PILKADA LANGSUNG RIWAYATMU KINI

image

M2000 – Setelah sidang paripurna mengalami deadlock dalam pengesahan RUU ,kemarin petang hingga malam, akhirnya dinihari tadi selesai sudah digelar vooting untuk pengesahan RUU Pilkada.
Dan hasilnya dimenangkan oleh opsi pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD.
Jadi kedepannya, sampai Undang-Undang Pilkada ini nanti disyahkan, tidak akan lagi rakyat memilih kepala daerahnya, baik bupati maupun gubenur.
Apakah ini suatu kemunduran dalam berdemokrasi ?

Apa tanggapan presiden ?

image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan hasil voting RUU Pemilihan Kepala Daerah.
SBY kecewa karena akhirnya pemilihan
kepala daerah dipilih lewat DPRD.
Seperti dilansir dari Antara, hal itu diungkapkan SBY dalam keterangan pers di
Washington DC, Kamis (25/9) malam waktu
setempat atau Jumat (26/9) pagi waktu
Jakarta.

Dini hari tadi, setelah melalui rapat paripurna
maraton RUU Pilkada akhirnya disahkan. Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Priyo Budi Santoso.
Pengesahan RUU Pilkada ini diwarnai dengan voting. Sebanyak 135 orang memilih opsi pilkada langsung. Sedangkan 226 suara memilih opsi pemilihan lewat DPRD.
Voting ini tidak diikuti oleh Fraksi Demokrat.
Partai pimpinan SBY ini memilih walkout.
Partai apa saja yang memilih opsi langsung dan tidak langsung , ( baca :   ).

Apa tanggapan PDIP ?

Politikus PDI Perjuangan,
Eva Kusuma Sundari mengaku partainya
sudah memperkirakan aksi meninggalkan
ruang sidang (walk out) yang dilakukan
Partai Demokrat dalam pengesahan RUU
Pilkada dini hari tadi.
Menurut Eva, partainya sudah mendengar selentingan kabar bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut
akan abstain.
“Ternyata hanya main drama Pak Benny K
Harman dan Demokrat. Kami sendiri sejak
awal sudah mendengar selentingan mereka
akan abstain,” kata Eva usai pengambilan
keputusan RUU Pilkada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/9) dini hari.
Meski sebelumnya sudah mendapat informasi Partai Demokrat akan abstain, Eva
mengatakan, PDIP tetap berpikiran positif dan memberi kesempatan Demokrat membuktikan sikapnya mempertahankan opsi pilkada langsung.

Namun, kesempatan tersebut dimentahkan
begitu saja oleh partai berlambang bintang
mercy tersebut.
“Lucunya, masih ada enam (anggota Fraksi Partai Demokrat) yang tinggal walaupun dijanjikan (oleh Demokrat) katanya
(seluruh anggota fraksi) akan pro kepada
pilsung (pilkada langsung) ternyata tidak
terbukti,” imbuh Eva.

Eva juga mempertanyakan keseriusan Ketua
Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengusung demokrasi yang melibatkan rakyat, terlebih lagi SBY sudah mengunggah videonya di YouTube tentang pentingnya demokrasi yang melibatkan masyarakat.
Sementara itu, Politisi PKB, Abdul Kadir
Karding menilai keputusan pilkada melalui
DPRD merupakan kemunduran reformasi dan kemunduran terhadap penghargaan suara rakyat.
“Kemunduran reformasi kita dan penghargaan kepada suara rakyat,” kata Abdul.
Diakui Abdul, PKB terkejut dengan aksi walkout yang dilakukan Partai Demokrat. “(Walkout) Yang terjadi, kami kaget sikap yang diambil dari temen Demokrat. PDIP mendukung gagasan yang baik, mereka justru melakukan walkout,” ucap Abdul.

Mendukung pilkada langsung, diakui merupakan sikap PKB sejak awal. Dirinya mengaku, pilkada langsung masih banyak kekurangan, namun bukan berarti proses menuju kesempurnaannya dihentikan.
“Itu politik PKB sejak awal adalah mendukung pilkada langsung dan reformasi. Sebenarnya dalam proses tradisi demokrasi kita pilihan langsung demokrasi tidak bisa datang seketika, bertahap dan berproses,” tuturnya.
Banyak pihak yang menyayangkan sikap partai Demokrat ini, itu artinya SBY dan Demokrat telah menghianati rakyat yang telah memilihnya selama 2 periode.

Kalau menurut admin sih, ini memang permainan politik yang cantik dari partai Demokrat.
Kemarin partai Demokrat memilih opsi ketiga atau opsi pilkada langsung dengan 10 syarat.
Jika dihitung-hitung dari jumlah kursi sih ,Demokrat akan menjadi kuda hitam dalam pengesahan RUU ini.

Prediksi admin , jika demokrat serius dengan opsi ketiga dan tidak walk out maka akan ada beberapa partai yang akan mengikuti langkahnya..atau misalnya Demokrat memilih pilkada langsung, maka vooting akan dimenangkan oleh opsi pilkada langsung.
Tapi , bagaimana lagi, ini adalah politik, semua harus bermain cantik dan tentunya bermuka tebal.

PILKADA TIDAK LANGSUNG…mungkin tidak akan ada lagi kepala daerah seperti Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil , Ganjar Pranowo,Tri Risma, atau Bima Arya .
Semua yang bermain hanyalah para petingggi partai dan orang-orang dekatnya.
RAKYAT TINGGAL TERIMA JADI…

library : berbagai sumber

Iklan

2 tanggapan untuk “PILKADA LANGSUNG RIWAYATMU KINI”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s