BUDI GUNAWAN CALON KAPOLRI JADI TERSANGKA

image

M2000 – Berita heboh pemisa, apalagi kalau bukan penetapan calon kapolri Komjen Budi Gunawan.

Seperti diberitakan diberbagai media, Komisi Pdemberantasan Korupsi
(KPK) menyatakan saat ini fokus buat
menelusuri dugaan suap dan gratifikasi
Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Meski demikian, mereka menyatakan siap menjerat mantan ajudan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri itu dengan sangkaan pencucian uang asalkan sudah mendapatkan alat bukti cukup.

Menurut Bambang Wijojanto dari KPK, dalam proses penyelidikan KPK juga sudah meminta keterangan berbagai pihak sebelum menetapkan Budi sebagai tersangka. Dia menyatakan dalam proses penyidikan, KPK akan fokus menggali keterangan saksi sebelum memanggil Budi.
Hal itu dilakukan selepas pimpinan
dan penyidik melakukan gelar perkara pada 12 Januari 2014.

Senada dengan Bambang, Menurut Ketua KPK Abraham Samad, proses
penyelidikan terhadap transaksi mencurigakan Budi dilakukan saat mereka menerima laporan masyarakat, dan bukan dari Pusat Pelaporan
Analisa Transaksi Keuangan. Sebab, PPATK hanya pernah mengirim surat kepada Badan Reserse Kriminal Polri pada 26 Maret 2010 supaya menyelidiki hal itu. Sedangkan pada 18 Juni 2010, Bareskrim melaporkan akan mengusut soal.
Tetapi sampai KPK menetapkan Budi sebagai tersangka, Bareskrim tidak pernah menjelaskan hasil kajian mereka.
Saat itu, Budi masih berpangkat Inspektur Jenderal..just info saja Budi Gunawan juga pernah menjabat sebagai Kapolda Bali.

image

Atas laporan itu, KPK mulai mengkaji serta mengumpulkan bahan dan keterangan terkait Budi sejak Juni sampai Agustus 2010. Dua tahun kemudian hasil kajiannya diperiksa
kembali. Lantas pada Juli 2013, Samad
memimpin gelar perkara pertama. Saat itulah diputuskan memang perlu menaikkan kajian ke tahap penyelidikan. Tetapi hal itu baru
terlaksana pada Juli 2014. Setelah sekian lama, akhirnya pada 12 Januari KPK resmi menetapkan mantan ajudan Presiden RI Megawati Soekarnoputri itu sebagai tersangka.

Menurut Samad, Budi disangkakan menerima suap dan gratifikasi saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan-jabatan lain di
Mabes Polri. Jabatan pernah diembannya antara lain Kepala Sekolah Lanjutan Perwira Lembaga Pendidikan Pelatihan Polri (2006-2008),Kapolda Jambi (2008-2009), Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri (2009-2010), Kadiv Profesi dan Pengamanan
Polri (2010-2012), Kapolda Bali (2012), dan terakhir Kalemdiklat Polri (sejak 2012).

Budi disangkakan melanggar empat pasal. Yakni Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b), Pasal 5 ayat 2, pasal 11, atau pasal 12 B Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55
ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan tetap menggelar pertemuan dengan anggota Komisi III DPR di kediamannya, di Jalan Duren Tiga Barat 6, Jakarta, Selasa (13/1).

image

Meski KPK telah menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka kasus rekening jumbo, Komisi III DPR memutuskan untuk tetap melanjutkan
proses uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.

Menanggapi penyelidikan KPK soal itu, Komjen Budi Gunawan membantah telah memiliki rekening jumbo. Menurutnya, semua harta kekayaannya telah dilaporkan ke KPK.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pada 2013, kekayaan Budi Gunawan cukup fantastis. Dalam LHKPN pada 26 Juli 2013, total kekayaan Budi Gunawan Rp 22.657.379.555 ( 22,6 miliar ).

Kekayaan Budi Gunawan ini melonjak drastisjika dibandingkan pada 2008. Saat itukekayaan Budi Gunawan hanya Rp 4.684.153.542 ( 4,6 miliar ).
Paling banyak adalah harta tak bergerak
berupa tanah dan bangunan. Nilainya sebesar Rp 21.543.934.00 ( 21,5 miliar )
Budi juga memiliki harta bergerak lainnya seperti alat transportasi dan mesin lainnya.Total nilainya sebesar Rp 475.000.000.

Sebelumnya KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji pada saat menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada
2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.
Oleh kerena itu berdasarkan penyelidikan cukup lama, KPK pada akhirnya menemukan peristiwa pidana dan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan kasus ini dari tahap
penyelidikan ke penyidikan,” kata Ketua KPK Abraham Samad.

Wah, bagaimana nih …belum apa-apa saja sudah jadi tersangka…
Kalau nanti sudah menjabat dan belum setahun sudah ditahan KPK gimana…malah tambah ribet urusannya lho…apa ‘gak sebaiknya di ganti saja , jadi biar proses hukumnya bisa berjalan lancar.

Library : merdeka

Iklan

One thought on “BUDI GUNAWAN CALON KAPOLRI JADI TERSANGKA”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s