APA ALASAN MEREKA BERGABUNG DENGAN ISIS – SALAH SATUNYA ADALAH GAJI 150 JUTA PERBULAN

image
Peta rencana perluasan daerah kekuasaan ISIS - Indonesia masuk daftar lho

M2000 – Bicara soal ISIS sekarang ini memang tak ada habisnya.
Mungkin bagi yang tidak menyukai berita tentang hal itu ,maka akan melewatkan begitu saja, tapi bagi yang mengikuti perkembangannya dan utamanya pemburu berita , maka hal ini tidak akan disia-siakan , dan merupakan bagian dari sejarah dan kita lah saksi sejarah saat ini.

Fenomena mendukung ISIS dari berbagai penjuru dunia ,bukanlah isapan jempol belaka, tercatat warga Italia, Australia, Belanda bahkan Amerika pun berbondong-bondong menuju Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Kenapa mereka rela bergabung dengan ISIS , apa yang membuat mereka sepertinya suka rela menempuh ribuan kilometer hanya untuk bergabung dengan dengan ISIS , berikut beberapa alasan mereka ,

1. Dapat gaji hingga Rp 150 juta
Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Inspektur Jenderal Arief Dharmawan menyatakan tidak semua WNI yang hijrah ke Suriah atau Irak murni berperang demi alasan ideologis. Sebaliknya, ISIS lewat media
propagandanya juga menyediakan gaji bulanan untuk setiap anggotanya.
Selain bertempur, simpatisan ISIS asal luar negeri tiba ke area konflik, utamanya markas mereka di Kota Mosul, Irak, diberi pekerjaan yang mendapat bayaran rutin.
“Bisa bekerja di dapur umum atau pekerjaan lain yang mendukung upaya perang mereka,” ujarnya.
Gaji mereka bisa setara Rp 39 juta per pekan, atau Rp 150 juta per bulan. Bayaran para pekerja ISIS ini dalam Dollar Amerika.
Maka tak heran, lebih dari 3.400 warga negara Barat dilaporkan bergabung.
“Iming-iming uang ini juga menarik orang-orang Australia, Belanda, dan negara Eropa lain bergabung dengan ISIS,” kata Arief.
Rata-rata mereka adalah orang yang belum mempunyai pekerjaan tetap, apalagi gaji 150 juta perbulan tentunya sangat menggiurkan .

2. Jaminan kesejahteraan anak-anak
ISIS diduga kuat mempengaruhi emosi para simpatisannya agar mereka datang tidak hanya seorang diri dan berani membawa keluarga, termasuk yang masih kecil.
Pada kasus hilangnya 16 WNI di Turki contohnya , dua di antarnya masih balita, sedangkan lima adalah anak-
anak. Ini masih berkaitan dengan kebutuhan bulanan yang ditanggung oleh jaringan Abu Bakar Al-Baghdadi.
“Jika bertahan hidup pun bisa mendapat
kehidupan yang lebih baik,” kata Arief
Dharmawan dari BNPT.
Modus tak jauh beda terjadi pada 6 WNI yang ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak berangkat ke Suriah pada 26 Desember 2014 lalu.
Mereka terdiri dari 4 orang laki-laki dan dua orang perempuan.
Keenam orang tersebut tiga di antaranya sekeluarga, terdiri atas ayah, ibu, dan seorang anak kecil perempuan di bawah umur.
“Keduanya mengatakan rumah di sana
(Makassar) sudah dijual. Tabungannya ada sekitar USD 9.000 dan itu hasil jual rumah,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan.
Belakangan diketahui, ternyata ISIS membuka sekolah khusus bagi pejuang yang membawa anak dari negara asalnya.

image
Kamp pelatihan khusus anak-
anak juga dibuka di Kota Raqqa, Suriah.

3. Jemput bola , kirim dana ke Indonesia
September 2014, BIN dan Kepolisian mencokok empat WNA dengan paspor palsu Turki di Sulawesi Tengah. Mereka adalah kurir yang hendak mengirim dana perjuangan kepada simpatisan di Tanah Air.
Peneliti terorisme dari S2 Kajian Stratejik Intelijen UI Ridlwan Habib mengatakan ini adalah mekanisme jemput bola. Warga asing Turkistan itu memberi sinyal, bahwa siapapun di Indonesia yang siap berangkat akan didanai.
“Mereka diduga kuat akan memberikan dana sekaligus melihat langsung peta kekuatan kelompok Mujahidin Indonesia Timur sebagai bahan laporan ke amirnya Abu Bakr Al Baghdadi,” ujarnya.
Sasaran utama bantuan dana ini masih
jaringan sel teror yang lama bercokol di
Indonesia. Khususnya kelompok Santoso di Poso.

Pengiriman dana melalui wire transfer atau perbankan sudah tidak dilakukan lagi. Sebab, mudah dideteksi oleh aparat keamanan. Karena itu, prosedurnya kembali ke cara klasik yakni cash and carry.

4. ISIS punya negara dan kekuasaan
Bagi penganut paham radikal, ISIS bahkan sudah melampaui perjuangan Al Qaidah pimpinan mendiang Usamah Bin Ladin.
“Bin Ladin itu masih wacana, enggak punya wilayah sementara ISIS itu sudah negara minus pengakuan internasional,” kata Mbai awal pekan ini.
Status itu yang membuat simpatisan ide
Negara Islam memandang ISIS merupakan kemajuan besar dibanding perjuangan lain.
Khilafah gaya baru ini pun sanggup
menandingi militer resmi.
“Militernya lebih unggul dibanding militer Irak. Di Suriah itu berkembang,” kata Mbai.

5. Pejuang asing dapat budak seks
Bagi pejuang asing yang rela bergabung, ISIS menawarkan budak seks. Tawaran itu bahkan masuk dalam materi propaganda internasional khilafah gaya baru ini.
Sempat muncul sebuah pamflet berisi ajakan bagi ‘ukhti’ yang berminat melamar posisi pemuas seks kelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia di Masjid Fathullah UIN Jakarta .
“Itu sangat mendeskriditkan, itu menghina Islam, tidak ada wanita rela menyerahkan kehormatan dengan iming-iming surga. Sangat menghina ajaran Islam tidak seperti itu,” kata
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Praktik budak seks ini pun dilaporkan benar-benar terjadi di Irak. Korbannya adalah kaum perempuan etnis Yazidi. Mereka dipaksa melayani nafsu bejat pejuang ISIS asal Eropa dan AS.
“Ada bagian dari diri saya menyatakan ingin mati saja. Tapi di bagian lain saya masih berharap bisa memeluk orangtua saya sekali lagi,” kata salah satu korban yang baru berusia 17 tahun kepada Koran La Republic lewat sambungan telepon.
Kesaksian serupa juga diberikan Samra
Kesinovic (17 tahun) dan Sabina Selimovic (15 tahun) asal Austria. Walau niatnya berjuang bersama ISIS, mereka malah dipaksa menikahi beberapa pejuang asal Chechnya.

image

Ternyata ada niat lain yang mempengaruhi mereka untuk rela menempuh ribuan kilometer ke wilayah konflik .
Karena kalau tidak ada iming-iming , logikanya mana ada orang merdeka yang mau hidup di daerah konflik .
Kecuali niatnya memang untuk jihad , misalnya ke Palestina.

Selengkapnya baca disini

Iklan

3 tanggapan untuk “APA ALASAN MEREKA BERGABUNG DENGAN ISIS – SALAH SATUNYA ADALAH GAJI 150 JUTA PERBULAN”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s