4. Ahmadiyah
Selain ketiga ajaran agama tersebut,  di Sumsel juga masih berkembang aliran Ahmadiyah. Padahal, aliran ini sudah dinyatakan sebagai aliran sesat dan
menyesatkan.
Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel Saefuddin Latief mengungkapkan, dari pantauan, pengikut Ahmadiyah terus menyebarkan ajarannya kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang buta terhadap agama.
“Ada beberapa aliran yang kita pantau, selain AKI ada juga Ahmadiyah yang tetap menyebarkan ajarannya,” ungkap Saefuddin.
Namun, keberadaan pengikut Ahmadiyah tersebut sulit terpantau. Sebab, mereka menyebarkan ajarannya secara sporadis dan sembunyi-sembunyi. Meski demikian, cukup
banyak warga yang terpikat masuk ke aliran tersebut.
“Kami tidak tahu berapa jumlah penganutnya, tapi cukup banyak dan menyebar di Sumsel,” kata Saefudin lebih lanjut.
Dia menambahkan, Ahmadiyah resmi dilarang berdasarkan keputusan bersama tiga menteri. Karena desakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, Gubernur Sumsel waktu itu dijabat oleh Mahyudin juga mengeluarkan surat keputusan pelarangan terhadap Ahmadiyah
yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumsel Nomor : 563/KPTS BAN.KESBANGPOL & LINMAS/2008.
Dalam keputusan itu, Ahmadiyah harus
menghentikan segala aktivitas mereka dalam wilayah Sumsel yang mengatasnamakan Islam dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Berdasarkan data-data yang admin rangkum tersebut , semoga pemirsa semua bisa lebih berhati-hati lagi dan laporkan ke pihak yang berwenang jika pemirsa menemukan kejanggalan-kejanggalan suatu aliran agama atau kepercayaan tertentu disekitar tempat tinggal masing-masing.
Jangan sampai kita terjerumus kedalam organisasi atau aliran tersebut.

Semoga bermanfaat,

Wassallamu’allaikum, …

Library : merdeka.com

Iklan