APA MAKSUD DARI ” RAHMATAN LIL’ALAMIN ” ?

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image

M2000 – Seringkali kita mendengar istilah Rahmatan Lil’alamin , tapi kita tidak tahu apa maknanya.

Pada dasarnya Islam rahmatan lil ‘alamin sudah mengalami penyempitan makna, yakni menjadi Islam yang lembut dan damai. Sehingga ketika ada saja sedikit reaksi perlawanan dari umat Islam terhadap penjajahan barat, baik secara non fisik, apalagi fisik, maka langsung dicap
Islam yang tidak rahmatan lil ‘alamin.

Bila makna Islam rahmatan lil ‘alamin hanya
dimaknai kelembutan dan kedamaian semata, mungkin kita tidak akan pernah membaca kisah peperangan ghozwah (yang diikuti Rasulullah saw) dan sariyah (yang diikuti Rasulullah saw.).
Begitu pula kita tidak akan mengenang heroiknya kisah para pahlawan melawan penjajahan dengan pekik takbir yang
membahana.

Islam memang tidaklah identik dengan kekerasan, tetapi juga bukan berarti harus
serba lembut dan kompromistis dalam hal
pensikapan. Islam tidak identik dengan kewajiban jihad semata. Tapi Islam pun tidak identik dengan senyum adalah shodaqoh semata.
Terkadang Rasulullah saw. bersikap lembut terhadap orang yang memusuhi beliau,
seperti kepada Suraqah yang hendak
membunuhnya tetapi digagalkan oleh Allah
swt. Namun beliau saw. juga bersikap keras
terhadap musuhnya, sebagaimana sikap beliau yang memerangi Bani Quraidzah karena pengkhianatannya.

Istilah rahmatan lil ‘alamin termaktub dalam
Q.S. Al Anbiya[21]:107, yang artinya :
“dan tiadalah Kami mengutus engkau (hai
Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamiin)”
Dalam tafsir Marah Labid (Tafsir Munir), Syaikh An Nawawi Al Jawi menafsirkan ayat tersebut sebagai berikut :
“Tidaklah Kami utus engkau wahai makhluk yang paling mulia, dengan berbagai peraturan (syariah), melainkan dalam sebagai rahmat Kami bagi seluruh alam, dalam agama maupun dunia. Karena manusia dalam kesesatan dan kebingungan, maka Allah swt.
mengutus Sayyidina Muhammad saw. sehingga’beliau saw. menjelaskan jalan menuju pahala, menampilkan dan memenangkan hukum-hukum syariah Islam, juga membedakan yang halal dan yang haram. Setiap Nabi sebelum beliau saw., manakala didustakan oleh kaumnya, maka Allah swt menghinakan
mereka denganberbagai siksa.

Namun bila kaum Nabi Muhammad saw  mendustakannya, Allah swt mengakhirkan azab-Nya hingga datang kematian dan Allah swt mencabut ketetapan-Nya membinasakan kaum pendusta
Rasul. Inilah umumnya tafsiran para
mufassirin.” Sehingga Islam akan menjadi
rahmatan lil ‘alamin bila syariah Islam
diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Sangatlah tidak adil bila kita melihat Islam
hanya dari segi hukum kewajiban jihad semata, baik yang bersifat defensif maupun ofensif.

Kita juga perlu melihat jaminan keamanan dalam Islam, pun persamaan hak di dalam sistem Islam. Dalam sistem Islam, orang-orang muslim maupun non muslim akan
mendapatkan perlakuan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan syariah. Hak-hak mereka sebagai warga negara dijamin penuh oleh negara Islam. Islam tidak akan memaksa non muslim untuk masuk Islam. Islam pun tidak akan mmberangus tempat-tempat peribadatan mereka.

image

Islam akan membiarkan non muslim
hidup berdampingan dgn orang-orang muslim selama mereka tidak memerangi kaum muslim.
Orang-orang non muslim yang hidup dalam
negara Islam ( kafir dzimmi) mendapat
perlakuan dan hak yang sama dengan kaum
muslim. Harta dan darah mereka terjaga
sebagaimana terjaganya harta dan darah kaum muslim. Dari Ibnu Mas’ud, Al Khatib
meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang menyakiti kafir dzimmi,
maka aku akan berperkara dengannya, dan
barangsiapa yang berperkara denganku, maka’aku akan memperkarakannya pada Hari Kiamat.” (Jami’ush Shagir, As-Suyuthi)
Kafir dzimmi tidak akan dipaksa meninggalkan agamanya, mereka hanya diminta membayar jizyah, itu pun hanya dari kalangan lelaki yang baligh dan mampu bekerja saja.

Para wanita, anak-anak dan tua renta tidak dimintai jizyah . Bahkan jika kondisi mereka tidak mampu, akan menjadi tanggungan negara.
Urwah Bin Zubair bertutur: “Rasulullah saw
pernah menulis surat kepada penduduk Yaman,‘“Siapa saja yg tetap memeluk agama Nashrani dan Yahudi, mereka tdk akan dipaksa keluar dari agama mereka. Mereka hanya wajib membayar jizyah.” (H.R.Ibnu Hajar, Nailul’Author juz VIII, Asy Syaukani)
Dari Aslam maula Umar, Nafi’ bertutur, “Umar pernah menulis surat kepada para pemimpin pasukan agar mereka memungut jizyah . Mereka tdk boleh memungut jizyah dari wanita dan anak kecil. Mereka juga tidak diperkenankan menungut jizyah kecuali dari orang yang sudah baligh.”
Begitu pun Syaikh Taqiyuddin An Nabhani
menjelaskan dalam kitab Asyakshiyyah Al
Islamiyyah juz II, bahwa Jizyah tidak dipungut dari orang yang miskin, lemah dan butuh sedekah.

Negara Islam adalah tempat yang nyaman
untuk semua ras, agama, suku dan bangsa.
Bahkan ketika orang-orang Yahudi terpaksa
mengungsi akibat inkuisisi yang dilakukan oleh Kristen Spanyol pada abad ke-15, mereka mendapatkan perlindungan dari Khilafah Bayazid. Begitupun saat pasukan salib kristen menyerang Syam, mereka terkaget saat lawan’yang mereka hadapi adalah orang-orang yang seagama tetapi pro negara Islam.

Tidak adil pula bila kita melihat syariah Islam hanya dari penerapan hukum pidananya semata. Kita mesti menelaah pula jaminan kesejahteraan dalam sistem ekonomi Islam, penanaman nilai-nilai ketaqwaan dalam sistem pendidikannya, juga hukum-hukum lainnya yang terkait keutamaan menyantuni fakir miskin. Karena pencegahan kriminalitas di dalam sistem Islam jauh lebih diutamakan dibandingkan penerapan sanksinya.

Imam Asy syaukani menjelaskan bahwa
tidaklah Allah swt mengutus Nabi Muhammad saw. dengan seluruh syariah dan peraturan, terkecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. Sehingga, rahmatan lil ‘alamin akan terwujud dengan penerapan hukum syariah Islam oleh Khilafah Islamiyyah. Wallohu a’lamu bishshowwaab.

Library : islampost.com
Semoga bermanfaat,..

Wassallamu’allaikum,…

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s