NO VALENTINE DAY – PEMPROV JABAR HINGGA WALIKOTA SURABAYA TOLAK VALENTINE DAY

image

M2000 – Valentine day yang merupakan hari kasih sayang oleh sebagian orang barat ternyata oleh sebagian orang timur dianggap sebagai hari sex bebas. Kecuali oleh orang-orang timur yang kebarat-baratan, hari valentine day tetap mereka rayakan .

Diberbagai daerah, dari ormas sampai pemerintah ikut menyuarakan penolakannya terhadap perayaan hari valentine ini, karena tidak sesuai dengan budaya timur dan tentu saja bertentangan dengan norma agama oleh sebagian besar pemeluk agama di negara ini yaitu Islam.

Dan berikut sejumlah penolakan dari perwakilan pemerintah yang berhasil kami himpun,

1. Dinas Pendidikan Jawa Barat
Dinas pendidikan Jawa Barat melarang siswa untuk merayakan valentine yang jatuh pada 14 Februari.
Hari kasih sayang itu dinilai identik dengan seks bebas. Pelarangan itu sudah diedarkan Disdik Jabar kepada seluruh Disdik di kabupaten/kota
Bandung tertanggal 13 Februari 2015.
Salinan surat edaran itu juga sudah beredar di media sosial seperti twitter dengan nomor 033/955-set disdik.

image

Plt Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi menerangkan, jika perayaan valentine dibiarkan terhadap siswa/i-nya itu
dikhawatirkan hanya akan mereka membiarkan untuk menunjukkan kasih sayang yang salah.
Sehingga itu akan berpotensi menjurus kepada seks bebas.
“Kami melarang siswa untuk merayakan
Valentine,” terang Ahmad kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/2).
Dia mengaku, Indonesia saat ini masuk dalam darurat seks bebas.
Dia meminta kepada guru di Jabar untuk mengawasi siswanya agar tidak merayakan valentine yang tidak cocok diterapkan di Indonesia.
“Bisa lebih baik kalau kegiatannya
diarahkan menyantuni fakir miskin atau kepada orangtua untuk memberikan kasih sayangnya,” jelasnya.

2. DPRK Banda Aceh

image

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh,
Farid Nyak Umar mengimbau kepada seluruh warga Banda Aceh, khususnya anak-anak muda agar tidak merayakan Valentine Day.
Valentine Day bukanlah berasal dari Islam dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.
“Merayakan Valentine Day adalah bukti mental kita masih terkungkung oleh ideologi-ideologi penjajahan. Padahal, kita sudah seharusnya merdeka dari berbagai bentuk serangan pemikiran dan menjunjung tinggi nilai -nilai agama,” ujar Farid Nyak Umar, Jumat (13/2) ( merdeka.com )
Menurutnya beragam ekspresi yang ditunjukkan oleh pasangan remaja untuk membuktikan cinta dan kasih sayang pada saat Valentine Day. Seperti, tukar menukar coklat dan bunga, bahkan ada dengan melakukan seks bebas.
Perilaku tersebut harus dicegah, karena dapat merusak akhlak dan menggerus kearifan lokal masyarakat Aceh yang sangat kental dengan nilai-nilai agama.
“Kita berharap kawula muda Islam di Aceh umumnya dan Banda Aceh khususnya agar membentengi diri dari berbagai serangan pemikiran, semacam Valentine Day ini yang para ulama sendiri juga telah mengharamkannya,” ujarnya politis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dikatakannya, untuk berkasih sayang, Islam telah memberikan kita mekanisme menyalurkan kasih sayang yang sesuai dengan prinsip Syariat, sehingga tidak menjadi maksiat.

3. Walikota Surabaya Tri Risma melarang keras Valentine Day

image

Momentum tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day,
dipastikan tidak akan dirayakan di Kota
Surabaya, Jawa Timur. Sebab, pemerintah setempat melarang para pelajar di Kota Pahlawan ini, untuk merayakan hari kasih sayang tersebut.
Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 421/1121/436.4/2015 tentang larangan
perayaan Valentine Day di Kota Pahlawan.
Larangan tersebut, berlaku tidak hanya di dalam sekolah, tapi juga di luar sekolah.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melalui Dinas Pendidikan Kota mengatakan, surat edaran yang ditujukan kepada seluruh wali
murid SMP, SMA, dan SMK tersebut, sebagai kontrol moral bagi pelajar di Kota Pahlawan.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M Ikhsan, untuk menjaga para pelajar agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma sosial.
“Melalui surat edaran ini dibuat sebagai
kontrol para pelajar agar tidak menggelar acara yang melampaui batas,” kata Ikhsan kepada wartawan, Jumat (13/2).

4. Ridwan Kamil juga melarang
Selain Walikota Surabaya Bu Risma yang melarang kegiatan perayaan Valentine Day, Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil) juga melarang keras anak muda di kotanya merayakan Valentine. Semuanya telah ditulis lewat surat yang dikeluarkan langsung oleh Pak Wali Bandung tersebut.
Tujuan pelarangan Hari Valentine ini sebenernya untuk melindungi muda-mudi di Indonesia agar tidak terjerumus ke Hal-Hal negatif tanpa sepengetahuan mereka.

Mantap kan, Seandainya semua pemimpin di Negeri ini seperti Bu Risma dan Pak Emil, tentunya banyak generasi muda kita yang terselamatkan.

image

Bagaimana pendapat pemirsa sekalian ???

Library : berbagai media

Iklan

3 tanggapan untuk “NO VALENTINE DAY – PEMPROV JABAR HINGGA WALIKOTA SURABAYA TOLAK VALENTINE DAY”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s