga ditahan polda DIY.

Pihak UGM sendiri mengaku siap jika diminta
untuk memfasilitasi mediasi antara pelapor
dengan Florence.
“Kami siap melakukan mediasi memfasilitasi pertemuan antara Florence dan pihak pelapor,” ujarnya.

Saat ini Florence ditahan Polda DIY atas dugaan pelanggaran UU ITE pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1, pasal 28 ayat 2 jo pasal
45 ayat 2 UU ITE no 11 Tahun 2008 serta pelanggaran KUHP Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Atas jeratan pasal tersebut, Florence pun
terancam hukuman penjara selama 6 tahun
dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Polisi pun bertindak cepat, usai memeriksa Florence selama empat jam, aparat memutuskan untuk memasukkannya ke dalam rumah tahanan Polda DIY.
Alasannya, pihak pelapor tak mau mencabut laporannya.
Menanggapi hal tersebut, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai keputusan Polda DIY untuk menetapkan Florence sebagai tersangka terlalu terburu-buru, meski sejumlah bukti otentik telah membuktikan Flo sebagai pihak yang bersalah.
“Seharusnya dicari lebih dahulu bukti yang memang mengarah kepada dirinya (Flo), bagaimana pun, penyelidikan harus dilakukan dengan mencari bukti, bukan langsung
menetapkan sebagai tersangka,” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang juga melihat ada pihak tertentu yang memang menginginkan Flo
masuk ke dalam jeruji besi.
Seharusnya, polisi harus lebih teliti dalam menangani setiap kasus.
“Lebih baik cari tahu dulu siapa sebenarnya Flo, apakah memang ada orang di balik kasus ini atau tidak, dan penyebab utama kenapa dirinya melampiaskan kekesalannya itu ke media sosial, itu yang harus dijadikan bukti dan baru kemudian bisa ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Flo sendiri sebenarnya sudah berkali-kali Flo meminta maaf atas perkataannya yang diunggah ke path itu,
permintaan maaf tersebut disampaikannya melalui akun path miliknya maupun televisi.

Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menilai kasus Florence Sihombing, mahasiswi
pascasarjana UGM, menambah daftar praktik buruk penanganan kasus-kasus penghinaan yang dijerat dengan Undang- undang Informasi dan Transaksi Elektronik oleh aparat penegak hukum.

Kasus ini apalagi hingga berujung penahanan dianggap menebarkan rasa takut kepada masyarakat.
“Selain menebarkan rasa takut di masyarakat, hal ini akan berpotensi mengekang kebebasan berekspresi,” kata Ketua Divisi Pemenuhan HAM Sipil Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Alex,
dalam jumpa pres di kantor Kontras, Minggu
(31/8).
Koalisi LSM terdiri dari Kontras, ICJR, elsam, YLBHI, LBH Jakarta, LBH pers, ICT Watch, Safenet, PSHK, Leip dan Pil-Net.

Alex menambahkan, praktik-praktik seperti ini
menunjukkan besarnya kewenangan penahanan
tanpa kontrol dan akuntabilitas yang seimbang yang dimiliki penegak hukum.
“Hal ini juga menunjukkan ketidakprofesionalan dari kepolisian DIY dalam penggunaan upaya paksa
penahanan Flo,” ujarnya.

Jadi ..Florence akhirnya ditahan Polda DIY setelah menjalani pemeriksaan karena laporan terkait postingannya yang dinilai menghina warga Yogyakarta, Sabtu (30/08).
Florence pun dijerat dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurut Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pujiastuti, Florence secara resmi ditangkap pada 29 Agustus kemarin pukul 17.00 WIB dan kemudian resmi ditahan pukul 17.00 WIB.
“Penangkapan terhadap Florence Sihombing berdasarkan laporan polisi nomor LP/644/VIII/2014/DIY/SPKT tanggal 28 Agustus 2014.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan di ditreskrimsus Polda,” kata Anny pada wartawan di Polda DIY, Sabtu (30/08).

Pasal yang dikenakan kepada Florence dalam
UU ITE yaitu pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1, pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU ITE no 11 Tahun 2008. Sementara untuk KUHP Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Menanggapi hal itu, seorang seniman kondang
Yogyakarta, Butet Kartaredjasa turut prihatin dengan penahanan Florence Sihombing yang dilakukan Polda DIY.
Butet langsung mengirimkan SMS pada Kapolda DIY minta Florence dibebaskan.
Dalam pesan singkat tersebut, Butet meminta kapolda DIY, Brigjen Pol Oerip Soebagyo, untuk membebaskan Florence.
“Ini SMS ku kepada Kapolda DIY: Pak Kapolda,
sebagai warga yogya yang mencintai kepolisian, saya pengin mengingatkan, mbok Florence Sihombing dibebaskan aja. Penahanan ini bener-bener kontraproduktif dan mencoreng citra kepolisian dan kearifan warga Yogya.
Sangat memalukan pak. Sungguh ” tulis Butet
dalam status facebook nya.

Pesan singkat yang dilayangkan oleh Butet
tersebut mendapat jawaban dari Kapolda. Butet pun menuliskannya kembali dalam facebook
miliknya.
“Jawaban KAPOLDA DIY: Ass. Sugeng ndalu mas, matur nuwun sarannnya. Saya memahami berbagai reaksi yg beragam ttg permasalahan ini,”

Kalau menurut pemirsa, seharusnya Si Florence ini memang harus di ditahan atau di beri sanksi lain ?
Apakah perkataan Flo di media sosial tersebut memang patut ditindak dan diproses secara hukum ?

image

Bukan apa-apa pemirsa, jika kita sering berselancar di dunia maya, status-status seperti itu dan bahkan lebih parah kan juga banyak sekali, apa karena si Flo lagi kena apesnya saja ya ?

Memang separah apa sih perkataan Flo di media ?
Silahkan baca sendiri di inilah perkataan Florence di media yang bikin heboh itu .

Iklan

7 tanggapan untuk “PERKEMBANGAN KASUS FLORENCE SIHOMBING – AKHIRNYA RESMI DITAHAN”

    1. Wajah dia memang begitu… dia sdh minta maaf… tp mungkin kelewat tegang…. khawatir…. mungkin… sudahlah manusia gak ada yg sempurna…. yg penting dia bukan kriminal membunuh org, merampok atau korupsi… itu hanya sekedar ekspresi kekesalan dia saja.

      Suka

  1. Yg mencemarkan nama baik Jogja itu bkn cma flo, tp jga yg nyebarin status pathnya flo. Lagian hobi bgt ngebuli, kek udh paling bener aj. Klw care ama kotanya ya tunjukin dg cara yg terhormat dong, jangan cuma pas ad isu kek gni jd kayak org paling care sedunia dg kotanya. buang sampah juga mah sembarangan, ngerokok dimana2, bayar pajak jga msh enggan. Orang berbudaya, berpendidikan ya harusnya semakin bijak. Bukan pro ama si flonya, tp miris lihat orang2 yg ngebuli2. Miris banget lihat orang2 yang mendramatisir kasus ini. Emang serugi apa sih kota Jogja dg ocehan flo ini, kayak dia udah korupsi berapa triliun aja. Kasus kampuangan aja jg hits, kasus2 tentang negara ini dong yg diperhatikan. Tuh koruptor udh beneran di penjara gak, awasi pembuatan kurikulum baru, atau sederhananya awasin tuh RT/RW setempat. Beritakan yg merugikan kemajuan bangsa. Be smart informan, be smart user of sosmed. Jangan ikut2an arus info yang sebenernya ngabisin energi segudang value yg didapat cuma seupil.
    mau cinta Jogja? Pake batiknya, beli produknya, bayar pajaknya, buang sampahnya, cerdaskan warganya. klw cuma ngurusin org2 kayak flo doang, ya ampun……

    Suka

  2. kalau saya Lebih setuju MemPerkarakan si Flo dengan di jerat Pasal UU ITE Nomor 11 tahun 2008,
    penghinaan, pencemaran nama baik, dan provokasi mengkampanyekan kebencian, kalau si Flo sampai dilepas dari Jeratan Hukum , maka akan ada Flo2 lain yg akan berbuat hal yg sama dgn seenaknya..
    dgn adanya Jeratan Hukum utk si Flo maka akan menjadikan suatu Contoh utk yg Lain nya agar tdk seenaknya Menghina , apalagi si Flo org yg terpelajar ( S2 ) sangat tidak Pantas membuat Status seperti itu di SosMed.

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s