DPR TANDINGAN – SALING BEREBUT KEKUASAAN , APAKAH PERLU ???

image

M2000 – Seperti yang sudah terjadi dan sudah diberitakan di sejumlah media, bahwa ada mosi tidak percaya dari kubu Koalisi Indonesia Hebat ( KIH ) terhadap Koalisi Merah Putih ( KMP ).
Berawal dari semua alat kelengkapan DPR dan ketua komisi yang semua dipegang oleh anggota KMP , kemudian puncaknya adalah pada saat politisi PPP yang marah dan membanting meja saat rapat.

image

PPP menilai ada mosi tidak percaya pada pimpinan dewan yang dipegang oleh orang-orang KMP , yang memasukkan nama-nama dari kubu Suryadharma Ali kedalam komisi.
Ketua dewan menilai, yang sah secara hukum adalah kubu Suryadharma Ali, karena itulah nama yang masuk ke DPR.
Sedangkan kubu Romi , yang juga sudah sah karena sudah menggelar muktamar.,dan memilih Romi sebagai ketua umum juga tidak boleh dikesampingkan..karena kubu Romi merasa, kubunya lah yang sah secara hukum, dan ini dibenarkan oleh Kemenkumham.
Makanya kubu Romi menilai, orang-orang dari kubu Suryadharma tidak sah lagi untuk duduk dalam komisi.

Dimata masyarakat,  Citra DPR akan
semakin terpuruk jika para anggotanya tetap berebutan kekuasaan di lembaga legislatif.
Baik itu Koalisi Merah Putih (KMP) maupun Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan menimbulkan kesan negatif di mata masyarakat, karena ujung-ujungnya hanya berebut kekuasaan dan semuanya akan menderita kerugian secara politis.

Semestinya , semuanya tidak menang-menangan sendiri baik itu KMP
(Partai Golkar, Gerindra, Partai Keadilan
Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional)
maupun KIH (PDI Perjuangan, PKB, Nasdem,Hanura, dan PPP).
Meskipun KMP itu mempunyai suara banyak di DPR, semestinya juga tidak boleh menang sendiri dan suara dari KIH harus didengarkan, apabila menginginkan mendapat hati di masyarakat.

Untuk itu,semua pimpinan di partai baik yang berasal dari KMP maupun KIH harus duduk bersama untuk bermusyawarah mencapai kemufakatan
dalam persoalan tersebut.
Itu jika para anggota dewan tidak mau mendapat sorotan dari masyarakat berebut kekuasaan.

Semua harus memperhitungkan untuk ke langkah kedepan dan anggota legislatif ini dipilih masyarakat juga untuk memperjuangkan rakyat bukan hanya kepentingan partai atau atau golongan sendiri.

Seperti yang sudah terjadi, pada hari jum’at (31 okt ) , Koalisi Indonesia Hebat ( KIH ) menggelar rapat paripurna
tandingan.
Paripurna yang dihadiri 178 anggota
dewan dari PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Hanura dan PPP menetapkan pimpinan DPR juga nama-nama untuk alat kelengkapan dewan.

Paripurna tandingan memutuskan Ida Fauziah menjadi Ketua DPR dengan Wakil Ketua DPR diisi Syaifullah Tamliha dari PPP, Effendi Simbolon dari
PDIP, Dossy Iskandar dari Hanura, dan Supriyadi dari NasDem.

Masa’ iya sih, nanti ketua DPR nya ada 2 orang dari kubu yang berbeda.
Jika itu terjadi, artinya kerja berat pemerintahan Jokowi mendatang akan semakin sulit.

Dan masa’ iya… sedikit-sedikit Presiden harus mengeluarkan PERPPU ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s