PERTALITE AKAN MENGGANTIKAN PREMIUM – APA ALASANNYA ?

image

M2000 – Seperti kita ketahui bersama, isu penghapusan premium sudah mengemuka beberapa hari terakhir .
Mengenai apa pengganti premium dengan bensin jenis lain pun sekarang sudah terjawab.

Tepatnya bulan mei nanti PT Pertamina akan memperkenalkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru yakni Pertalite.
BBM yang disebut-sebut beroktan RON 90 ini diklaim memiliki kualitas jauh di atas Premium yang beroktan RON 88.
Harga jualnya sendiri akan berkisar Rp
8.000-8.300 per liter. Produk ini akan diperkenalkan pertama kali di Jakarta Pusat.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, pemerintah tidak ikut campur soal harga Pertalite. Penetapan harga
BBM jenis baru ini diserahkan sepenuhnya
pada Pertamina. Alasannya, ini bukan produk yang disubsidi negara.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian
ESDM IGN Wiratmaja mengatakan kehadiran Pertalite hanya untuk mengatasi masalah disparitas harga Premium dan Pertamax.
“Ini terobosan bagus karena perbedaan harga Premium dan Pertamax terlalu lebar, jadi ada varian,” kata Wiratmaja.

Saat ini baik pemerintah maupun Pertamina rajin mempromosikan Pertalite. Tujuannya agar pengguna Premium beralih ke Pertalite.
Segudang alasan dipaparkan pemerintah dan Pertamina. Namun, tidak satu pun yang
didasarkan atas kebutuhan rakyat.

Dan berikut alasan di balik lahirnya Pertalite,

1. Demi setara Eropa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Sofyan Djalil mendukung langkah Pertamina
membuat BBM baru yang lebih baik kualitasnya daripada Premium. Walau lebih
mahal, ini memberi dampak lebih baik pada
lingkungan dan Indonesia bisa sejajar dengan Eropa.
“Kita harus ikuti RON 92, 95 seperti standar
Eropa karena baik untuk lingkungan “,,tuturnya.

2. Sesuai permintaan produsen otomotif

image

Vice President Fuel Marketing Pertamina Muhammad Iskandar menuturkan, produk baru itu akan menjadi alternatif pilihan
bagi masyarakat.
” Ini produk sesuai rekomendasi pasar,”
ujarnya.
Pasar yang dimaksud tak lain produsen
otomotif yang beroperasi di dalam negeri. Dia menegaskan, produk ini bukan sebagai
pengganti Premium.
“Melaunching Petralite tidak menghapus Premium hanya menambah varian produk.
Sesuai dengan tuntunan dan rekomendasi dunia otomotif,” jelas dia.
“Ron 88 ke 92 gapnya tidak jauh lagi, Posisi
ini paling tepat,  dan sesuai dengan permintaan dari produsen otomotif “, katanya menegaskan.

3. Ikuti negara lain
Walaupun kemarin dibantah, namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat membenarkan rencana penghapusan Premium. Sebagai gantinya akan ada bahan bakar baru yakni Pertalite.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan
penghapusan ini bertujuan memperbaiki tata kelola migas lebih baik. Pasalnya, BBM baru ini akan diolah (blending) di dalam negeri.
“Ada 2 aspek nih soal Premium. Di banyak
negara (Premium) sudah tidak digunakan dan kedua Premium itu dalam prioritas pengadaannya membuat Pertamina tergantung pada tender di luar karena harus diblending di luar,” ujarnya saat ditemui di kantor presiden.
Sudirman menegaskan, BBM baru ini sama
dengan Premium dan Pertamax yakni tidak
mendapat subsidi. Dia menambahkan rencana ini sejalan dengan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas di mana mendorong penggunaan energi bersih.

4. Agar mesin bagus
Menko Perekonomian Sofyan Djalil mempromosikan kualitas Pertalite yang
disebut-sebut di atas Premium yang hanya
beroktan RON 88. Masyarakat dianjurkan
menggunakan Pertalite agar bahan bakar
kendaraan lebih efisien dan baik untuk mesin.
“Semakin tinggi oktan baik untuk mesin, Kalau mahal, ya pakai Premium saja “,
ujarnya di Jakarta, kemarin.
Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut angkat bicara .Menurut JK sapaan akrabnya, kehadiran Pertalite merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kualitas bahan bakar.
“Premium itu masih RON 88 harus ditingkatkan, itu berguna untuk memperbaiki
kelancaran kendaraan masing-masing karena premium oktannya rendah, dan karena kualitasnya lebih baik dari Premium maka otomatis harganya juga lebih tinggi. “, kata JK.

5. Demi lingkungan
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengapresiasi terobosan Pertamina melahirkan Petralite. Salah satu alasannya, produk ini dapat mengurangi polusi kendaraan. Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintahan Jokowi untuk mengurangi gas emisi rumah kaca.
“Itu bagus. Semakin tinggi oktan semakin
bagus pembakaran semakin hemat energi kan bagus untuk lingkungan,” kata dia.

Dari berbagai alasan pemerintah tersebut , tidak ada satupun yang pro rakyat, misalnya pertalite tetap diluncurkan , sebagai alternatif pengganti premium, dan premium tetap di subsidi.
Beberapa kenalan admin yang kesehariannya menggunakan mobil pribadi memang mengatakan kalau memakai pertamax memang kemahalan , maka mereka tetap menggunakan premium, walaupun sebenarnya mereka juga tahu kalau Premium memang kurang bagus buat mobil mereka.

Nah, seharusnya atau boleh dikatakan saran dari admin untuk pemerintah.
Pertalite tetap diluncurkan dengan harga dikisaran antara premium dan pertamax, dan premium tetap disubsidi , sepertinya itu lebih baik.
Contoh , harga premium setelah disubsidi adalah 6000 sedangkan pertamax 8000 , maka harga pertalite di angka 7000 , maka diprediksi dan diharapkan pengguna mobil pribadi akan menggunakan pertalite , toh harga hanya selisih 1000 tapi mendapatkan kualitas BBM yang lebih baik.
Dengan demikian , yang katanya BBM bersubsidi banyak di sedot oleh mobil pribadi akan berkurang…minimal lebih tepat sasaran.

Admin sih yakin , bukan hanya mobil pribadi yang akan menggunakan pertalite ini, tapi juga pemilik motor keluaran terbaru yang rata-rata ber’cc besar akan beralih ke pertalite ini, karena yang paling sering kita jumpai di pasaran, mereka biasanya mengoplos antara premium dan pertamax.
Nah, kalau sudah ada Pertalite , ngapain susah-susah mengoplos.

Library : merdeka

Iklan

3 tanggapan untuk “PERTALITE AKAN MENGGANTIKAN PREMIUM – APA ALASANNYA ?”

      1. yg pake mesin genset ron 70 wkwkwk…
        kalo mo hapus, hapus skalian premium… pake pertamax yg harganya jelas… krn negara lain juga g ada yg pake premium

        Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s