GERAKAN G/30/S/DEMOKRAT MUNCUL DALAM SIDANG RUU PILKADA

image

M2000 – Seperti kita ketahui bersama RUU Pilkada sudah disahkan DPR , selengkapnya silahkan  baca di DPR sahkan pilkada tidak langsung , alhasil banyak yang protes dan mengecam langkah partai demokrat yang walk out dari ruang sidang yang otomatis memberi peluang bagi partai koalisi merah putih untuk memenangkan vooting ( pilkada tidak langsung )…Demokratpun di bully di media, Demokrat dibully.

Pengesahan RUU Pilkada tersebut membuat seluruh kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati dipilih oleh DPRD bukan lagi dipilih langsung oleh rakyat.
Pengesahan UU tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).
KIPP Indonesia menilai bahwa disahkannya RUU Pilkada merupakan bentuk ‘pembunuhan berencana‘ terhadap demokrasi di Indonesia.

Selain itu, Partai Demokrat juga telah menipu rakyat, dengan tidak sungguh-sungguh memperjuangkan hak rakyat yakni Pilkada langsung , padahal ekspektasi publik terhadap Partai Demokrat begitu tinggi, namun dengan walk outnya Partai Demokrat di Sidang Paripurna DPR menunjukkan bahwa memang Demokrat
sebagai partai yang selalu bermuka dua.

Ketua Umum Partai Demokrat yang juga presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal dijuluki Bapak Anti Demokrasi ,lantaran, dia telah berpura-pura mendukung pilkada langsung, padahal malah mendukung pengesahan UU pilkada.

Gerakan Partai Demokrat di Paripurna RUU Pilkada kemarin bisa disebut G/25/S/Demokrat (Gerakan 25 September Demokrat), untuk memberhangus demokrasi.
Untuk itu KIPP dan elemen masyarakat sipil bakal melakukan uji materi terhadap pengesahan undang-undang pilkada tersebut ke Mahkamah Konstitusi ( MK).

Voting RUU Pilkada kemarin dilakukan tanpa kehadiran Fraksi Demokrat. Alhasil, kubu pendukung pilkada secara langsung kalah dari pendukung pilkada lewat DPRD.
Kritik hingga kecaman lantas dialamatkan
kepada Demokrat karena walk out. Namun,
siapa dalang di balik walk out Demokrat
hingga kini belum jelas.
Ada yang mengaku walk out itu atas instruksi Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun ada pula yang membantahnya.

Berikut 4 versi dalang walk out Demokrat di
RUU Pilkada ,

1. Nurhayati Ali Assegaf

image

Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan walk out yang dilakukan rekan-rekannya saat pengesahan RUU Pilkada atas instruksi Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.
Namun, Ramadhan ogah berpolemik
apakah itu juga atas perintah Ketua Umum
Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau tidak.
“Dari ketua fraksi dan kalau mengenai Pak
SBY belum bisa bicara. Saya memaklumi
beliau,” ujar Ramadhan di Gedung DPR,
Jakarta, Jumat (26/9).
Menurut Ramadhan, yang mesti dipecahkan
adalah forum lobi jelang pengesahan RUU
Pilkada. Akan tetapi, dia tak mau menjelaskan, apa yang terjadi sebenarnya.

2. Benny K Harman

image

Politikus senior Partai Demokrat Ignatius
Mulyono, bersama lima koleganya memilih
tidak walk out saat sidang paripurna
pengesahan RUU Pilkada dini hari kemarin. Dia beralasan, hanya mengikuti perintah Ketua Umum Demokrat SBY yang ingin pilkada langsung.
“Ketua umum sudah jelas mendukung pilkada langsung, kalau walk out tidak bisa
diaplikasikan itu,” kata Ignatius di Gedung
DPR, Jakarta, Jumat (26/9).
Dia mengatakan, walk out yang dilakukan
teman-temannya adalah perintah Benny K
Harman, bukan SBY. Karena itu, dia tak mau
ikut-ikutan walk out.
“Saya sendiri menggunakan hak politik saya.
Kader itu harus betul-betul ikuti instruksi
ketum. Yang walk out itu kan hanya sesuai
dengan apa yang disampaikan Benny K
Harman. Kita sudah mampu 10 tahun ini
melaksanakan demokrasi pilkada langsung oleh rakyat,” tegas dia.

3. Max Sopacua

image

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max
Sopacua mengatakan kepada Juru Bicara
Partai Demokrat Ruhut Sitompul walk out
adalah jalan terbaik. Max mengatakan hal itu0kepada Ruhut sesaat setelah walk out di
gedung DPR.
Aksi walk out Demokrat itu disesalkan banyak pihak. Akibat disahkannya pasal pelaksanaan pilkada melalui DPRD di RUU Pilkada, pilkada ke depan tak akan dilakukan secara langsung lagi.
Kecuali Mahkamah Konstitusi (MK)
mengabulkan gugatan yang rencananya bakal dilakukan oleh sejumlah pihak.

4. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

image

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max
Sopacua mengaku instruksi walk out diberikan oleh Ketua Umum Demokrat SBY kepada Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nurhayati Ali Assegaf.
Hal itu disampaikannya kepada Juru Bicara
Partai Demokrat Ruhut Sitompul sesaat setelah walk out.
Ruhut mengaku sempat menelepon SBY untuk mengkonfirmasi pengakuan Max. Namun, dikarenakan sedang sibuk, SBY kemudian mengirim pesan singkat kepadanya dan berjanji akan menghubungi Ruhut.
“Pak SBY enggak tahu siapa di balik ini. Kita
enggak tahu siapa. Pak Amir Syamsuddin
(Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat)
juga sudah diminta untuk mengusut siapa
(orang di balik aksi walk out),” kata Ruhut.

Library : merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s