HUKUM QUR’BAN ONLINE

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image
Ilustrasi Qurban online

M2000 – Seringkali jika kita berjalan, disepanjang jalan banyak dijejer spanduk tentang Qurban online.
Admin dulunya juga sempat bingung, ini maksudnya gimana..kalau zakat kan sudah biasa.

Yang menjadi pertanyaan admin waktu itu ,kenapa harus online dan bagaimana hukumnya.
Terus terang admin juga heran, kenapa harus online jika kita memang berniat untuk jadi sohibul qurban.
Bukankah masjid di Indonesia ini juga tidak kurang banyak.
Hampir di setiap kampung ada, bahkan di perumahan pun ada.
Selain kita juga akan menjadi akrab dengan lingkungan masjid ,kita juga bisa secara langsung melihat pemotongan hewan Qurban kita…yang pastinya lebih syar’i.

Tapi bagaimanapun juga, niat adalah menjadi salah satu hal penting dalam hal berQurban.
Namun bagaimana hukumnya ber Qurban secara online ?
Berikut penjelasannya,

Qurban online, sistemnya yaitu orang yang
hendak ber’qurban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan yang ditetapkan lembaga sosial tertentu, untuk dibelikan kambing kurban dan disembelih di tempat yang ditentukan lembaga tersebut.
Sistem itu prinsipnya sama dengan mengirim hewan kurbanke luar daerah atau mengirim sejumlah uang untuk digunakan berkurbandi luar daerah.

Satu hal yang penting untuk kita pahami,
bahwa pada asalnya, tempat menyembelih
kurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena demikianlah yang dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat.
Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-
Utsaimin rahimahullah sangat memotivasi
masyarakat agar berkurban di daerah di mana dia berada.
Meskipun, masyarakat setempat sudah mampu atau tergolong kaya. Karena
tujuan utama berkurban, bukan semata-mata mendapatkan dagingnya, tapi lebih pada menerapkan sunah dan syiar kaum muslimin.
Allah berfirman,
“Dagingnya maupun darahnya tidak akan
sampai kepada Allah, namun yang sampai
kepada-Nya adalah takwa kalian.” (QS. Al-Haj: 37)

image

Bagian dari bertakwa kepada Allah ketika
berkurban adalah menjaga sunah dan syiar
dalam berkurban. Sementara ketika mengirim hewan kurban ke luar daerah, dipastikan akan ada beberapa sunah yang hilang.
Diantara sunah yang tidak terlaksana ketika
seseorang mengirim hewan kurban ke luar
daerah adalah:
Pertama, Dzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban. Allah
berfirman, ketika menjelaskan tentang
berkurban,
“Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya.” (QS. Al-Haj: 36)
Sahibul kurban tidak bisa melakukan ajaran
ini, jika hewan kurbannya di sembelih di
tempat lain.

Kedua, menyembelih hewan kurban sendiri
atau turut menyaksikan penyembelihan
hewan kurbannya, jika diwakilkan kepada
orang lain. Menyerahkan hewan kurban ke
daerah lain, tidak akan mendapatkan keutamaan ini.

Ketiga, makan daging kurban dianjurkan bagi sahibul kurban untuk memakan bagian
hewan kurbannya.
Allah berfirman,
“Makanlah bagian hewan kurbantersebut dan sedekahkan kepada orang yang
membutuhkan,” (QS. Al-Haj: 28)

Keempat, Sahibul kurban tidak mengetahui
kapan hewannya disembelih. Sementara
sahibul kurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan kurbannya disembelih.

Berdasarkan alasan ini, beliau melarang
mengirim hewan kurban dalam keadaan
hidup maupun mengirim sejumlah uang
untuk dibelikan hewan kurban dan
disembelih di tempat lain.

Solusi yang bisa dilakukan adalah menyembelih di tempat sendiri, selanjutnya
sohibul qurban bisa mendistribusikan daging Qurban ke manapun, sesuai kehendaknya.

image

…SUDAHKAN ANDA BERQURBAN TAHUN INI ???…

Semoga bermanfaat,..
Wassallamu’allaikum…

Disarikan dari : konsultasisyariah.com

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s