RANGKUMAN KISAH ANEH TAPI NYATA SAAT TSUNAMI ACEH 10 TAHUN SILAM

image

M2000 – Siapapun terlebih warga Aceh, pastinya akan selalu ingat dengan bencana tsunami 10 tahun silam.
Ratusan ribu orang tewas dalam musibah tersebut.
Peristiwa itu tentunya menyimpan beragam cerita yang tentunya sebagian orang sebut itu aneh tapi nyata.
Kisah janggal itu sendiri dituturkan dari para korban yang selamat.
Mungkin bisa dibilang keajaiban selalu ada di setiap musibah. Akhirnya dari salah satu kisah tersebut menjadi buah bibir masyarakat dunia.

Lalu apa saja kisah-kisah tersebut, berikut rangkuman kisah-kisah aneh yang beredar dimasyarakat saat tsunami besar melanda Aceh,


1. Diselamatkan ular raksasa

Kisah pertama datang dari seorang wanita bernama Ummikasum. Dia merasa bursyukur bisa bertahan hidup setelah bencana tsunami melanda kampung halamannya 10 tahun silam.
Kisah Ummikasum memang seperti tak masuk akal, namun ini sebuah kisah nyata. Saat tsunami memporak-porandakan Aceh, nyawanya bisa selamat setelah ditolong oleh seekor ular.

Ummikasum yang akrap disapa Maksum ini berprofesi sebagai juru memandikan mayat dan bidan kampung. Pekerjaan ini sudah dilakoninya selama 35 tahun.
Maksum yang saat ini berusia 60 tahun
memang tak mengingat persis bagaimana bisa diselamatkan ular tersebut. Namun seingatnya saat hantaman gelombang tsunami ini yang
mencapai ketinggian gelombang sebatang pohon kelapa tua itu datang dirinya tidak sadarkan diri lagi. Sehingga dia tidak bisa menceritakan bagaimana cara dirinya digulung
oleh gelombang tsunami.

Akan tetapi tiba-tiba dirinya sudah berada di daerah jembatan Krueng Cut yang berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya. Saat itulah dia baru sadar, bahwa bersamanya ada seekor ular besar yang melilit tubuhnya. Kepala ular
tersebut menjulur ke arah wajah Maksum.
Namun saat itu, Maksum tidak sedikit merasa takut. Justru Maksum mengaku, sempat berbisik dengan suara nada lemas, meminta agar bisa diselamatkan ke daratan. “Saya bilang waktu itu, tolong selamatkan saya ke darat,” ucapnya dengan bahasa Aceh.

Lantas, ular itu mengantar ke darat langsung bergerak dan menenggelamkan dirinya dalam
sungai dan lagi-lagi tiba-tiba dirinya sudah berada di jembatan Lamnyong, Darussalam dengan Jaraknya sekitar 300 meter.

2. Kubah tsunami dan pria berjubah putih

Ada lagi kisah dari wara desa Gurah,
Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Menurut warga sekitar bukit tersebut,
ketika gelombang tsunami menerjang ada kubah masjid yang terdampat hingga ke kampungnya. Padahal dari tempat semula di Masjid Jami Desa Lam Teungoh berjarak sekitar 2,5 Km dari kampung wara.
Oleh warga sekitar kubah ini pun dinamakan kubah tsunami. Karena proses perpindahannya menurut warga karena gelombang tsunami.
Terdamparnya kubah ini di tengah-tengah persawahan dan berada di lereng gunung menyisakan banyak cerita mistis. Bahkan warga setempat meyakini ada kekuatan mistik hingga kubah ini terdampar sejauh itu.
Sriana (30), seorang pemandu yang telah bekerja setahun ini pernah menemukan tamu yang datang ke tempat ini berkelakuan aneh.

Sekitar beberapa bulan lalu, dia mendapati seorang pengunjung paruh baya berdiri terpana saat melihat kubah tersebut.
Lantas, karena Sriana penasaran dengan tingkah laki-laki paruh baya ini, dia bertanya ada apa gerangan sampai ia termenung dan mengucapkan kalimah-kalimah Allah.
“Jadi saya tanya kenapa, lalu laki-laki paruh baya itu bilang ada yang membawa kubah ini oleh 3 orang beserban putih,” kata Sriana.

Namun sayang, Sriana tidak ingat lagi nama laki-laki tersebut. Demikian juga tidak mengetahui keberadaannya. Karena laki-laki paruh baya itu datang sendiri saat itu. Sriana penasaran dengan perkataan laki-laki misterius
ini, lalu dirinya kembali bertanya siapa sosok berpakaian serba putih itu sebanyak 3 orang.
Lalu laki-laki paruh baya itu menyebutkan, seorang ulama besar dan memiliki 2 murid yang selalu bersamanya, yaitu Hamzah Fansuri
bersama kedua muridnya yang membawa kubah ini.
“Ini kan kisah mistis, tidak diperlu terlalu
percaya, tetapi cukup kita jadi pengetahuan saja, karena bisa saja terjadi hal-hal unik seperti itu, tetapi jangan percaya 100 persen, timpalnya.
Sriana mengaku, tidak jauh dari Masjid Jami, Masjid tempat kubah ini semula ada kuburan seorang ulama besar di Aceh, Tgk Hamzah Fansuri bersama 2 muridnya. Makam tersebut, katanya, saat ini sudah dilakukan pemugaran
dan bahkan banyak orang pergi berziarah.

Makam ini banyak orang percaya adalah seorang ulama yang keramat dan memiliki ilmu keislaman yang tinggi.
“Di sana memang ada 3 kuburan, 1 kuburan Tgk Hamzah Fansuri, 2 muridnya, makam- makam ini terletak di Ujung Pancu,” jelasnya.
Kisah Tgk Hamzah Fansuri memang banyak terjadi kontroversi. Meskipun sudah pergi 4 abad lalu, nama harumnya bisa terkenang sampai saat ini.
Hamzah Fansuri selain seorang penyair terkenal dan juga meninggal ajaran sufisme hingga menyebar ke
daerah-daerah. Sehingga keberadaannya pun misterius, ada banyak pendapat dan beberapa
lokasi kuburan yang dipercaya Tgk Hamzah Fansuri.
Kuburan pertama dipercaya ada di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam.
Kemudian satunya lagi berada di di Desa Ujung Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar dan pendapat terakhir berada di Makkah.
Sampai saat ini keberadaan pasti makam Tgk Hamzah Fansuri ini tetap misterius dan membuat banyak orang bingung. Kemudian kembali ada pengakuan Kubah Tsunami yang
terdampar ini di tengah sawah Tgk Hamzah Fansuri dan kedua muridnya dengan menggunakan baju serba putih yang menyelamatkannya.

3. Kubah masjid ajaib

Warga Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menamakan kubah ajaib itu Kubah Tsunami. Lantaran proses terhempasnya hingga belasan Km sehingga dianggap ajaib. Kubah inilah yang banyak diburu oleh wisatawan, terutama wisatawan asing untuk membuktikan dahsyatnya tsunami
yang menerjang Aceh.
Untuk menuju ke tempat ini, harus melewati jalan yang belum beraspal sekitar 500 meter.
Sebelum memasuki ke arena kubah dengan luas pekarangan sekitar 400 meter ini, terlebih dahulu mendapati sebuah kios yang berjualan
pernak-pernik dan oleh-oleh milik Darmawan.
Setelah memasuki dalam kawasan Kubah
Tsunami, ada seorang wanita yang siap
menyambut siapapun tamu yang datang.
“Banjir kemarin, karena hujan beberapa hari ini,” kata Sriana (30), pemandu di Kubuh Tsunami mengawali pembicaraan.

Sejak sebelum tsunami, daerah ini merupakan persawahan warga. Saat tsunami menerjang Aceh, baru banyak orang mengunjungi daerah ini. Tentu punya alasan wisatawan datang yaitu ingin menyaksikan Kubah Tsunami yang terdampar dari Masjid Jami berasal dari desa Lam Teungoh. Jarak terdampar sekitar 2,5 Km dari tempat semula.
“Ada 7 orang selamat dalam kuba ini dan kubah ini ibarat kapal bagi mereka saat tsunami terjadi,” jelas Sriana.
Kubah ini berbentuk bulat. Di dalam kubah ada cekungan yang terbuat dari semen. Di bawah kubah ada seperti lantai. Menurut Sriana, yang berbentuk lantai ini diperkirakan atap Masjid yang terlepas dan menjadi pondasi kubah ini yang berdiri kokoh.
“Diperkirakan bobot kubah ini sampai 80 ton,” jelasnya.

image

4. Saat tsunami Masjid Rahmatullah tetap kokoh berdiri

Cerita lainnya adalah Masjid Rahmatullah di Lampuuk Nangroe Aceh Darussalam. Masjid ini masih kokoh saat tsunami menerjang masjid
tersebut. Padahal saat tsunami datang, seluruh bangunan hancur dan terhempas hingga ratusan meter dan masjid Rahmatullah masih kokoh berdiri meski letaknya 500 meter dari bibir pantai masih berdiri dengan kokoh.
Masjid itu dibangun pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh saat itu Syamsudin Mahmud.

Masjid ini menjadi satu-satunya
bangunan yang masih kokoh dari sebuah perkampungan di Kecamatan Lhoknga,Kabupaten Aceh Besar.
Sebelum Tsunami, perkampungan ini dihuni oleh sekitar 6.000 jiwa. Kebanyakan berasal dari kelas menengah ke atas. Masyarakat di
perkampungan ini kebanyakan karyawan PT. Semen Andalas Indonesia. Ada juga nelayan dan petani.

5. Hilang 10 tahun saat tsunami, ABG 15 tahun ditemukan di Malaysia

Menjelang peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Pemerintah Aceh berhasil memulangkan seorang anak korban tsunami berusia 15 tahun dari Malaysia, jadi saat tsunami melanda aceh , anak ini masih berusia 5 tahun.
Selama ini di Malaysia dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan
juga korban trafficking.
Namanya Fanisa Rizkia (15) tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/12) sekira pukul 08.05 WIB disambut oleh Karo Humas, Pemerintah
Aceh, Mahyuzar. Sedangkan yang menjemput Fanisa Rizkia di Malaysia ditugaskan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari bersama rombongan.

Fanisa Rizkia dalam konferensi pers di depan awak media mengaku sangat senang bisa kembali ke Aceh. Meskipun dia tidak memiliki lagi keluarga, namun bahagia bisa menginjak kaki kembali di bumi Serambi Mekkah. Fanisa merupakan salah satu dari ribuan korban tsunami Aceh.
“Senang bisa kembali ke Aceh, saya tidak mau lagi balik ke Malaysia,” kata Fanisa Rizkia di ruang VVIP Bandara SIM, Blang Bintang.
Selama di Malaysia, kata Fanisa Rizkia, dia sempat disiksa oleh pemilik agen Asraf penampung tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Bahkan agen Asraf tidak memberikan
gaji hasil kerjanya.
“Kalau majikan baik, tetapi agen yang tidak baik, gaji gak dibayar, alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari yang ikut menjemput langsung ke Malaysia mengatakan, ini hasil kerja sama dengan Kedutaan Pemerintah Indonesia di Malaysia. Kedutaan menemukan TKI asal Aceh
yang tidak memiliki dokumen yang lengkap.
“Hasil pemeriksaan dari Kedutaan kita
terbongkarlah Fanisa korban tsunami, lalu kita komunikasikan untuk dipulangkan,” tutupnya.

Bukhari menjelaskan, Fanisa juga korban trafficking selama 5 bulan di Malaysia.
Sebelumnya Fanisa tinggal di Medan bersama ibu angkatnya bernama Sabariah, namun kemudian Sabariah meninggal dan keluarganya tidak menerima Fanisa, hingga dia hidup
gelandangan di Medan sampai dijual ke
Malaysia sekitar 5 bulan lalu.

Demikian , beberapa kejadian yang terjadi di Aceh saat tsunami 10 tahun lalu.

Terimakasih sudah menyimak,

Library : merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s