INI DIA URUTAN PROSEDUR EKSEKUSI – BERAPA SIH PELURU YANG DIPAKAI ?

image
Ilustrasi hukuman mati oleh regu tembak

M2000 – Seperti kita ketahui, hari ini 29 april 2015 dilaksanakan eksekusi mati pada 8 terpidana mati , setelah 1 orang yaitu Mari Jane asal Filiphina terpaksa ditunda karena permintaan langsung dari pemerintah Filiphina ( Polisi Filiphina ) , setelah ada pengakuan langsung makelar trafiking yang melibatkan Mari Jane ( baca : Mari Jane korban trafiking ).
Dan Joko Widodo melalui Jaksa Agung mengabulkan permintaan untuk menunda eksekusi Mari Jane.

Hari ini juga , regu tembak Brimob Polda Jateng telah melakukan eksekusi mati terhadap delapan terpidana mati.
Tim eksekutor terdiri dari Satu regu tembak yang berjumlah 12 orang dan satu komandan , jadi berjumlah 13 orang setiap regunya.
Dan satu terpidana mati menghadapi satu regu tembak.
Tentu publik bertanya-tanya berapa peluru yang digunakan oleh regu tembak yang berjumlah 12 orang ( 12 senapan ) itu ?
Apakah semuanya di isi full peluru , atau hanya satu saja , supaya penembak tidak tahu peluru siapa yang membunuh korban eksekusi ?
Ini masuk akal sekali, karena bagaimanapun semua adalah manusia biasa yang juga punya nurani , merasa bersalah ( berdosa ) kalau membunuh orang yang tidak melawan.

Nah inilah jawabannya ?

Berdasarkan Perkap no 12 tahun 2010/UU
nomor 2/PNPS/1964/Kejagung tentang hukuman mati, ternyata tak semua senjata
diisi peluru tajam. Hanya tiga senapan laras
panjang diisi peluru tajam, sementara sembilan senapan lain diisi peluru hampa.
Nah sudah jelas kan , hanya 3 saja peluru tajam yang ditanam di antara 12 senapan tersebut , artinya siapa yang membunuh pun , para eksekutor tidak akan pernah tahu…karena mereka juga tidak tahu senapan mana yang diisi peluru tajam.
Untuk eksekusi di Nusakambangan hari ini tim eksekutor terdiri dari 14 orang per regu , artinya 3 peluru tajam dan 10 peluru hampa yang digunakan.
Terus bagaimana jika dalam satu tembakan itu terpidana mati tidak mati ?
Simak terus ya…karena nanti akan ada penjelasannya lebih lanjut.

Dan berikut rangkaian persiapan dan pelaksanaan hukuman mati menurut undang-undang tersebut :

1. Maksimal tiga hari sebelum pelaksanaan,
terpidana harus sudah diberitahu.
2. Terpidana berhak menyampaikan pesan
terakhir.
3. Terpidana datang ke lokasi dengan pengawalan secukupnya didampingi rohaniwan.
4. Terpidana berhak memilih hendak ditutup
matanya atau tidak.
5. Regu penembak menempati posisi dengan senapan laras panjang, berisi tiga peluru tajam dan sembilan peluru hampa.
6. Jarak tembak lima hingga sepuluh meter.
7. Dokter memberi tanda berwarna hitam pada baju terpidana tepat pada posisi jantung sebagai sasaran tembak.
8. Komandan pelaksana menghentakan pedang mengisyaratkan regu tembak untuk menembak serentak.
9. Komandan pelaksana, juga eksekutor, dan dokter memeriksa terpidana.
10. Jika masih ada tanda kehidupan, eksekutor memerintahkan komandan pelaksana melakukan penembakan pengakhir.
11. Eksekusi selesai jika dokter menyatakan
sudah tidak ada tanda kehidupan pada terpidana.

Sudah jelas kan, eksekusi akan dihentikan setelah tim dokter menyatakan sudah tidak ada tanda kehidupan pada terpidana mati , artinya akan diulang lagi jika terpidana belum mati pada putaran pertama.

Bagaimana jika yang kedua pun terpidana belum mati ?
Wah , sepertinya tidak perlu dijawab deh, memangnya ini di film.
Belum pernah kejadian terpidana mati ditembak ‘gak mati-mati…kecuali di film.

Library : merdeka.com

Iklan

2 tanggapan untuk “INI DIA URUTAN PROSEDUR EKSEKUSI – BERAPA SIH PELURU YANG DIPAKAI ?”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s