KOALISI JOKOWI-JK TAWARKAN KETUA MPR DIISI OLEH ANGGOTA DPD

image

M2000 – Hampir semua orang yang netral pasti tidak setuju dengan apa yang sudah terjadi dalam pemilihan ketua DPR kemarin.
Pengusungan satu paket yang menjadi syarat untuk menempatkan ketua DPR dan wakilnya dirasakan tidak menghormati demokrasi.
Bagaimana tidak, jika itu terulang lagi maka semua jatah DPR dan MPR akan dikuasai oleh Koalisi Merah putih.

Coba perhatikan, jika syarat satu paket harus berisi 5 orang dari fraksi yang berbeda, maka kubu Jokowi – JK tidak akan bisa mengusung calonnya, karena jumlah partai koalisinya hanya empat.

Beruntung besuk pada pemilihan ketua MPR dan wakilnya, ada DPD yang juga menjadi anggota MPR..hal ini tidak disia-siakan kubu Jokowi-JK.

Koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla sepakat mengajukan paket pimpinan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) bersama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Senin (5/10/2014) besuk.
Kedua kubu telah sepakat memberikan posisi Ketua MPR kepada DPD.
“Dalam menuju musyawarah untuk mufakat,
kami sepakat Insyallah kami akan mendorong dan mendukung keinginan dari DPD untuk menjadi Ketua MPR,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar seusai pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Minggu (5/10/2014).

Muhaimin menuturkan koalisi Jokowi-JK dan DPD sepakat untuk tidak terjadi faksi dalam proses pemilihan MPR besok. Sehingga, koalisi Jokowi-JK mendorong
agar usulan menjadikan DPD sebagai Ketua MPR disepakati bersama, termasuk dengan Koalisi Merah Putih.
“Dengan keadaan ini diharapkan baik teman-teman di kelompok Prabowo mau pun di sini (Jokowi-JK), bisa sepakat. Mari musyawarah untuk duduk bersama di MPR.
Dengan keinginan ini, Insyallah sidang paripurna MPR bisa berjalan dengan baik,” ucap Muhaimin.

image

Bagi kubu Jokowi-JK opsi ini adalah jalan tengah untuk menghindari panasnya proses pemilihan seperti yang terjadi pada pemilihan kursi pimpinan Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR). Di dalam pemilihan itu, koalisi Jokowi-JK kalah telak karena tak bisa mengajukan paket lantaran tak memenuhi syarat lima calon dari lima fraksi berbeda.
Koalisi ini hanya diisi oleh empat fraksi di parlemen yakni PDI-P, PKB, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.
Paket pimpinan DPR yang akhirnya terpilih pun dimenangkan Koalisi Merah Putih yakni Setya Novanto (Golkar), Agus Hermanto (Partai Demokrat), Fahri Hamzah (PKS), dan Fadli Zon (Gerindra).

Pada Senin 6 oktober besuk, MPR akan kembali bersidang untuk memilih paket pimpinan MPR. Di dalam komposisi pimpinan MPR harus terdiri dari lima calon yang terbagi dalam empat orang dari empat fraksi partai yang berbeda dan satu orang dari DPD.

Koalisi Jokowi-Jusuf Kalla juga mengajak kubu Merah Putih dalam penyusunan paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Koalisi ini menginginkan penetapan pimpinan dilakukan secara musyawarah mufakat dengan komposisi perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai
Ketua MPR dan empat kursi Wakil Ketua MPR dibagi rata antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Jokowi-JK.
“Ada keinginan dari DPD untuk jadi ketua dan kami bersama-sama dengan unsur koalisi Prabowo dan Koalisi Jokowi-JK sama-sama di dalam pimpinan itu.
Kan ada lima kursi, DPD satu kursi, bisa dua kursi untuk Merah Putih, dua kursi untuk kami,” ucap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Saleh Husin di kediaman
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Minggu (5/10/2014).

Saleh menuturkan opsi itu ditawarkan agar pemilihan pimpinan MPR bisa sesuai dengan ciri lembaga itu yang mengutamakan permusyawaratan.
“Kami tidak ingin apa yang terjadi di DPR terulang. Kami inginnya ini berjalan smooth tidak seperti kemarin,” kata Sekretaris Fraksi
Partai Hanura di DPR itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Ahmad Basarah merasa yakin opsi ini diterima oleh koalisi Merah Putih. Menurut dia, masih ada negarawan yang masih peduli di kubu
kompetitornya itu yang ingin menjaga MPR.
Namun, saat ditanyakan, siapa partai Koalisi Merah Putih yang dilobi untuk ditawarkan opsi ini, Basarah justru menyerahkannya kepada DPD.
“Kami serahkan ke DPD untuk melakukan pembicaraan dengan pihak koalisi Merah Putih,” kata Basarah.
Apabila Koalisi Merah Putih sepakat, Basarah mengaku kubunya baru akan menyiapkan nama-nama dari koalisi
Jokowi-JK untuk duduk di kursi Wakil Ketua MPR.

Yang menjadi pertanyaan, apakah koalisi merah putih akan mau diajak bagi-bagi jatah wakil ketua MPR , sedangkan mereka sudah diatas angin, dan isunya sudah memilih calon ketua MPR dari partai Demokrat…dan bisa dipastikan menang lagi dalam hitung-hitungan diatas kertas.

Library : kompas

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s