Kasus pembakaran masjid di Papua SLOW RESPON

M2000 – Kasus pembakaran masjid di Papua oleh sejumlah oknum , yang disebut sebagai jemaat GIDI , memang masih menjadi pembicaraan serius berbagai kalangan.

Aksi yang bersifat anarkis tersebut, diduga memang sudah direncanakan, bahkan kini beredar luas di sosmed tentang surat edaran yang dikeluarkan oleh jemaat GIDI tersebut yang isinya memang ada pelarangan umat islam untuk berlebaran / sholat ied di wilayah tersebut.
Tentu jika surat edaran tersebut benar, maka pemerintah harus bertindak cepat dan tegas, jangan sampai berlarut-larut , jangan sampai konflik antar umat beragama seperti di Maluku terulang lagi.


Banyak pihak yang mengatakan jika surat edaran tersebut memang rekayasa .
Namun yang jelas-jelas nyata adalah pembakaran masjid tersebut memang sudah terjadi.
Pemirsa bisa membaca beritanya di beredar surat edaran jamaat GIDI yang melarang umat islam berlebaran di Papua agar bisa menyimpulkan.

image

Sebagai umat Islam, kita tentu harus tabayyun, kroscek ke berbagai pihak, sehingga kita akan mendapat info yang paling valid. Selain itu, kita juga hendaknya bersikap bijaksana dan objektif. Walau kita marah karena rumah ibadah kita dibakar, namun bukan berarti kita harus melampiaskan emosi secara membabi-
buta.

Surat dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tersebut isinya adalah :
1. Pemberitahuan bahwa mereka mengadakan seminar dan KKR Pemuda GIDI yg (menurutnya) tingkat Internasional.
2. Pelarangan kegiatan hari raya Idul Fitri (takbir dan shalat Ied) di seluruh wilayah Kab. Tolikara.
3. Jika umat Islam tetap ingin merayakan hari raya Idul Fitri,hendaklah merayakannya di luar Kab. Tolikara.
4. Pelarangan penggunaan jilbab.
5. Bahwa GIDI melarang pendirian tempat ibadah selain mereka, termasuk aliran Kristen yg lain (Katholik dan Protestan lainnya)
6. Surat tersebut ditanda tangani pada tanggal 11 Juli 2015.
7. Surat tersebut disampaikan juga kepada Bupati Tolikara, Ketua DPRD, Kepolisian Resor Tilikara, Komando Rayon Militer TNI.

Sekali lagi, surat tersebut memang terindikasi palsu alias rekayasa dari pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan umat di Papua.

Indikasi palsunya bisa dilihat dari :
1. Selama ini, kegiatan seminar, KKR, kebaktian dan kegiatan ibadah apa pun tidak pernah bermasalah dan saling mempermasalahkan.
2. Selama ini, tidak pernah ada pelarangan
perayaan hari besar agama. Terutama bagi umat Islam.
3. Umat Islam di Tolikara banyak yg berprofesi sebagai guru, aparat kepolisian, aparat militer, dan pedagang. Artinya, jika mereka benar-benar membuat pernyataan pelarangan mendirikan tempat ibadah dan menjalankan ibadah, mereka telah melanggar hukum adat mereka sendiri yg
sangat menghormati guru dan rohaniawan apa pun agamanya. Dan berkaitan dengan kehidupan pokok, mereka akan kehilangan dan kesulitan menjalankan kehidupan berkaitan dengan pasokan bahan makanandan lainnya mengandalkan jalur
perdagangan yg mayoritas dijalankan oleh umat Islam.
4. GIDI melarang pembangunan tempat ibadah agama lain selain GIDI (termasuk masjid dan gereja lain) ini adalah pernyataan yg sangat konyol. Hal ini justru melanggar hukum dan aturan di kalangan umat Kristiani itu sendiri.
5. Jika surat ditembuskan ke Bupati, Ketua DPRD, Kapolres serta Danramil, sudah tentu Pemerintah Daerah, Kepolisian dan aparat Militer TIDAK MUNGKIN akan tinggal diam karena di Papua, isu agama ini menjadi fokus utama.
Keharmonisan adalah hal yg sangat diperhatikan . Karena berkaitan dengan keberlangsungan pembangunan di Papua umumnya, di Kab. Tolikara khususnya.

Yang sangat disesalkan adalah respon dari pemerintah dalam masalah ini, terutama pernyataan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla yg mendiskreditkan umat
Islam dengan pernyataan bahwa sumber masalah adalah speaker masjid.

image

Sebagai warga negara Indonesia , kita tentu berharap agar seluruh masyarakat agar
mewaspadai pihak-pihak tertentu yg bermain, mengadu domba dan menjadikan sentimen agama sebagai komoditas politik, yg akan merusak stabilitas nasional.

#savepapua

baca juga : kronologi pembakaran masjid di papua oleh oknum GIDI

library : facebook.jonru

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
______________________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s