KONTROVERSI ISIS : EKTRIMIS PALING TAJIR SEJAGAT – BERAPA KEKAYAAN ISIS ?

image

M2000 – Sebagai sebuah kelompok militan besar, tentunya ISIS haruslah mempunyai pemasukan keuangan yang besar untuk menjalankan pemerintahannya kelak .
Saat ini saja , setidaknya ISIS sudah mencaplok 6 provinsi di IRAK dan SURIAH.

Berbekal program ingin mewujudkan negara Islam di timur-tengah, ISIS cepat sekali mendapatkan anggota.
Bahkan jika tidak dicegah oleh sejumlah negara, ribuan simpatisan menyatakan siap bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.
Di Indonesia misalnya, sudah berapa banyak calon simpatisan yang sudah ditangkap saat mau berangkat kesana.

Berjihad dari uang haram , dari mana pemasukan ISIS ?

Menurut sebuah catatan, awalnya setelah menjarah ratusan juta dolar dari bank-bank di Kota Mosul, utara Irak, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) kian percaya diri untuk membentuk kekhalifahan Islam membentang
dari Provinsi Aleppo di Suriah hingga Provinsi Diyala di Irak. Tentu saja dana  itu tidak cukup buat menjalankan pemerintahan.
Dengan perkiraan pasukan ISIS berjumlah sedikitnya 50 ribu personel, mereka telah mencaplok Aleppo, Raqqa, dan Dair az-Zour di Suriah serta provinsi Salahuddin, Anbar, Ninawih, dan Diyala di Irak, seperti dilansir
situs carnegieendowment.org awal bulan ini.

Jelas sekali ISIS masih perlu pemasukan rutin untuk menjalankan pemerintahan mereka klaim menggunakan syariat Islam. Untuk itu, mereka telah melansir aturan pajak, ikut dalam pasar gelap, serta memproduksi dan menjual minyak dan gas.
Dari pungutan pajak di Kota Mosul saja, ISIS berhasil meraup USD 8 juta atau setara Rp 95,4 miliar. Kebanyakan dari pajak yang oleh ISIS disebut  “pajak jihad” ini mereka tarik dari perusahaan-perusahaan dan individu.

Sebagai contoh, ISIS memalak USD
200 atau Rp 2,4 juta atas tiap truk agar bisa lewat di utara Irak dengan aman.
Mereka juga menculik warga asing non-muslim untuk dimintai tebusan.
Dalam setengah tahun terakhir, mereka telah menyekap sepuluh orang asing, termasuk tiga warga Prancis dan dua
wartawan asal Spanyol, di Suriah. Mereka semua telah dilepaskan setelah membayar uang tebusan. Jumlahnya biasanya USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,2 miliar. Bahkan bisa hingga USD 135 juta (Rp 1,6 triliun) seperti kasusnya wartawan asal Amerika Serikat James Foley.

Meski menerima sumbangan dari para
penyokongnya di negara-negara Teluk Persia dan Eropa, ladang-ladang minyak mereka kuasai juga menjadi sumber pendapatan utama.
Kelompok ini telah mengontrol 30-40
persen dari seratus ribu barel per hari total produksi minyak per hari di Dair az-Zour.
Raad Alkadiri, direktur pelaksana di perusahaan konsultan IHS Energy, menyebutkan ISIS memperoleh 35 ribu barel minyak Irak saban hari. Kelompok ini menjual sebarel minyak seharga USD 30 hingga USD 50, di bawah harga pasar.

Minyak-minyak curian ISIS ini dijual lewat pihak ketiga di Irak, Turki,
Yordania, dan Iran…ingat kan, tahun lalu Indonesia pun pernah ditawari minyak murah oleh ISIS.

image

ISIS masih mengandalkan metode primitif buat memproduksi minyak dari ladang mereka kuasai.
Alhasil, jumlah di hasil lebih sedikit
ketimbang sebelum konflik meletup di Irak dan Suriah. Meski begitu, ISIS mampu menghasilkan maksimal USD 3 juta saban hari dari kilang-kilang minyak di Irak dan Suriah atau sekitar USD 1 miliar setahun. Jika
digabung dengan hasil dari kegiatan-kegiatan haram lainnya, ISIS dapat meraup sampai USD 1,4 miliar hingga USD 1,5 miliar tiap tahun ( 15 triliun rupiah ).

Walau telah menjelma menjadi kelompok ekstremis paling tajir sejagat, tentu saja tidak mudah bagi ISIS menjalankan pemerintahan di enam provinsi, yakni Raqqa, Dair az-Zour,
Salahuddin, Diyala, Anbar, dan Ninawih. Sebab perlu anggaran sangat besar untuk melayani wilayah seluas Belgia dan dihuni delapan juta orang (lima juta di Irak dan tiga juta di Suriah).
Kebanyakan dari anggaran tahunan ISIS bakal terserap untuk proyek perbaikan dan pembangunan kembali infrastruktur. Total anggarannya melebihi dari pendapatan ISIS.
Contohnya, anggaran resmi provinsi Salahuddin tahun ini USD 409 juta, Anbar USD 1,153 miliar di 2010, anggaran Provinsi Diyala pada
2012 USD 123 juta, dan USD 840 juta buat anggaran Provinsi Ninawih tahun lalu. Totalnya di Irak saja USD 2,6 miliar per tahun.
Sulit untuk memperkirakan anggaran di Suriah karena tiap provinsi tidak bebas menentukan anggaran pendapatan dan belanja mereka.
Pemerintah Suriah tahun ini menetapkan anggaran USD 8,18 miliar.
Dengan kekurangan anggaran begitu besar, ISIS mesti menekan angka defisit. Jika ISIS mengutamakan perluasan wilayah, anggaran- anggaran buat proyek perbaikan dan rekonstruksi bakal kian berkurang. Tentu saja
ini bakal menjadi senjata makan tuan. ISIS bakal mendapat penolakan dan pemberontakan dari penduduk di wilayah kekuasaan mereka.

Nah, para pemirsa yang budiman, itulah sedikit pengetahuan tentang ISIS, darimana dia mendapatkan uang untuk biaya ” jihad” versi mereka.

Berjihad ” memakai uang haram, bagaimana pendapat anda ?

Selengkapnya : baca disini

Iklan

One thought on “KONTROVERSI ISIS : EKTRIMIS PALING TAJIR SEJAGAT – BERAPA KEKAYAAN ISIS ?”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s