Fakta dan kronologi bentrokan antara TNI AU dan Kopassus di Sukoharjo

image

M2000 – Pemirsa, seperti kita ketahui bersama beberapa hari yang lalu , peristiwa memalukan oleh anggota aparat kembali terjadi.
Bagaimana tidak memalukan , kejadian bentrok dua kubu adalah semuanya aparat atau tentara, yaitu antara anggota Kopassus dan anggota TNI AU.
Dan naasnya, satu anggota TNI AU meninggal dunia.

(Danjen Kopassus), Mayor Jenderal Doni Monardo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya satu dari 4 anggota TNI AU yang dikeroyok anak buahnya. Dia berjanji akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan serta menyantuni keluarga korban yang tewas.

Dan berikut fakta-fakta tentang bentrokan tersebut :

1. Pulang karaoke, 4 anggota TNI AU babak belur dikeroyok 25 orang
4 anggota TNI AU, dikeroyok sekelompok orang tak dikenal, usai keluar dari tempat karaoke Bima, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (31/5) sekitar pukul 03.00 WIB.
Akibat kejadian itu mereka mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dr Oen, Solo Baru.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan keempat personil TNI AU tersebut berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Keempat Letda WJ, asal Jakarta, Pelda TG, asal Madiun, Serma ZK asal Ciracas dan Sertu AN asal Magetan.
Namun belum diketahui mereka berasal dari kesatuan TNI AU mana.
Menurut sejumlah saksi sebelum kejadian tersebut mereka sempat terlibat adu mulut. Namun, 4 korban langsung dikeroyok oleh sekitar 25 orang lebih.
“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendengar ada kasus pengeroyokan anggota TNI AU. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan DENPOM, Surakarta. Karena ini melibatkan anggota TNI,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai ( merdeka.com ).
Dia mengaku Polres Sukoharjo juga telah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Pihaknya juga memeriksa rekaman dari kamera CCTV yang ada di lokasi kejadian milik tempat karaoke.

2. Anggota TNI AU korban pengeroyokan di Sukoharjo meninggal dunia
Anggota TNI Angkatan Udara, Serma Zulkifli (39) menghembuskan napas terakhirnya di di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta sekitar pukul 21.30 WIB. Zulkifli merupakan korban dari aksi pengeroyokan di sebuah Kafe kawasan Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (31/5) dini hari.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong mengatakan jenazah Zulkifli dipulangkan ke daerah asalnya di Ciracas, Jakarta Timur dengan pesawat Hercules A-1327 dari Lanud Adisutjipto, Selasa . Korban merupakan anggota Bintara Sarban Dinas Logistik dari Mabes AU.

“Ya harus diakui dua-duanya salah. Aparat tidak boleh mengunjungi tempat terlarang,” pungkasnya.
Untuk mengantisipasi supaya tidak ada insiden lanjutan, pihak TNI AU sudah mengimbau anggota untuk tidak melakukan aksi balas dendam.

3. Pengeroyok TNI AU diduga anggota Grup II Kopassus
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong mengatakan pelaku diduga merupakan anggota kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah.
“Kita terus melakukan koordinasi, dan ada info telah menetapkan 12 tersangka. Mereka diduga anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartosuro,” katanya.

4. Anggota Kopassus pengeroyok 4 TNI AU diserahkan ke Denpom
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayor Jenderal Doni Monardo menyatakan pelaku yang mengeroyok 4 anggota TNI AU telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus yang melibatkan anggotanya tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman jumlah anggota yang terlibat dalam peristiwa tersebut, namun lima di antaranya sudah diserahkan ke Denpom untuk diperiksa,” ujar Doni saat dihubungi wartawan di Jakarta

Dan berikut kronologi kejadian pengeroyokan tersebut.

Kejadian bermula ketika 17 anggota TNI AU baru saja menggelar acara Semaba yakni, reuni bintara. Mereka kemudian melanjutkan ke Kafe Sukoharjo. Mereka melapor kepada keamanan setempat untuk bersantai. Saat masuk, di dalamnya terdapat sejumlah anggota Kopassus yang tiba terlebih dahulu.
“Biasa anak-anak muda habis reuni, izin security mau santai-santai. Di dalam ada anak-anak Kopassus, mungkin saling pandang dan salah paham,” katanya.
Dwi menduga, insiden antara dua korps TNI ini terjadi akibat spirit de corps yang berlebihan. Tak hanya itu, para pelaku diketahui masih muda dan ego sentris yang tinggi dituding menjadi penyebab perkelahian keduanya.
“Kalau pendidikan bareng sudah, kegiatan bersama juga sering. Ini karena spirit de corps yang tinggi, tapi kami pimpinan siap melakukan pembinaan,” tutupnya.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang melibatkan anggotanya dengan 17 personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Peristiwa itu telah menyebabkan satu dari empat anggota TNI AU yang terluka tewas.
“Betul, sudah ada pernyataan dari Kopassus yang meminta maaf,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Dwi Badarmanto saat dihubungi wartawan.

Menurut Dwi, kasus perkelahian ini melibatkan belasan anggota Kopassus. Dia memastikan proses hukum tetap berjalan dan saat ini kasusnya dalam proses penyidikan oleh POM TNI AU dan Kopassus.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s