BOLEHKAH MUSLIM HADIRI UNDANGAN PERNIKAHAN NON MUSLIM

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana

image

M2000 – Seringkali di kehidupan sehari-hari kita seringkali dihadapkan pada situasi yang mungkin membuat kita bingung.

Dalam hal menghadiri undangan pernikahan teman misalnya, jika dia non muslim , bolehkah kita menghadirinya, dan bagaimana sebenarnya hukumnya sebagai seorang muslim dalam hal menghadiri undangan pernikahan  teman kita yang non muslim.

Kali ini kita akan membahasnya disini.
Dikutip dari harian islampost.com, menghadiri undangan pernikahan Non-
Muslim sebetulnya boleh saja, tapi dengan catatan , bukan di tempat mereka beribadah seperti di pura atau gereja.
Ini dikarenakan termasuk Muamalat dan bukan termasuk ibadah, selama bukan termasuk dalam urusan agama
insya’allah tidak apa-apa.

Seperti yang terkandung dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8.
ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻬَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻨِﻮَﻟَﻢْ
ﻳُﺨْﺮِﺟُﻮﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺩِﻳَﺎﺭِﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗَﺒَﺮُّﻭﻫُﻤْﻮَﺗُﻘْﺴِﻄُﻮﺍﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﺇِﻥَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﻘْﺴِﻄِﻴﻦَ
“Allah tiada melarang kamu untuk berlaku baik dan berbuat adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusirmu dari negerimu”. [QS. Al- Mumtahanah: 08]

Lalu apakah kita wajib datang jika diundang ?

Jawabannya adalah kita tidak wajib datang menghadiri pernikahan tersebut walau diperbolehkan.
Hal ini seperti dijelaskan dalam Nihayatul Muhtaj (kitab Fiqh Madzhab Syafi’i) disebutkan:
“Tidak wajib menghadiri undangan orang kafir, tetapi dianjurkan jika ada harapan masuk Islam, kerabat dekat, atau tetangga.” (Nihayah Al Muhtaj ila Syarh Al Minhaj, 21:356).

Sedangkan dalam madzhab Hambali ada dua pendapat. Sebagian menyatakan boleh dan tidak makruh, sebagian lain menyatakan makruh.

Dan bolehkah kita mengucapkan selamat ?

Kita diperbolehkan ,bila hanya mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, asalkan jangan ditambahi dengan doa seperti semoga Mawadah, warohmah dll karena mereka tidak seagama dengan kita.
Apalagi jika doanya menurut agama mereka, tentu tidak diperbolehkan.
Intinya hanya mengucapkan ‘selamat ya’, itu cukup!

Yang harus diperhatikan dalam menghadiri
pernikahan atau acara lain yang beda agama dengan kita adalah soal makanan. Apalagi kalau yang nikah dari etnis tionghoa, atau juga kristen batak misalnya,
Mereka terbiasa menghidangkan babi di pesta-pesta.
Termasuk arak yang juga sebagai minuman ‘wajib’ menjamu tamu di tradisi mereka.

Memang ada yang sudah menyajikan hidangan halal dan non-halal secara terpisah, namun ada beberapa hal lain yang mesti di perhatikan yaitu:
1. Apakah peralatan makan, walau tempat
sudah dipisah bisa terjamin ‘bersih’ dari
kontaminasi makanan non halal, mengingat
cara mensucikannya adalah dicuci 7x salah
satunya dengan tanah.
2. Apakah konsep non halal ini sudah betul-
betul mereka pahami, bahwa : Unsur arak (ang ciu) maupun khamar lainnya dalam masakan juga termasuk dalam bentuk non-halal suatu masakan, bukan hanya karena mengandung B1 B2.

Konsep sembelihan menurut syari’ah yang juga menentukan kehalalan makanan.

Jadi bagaimana baiknya?

Boleh datangi pernikahannya, ..jawabannya adalah boleh dan mengucapkan selamat dan salaman (tentu pria dengan pria,
wanita dengan wanita) lalu pulanglah.

Nah, pemirsa semua sudah tidak penasaran lagi kan ?

Wa’allahu a’lam

Semoga bermanfaat,

Wassallamu’allaikum,….

Iklan

4 tanggapan untuk “BOLEHKAH MUSLIM HADIRI UNDANGAN PERNIKAHAN NON MUSLIM”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s