HARGA BBM BULAN DEPAN TURUN LAGI , BISA JADI…

image

M2000 – Keputusan pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi per 1 januari kemarin ternyata belum melegakan sejumlah pihak, padahal baru naik 18 november 2014 kemarin dari 6500 rupiah turun menjadi 7600 rupiah.
Artinya hanya dalam waktu 1,5 bulan pemerintahan Jokowi sudah menurunkan kembali harga BBM bersubsidi .
Atau malah mending kita pakai pertamax ya, kan harganya cuma 8500 rupiah, selisihnya cuma 1000 rupiah saja.

Namun ternyata , dengan harga premium 7600 rupiah per liter dinilai masih terlalu tinggi, pasalnya harga minyak dunia memang sudah turun lagi.
Adalah Indonesia Corruption Watch
( ICW) yang menilai harga premium sebesar Rp7.600 per liter masih terlalu tinggi.

ICW memperkirakan, realisasi harga BBM per Januari 2015 lebih kecil, yakni Rp 7.013 per liter atau lebih tinggi Rp 586 per liter.
Perhitungan ICW tersebut didasarkan dari MOPS (Mean Oil Platt Singapore) pada Desember 2014 yakni USD 70,04 per barel.
ICW menilai, pemerintah sudah diuntungkan dengan adanya selisih harga tersebut.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, harga premium sebesar Rp 7.600 per liter termasuk menghitung pajak, biaya distribusi, dan margin (alpha) BBM.
“(Harga Rp 7.600) Terlalu tinggi, karena di dalamnya ada pajak PPN 10 persen, ada pajak daerah 5 persen. Sudah termasuk alpha,” jelas Sofyan di kantor wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/1), seperti dilansir dari merdeka.com.

Sedangkan harga keekonomisan premium, lanjut Sofyan, sangat dipengaruhi oleh harga MOPS dan mata uang. Sofyan menegaskan, pemerintah masih terus mengaji harga BBM subsidi, berpatokan pada harga minyak dunia
yang masih turun.
“Nanti bulan depan akan ditetapkan lagi.
Tunggu saja akan ada penurunan berikutnya,” tutur Sofyan.
( baca : harga BBM turun lagi, Jokowi bisa pecahkan rekor SBY ).
Sebelumnya, Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas menjabarkan, ” untuk BBM jenis premium pada Januari 2015 harga keekonomiannya berada di angka Rp 7.013,67 per liter. Sedangkan pemerintah menjual dengan harga Rp 7.600 per liter, Sehingga penetapan harga premium versi pemerintah berpotensi lebih mahal sebesar Rp
586,33 per liter,” kata Firdaus di Jakarta,
Selasa (6/1).

Untuk BBM jenis solar, kata Firdaus, harga keekonomian pada Januari 2015 Rp 6.607,53 per liter. Pemerintah menjual dengan harga Rp 7.250 per liter setelah menambahkan komponen PPN dan PBBKB.
Dari perhitungan ICW, subsidi solar yang diberikan pemerintah tidak Rp 1.000 per liter.
“Beban subsidi BBM solar yang ditanggung oleh negara bukan Rp 1.000 per liter, tetapi hanya Rp 303,18 per liter,” pungkasnya.

Nah, gitu dong, harga BBM baik subsidi maupun tidak memang bagusnya menyesuaikan harga minyak dunia…mau berubah tiap bulan tidak masalah, malah justru tidak ada yang menimbun BBM .

Yang jelas sih, kalau harga minyak dunia turun, ya harga memang harus turun, kalau naik ya harganya dinaikin lagi, dan kalau naiknya terlalu tinggi ya disubsidi lagi, alias subsidinya ditambah, itulah fungsinya pemerintah yang harus benar-benar mengutamakan kesejahteraan rakyat , jangan sampai rakyat terbebani dengan kenaikan harga BBM.
Mengutip pernyataan SBY saat masih jadi presiden dulu , ” biarlah pemerintah banyak hutangnya, yang penting rakyat sejahtera “.

Atau jika menilik lebih jauh kebelakang jaman pak Harto, bagaimana harga bisa stabil selama puluhan tahun……sudah selayaknya pemerintah harus belajar banyak dari pemerintahan Suharto ( tanpa melihat KKN-nya ).

image

Go A-head …Jokowi..

Iklan

9 tanggapan untuk “HARGA BBM BULAN DEPAN TURUN LAGI , BISA JADI…”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s