AMIEN RAIS DIRUWAT – KENAPA YA ?

image

M2000 – Ada berita yang agak-agak lucu pemirsa, yang dibilang baiknya, ini adalah sebuah tradisi ruwatan atau biasa disebut acara tolak bala.Berita buruknya adalah yang diruwat adalah salah satu tokoh reformasi yang dulu di jaman lengsernya Suharto begitu populer…dialah Amien Rais.

Seperti yang diberitakan di berbagai media, akhir-akhir ini, pamor Amien Rais memang lagi disorot media, tetapi bukan untuk hal-hal yang bagus, berawal dari dukungannya terhadap Prabowo , Amien Rais waktu pilpres kemarin mengatakan , pertarungan antara Prabowo dan Jokowi ibarat perang Badar.
Kita semua tahu, perang badar adalah perang antara kaum muslimin melawan kaum kafir Qurais.
Artinya apa, Amin Rais menganggap bahwa kubu Jokowi adalah kaum kafir.

Setelah pernyataan tersebut banyak kalangan yang menyayangkan pernyataan tersebut.
Kedua yang paling banyak diketahui masyarakat adalah , bahwa dirinya akan jalan kaki Yogya-Jakarta, jika ada yang tahu atau mendengar atau yang bisa menunjukkan kliping berita atau rekaman yang menunjukkan bahwa dirinya mengatakan Prabowo terlibat penculikan aktivis 98 dan Prabowo harus diperiksa terkait itu.
Setelah beberapa wartawan dalam hal ini bisa menunjukkan bukti kliping dan pernyataannya terkait itu, Amin Rais tidak mau menepati janjinya jalan kaki Jogja-jakarta PP.

Terkait sepak terjang Amin Rais yang kini dinilai tidak Amanah dan cenderung memprovokasi, Paguyuban
Masyarakat Tradisi (Pametri) Yogyakarta mendatangi rumah tokoh Partai Amanat Nasional, Amien Rais , di Sawit Sari Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

Rombongan ini datang untuk menggelar ruwatan untuk Amien dan para wakil rakyat yang dinilai bersikap sebagai “Sengkuni“, yaitu tokoh yang dikenal licik dan penghasut di dunia wayang.
Sunanda, koordinator aksi, mengatakan bahwa mereka sengaja menggelar acara ini karena menurut penilaian mereka, sebagai negarawan, sikap Amien Rais dinilai sudah melenceng dan telah mengingkari semangat reformasi.

“Jadi, kami ke sini untuk ‘meruwat’ Pak Amien Rais agar kembali bersih,” ujarnya.
Rombongan Pametri dengan mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa sesaji seperti pisang setangkep, bunga setaman, kurungan manuk (sangkar burung), dan dupa mulai berjalan menuju rumah Amien.

Sesampainya di depan rumah mantan Ketua MPR RI tersebut, para anggota Pametri lantas duduk bersila.
Mbah Sukir sebagai sesepuh pun mulai
memanjatkan doa-doa dengan bahasa Jawa yang intinya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia terhindar dari bencana dan orang-orang yang ingin merusak
bangsa.

“Semoga Bapak Amien Rais lepas dari Sandikolo dan kembali bersih. Semoga bangsa ini terhindar dari bencana dan segala hal yang tidak baik. Semoga rakyat Indonesia bisa sejahtera,”
ucapnya.

Seusai mengucap doa, Mbah Sukir lantas mengambil pitik cemani atau ayam hitam, lalu dengan menggunakan gunting ia memotong sedikit bulunya. Setelah itu, ayam hitam tersebut
dimasukkan ke dalam kurungan.
“Pemotongan bulu ayam cemani ini sebagai lambang melepaskan Sandikolo dari Pak Amien Rais ,” ujarnya.

Setelah itu, Mbah Sukir mengambil ayam berbulu putih lalu mengangkatnya sambil berteriak.
“Ini ayam putih melambangkan kebersihan kesucian. Semoga Bapak Amien Rais kembali bersih dan menjadi negarawan yang baik,” ujarnya.

Seperti yang kita ketahui , pada adat Jawa, ruwatan adalah salah satu upacara agar orang terbebas dari segala macam kesialan dan bersih dari segala sifat jahat.
Upacara ini sudah ada sejak nenek moyang dan masih terus dilestarikan sampai saat ini.
Ruwatan di depan pagar rumah berwarna biru tersebut digelar selama 30 menit. Setelah itu, rombongan paguyuban meninggalkan rumah
Amien Rais menuju Tugu Yogyakarta . Di sana, mereka akan menggelar acara wayangan sederhana.

Nah, ini acara yang menggelar warga Jogja sendiri lho…jadi bisa dikatakan Amin Rais sekarang memang tidak membawa semangat reformasi, admin pun merasakan itu, sangat jauh dengan saat-saat awal reformasi dulu.
Bagaimana pendapat pemirsa semua.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s