Siapa QARUN , orang terkaya yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an ( sejarah harta karun )

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana

image

M2000 – Di khalayak ramai , di masyarakat sering kita dengar bahwa ada harta yang tersimpan didalam bumi yang sangat banyak, dan biasa disebut harta karun.
Dan orang menghubung-hubungkan seorang yang konon sangat-sangat kaya raya yang bernama Qarun…benarkah demikian ?
…dan siapakah Qarun itu ?
Mari kita simak lebih lanjut siapa Qarun !

Qarun (Bahasa Arab ﻗﺎﺭﻭﻥ ) adalah salah seorang sepupu Musa, berasal dari Bani Israel.
Qarun disebut dalam Al-Quran sebanyak empat kali, dua kali di surah Al-Qasas, satu kali di surah Al-‘Ankabut dan satu kali di surah Al- Mu’min.
Qarun adalah orang yang sering memamerkan kekayaan.

Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu.
Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/ Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Menurut kisahnya, awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan kenyataannya , permintaan
tersebut dikabulkan oleh Allah.
Dikisahkan pula dalam Al-Qur’an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak.

Setelah menjadi kaya raya, Qarun menjadi orang yang sombong dan suka pamer kekayaan didepan umum.
Orang-orang kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahasia agar tidak diketahui orang lain , dan Qarun bisa saja membuat sebuah tempat besar yang tersembunyi untuk menampung kunci-kuncinya, tapi dia tidak melakukannya
karena dia ingin menunjukkan kekuatan dan
kekuasaannya.
Jadi kebiasaannya adalah membawa sepuluh orang kuat kemanapun dia pergi. Kesepuluh orang ini adalah pria-pria perkasa yang berotot kekar. Mereka mengikuti Qarun kemanapun dia pergi hanya untuk membawakan kunci-kuncinya.
Dan meskipun sudah dibawa sepuluh orang pria perkasa, tetap saja mereka merasa bahwa kunci- kunci Qarun terasa berat.

image

Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu
mengenakan pakaian yang berbeda setiap kali keluar rumah. Pakaian-pakaiannya merupakan jubah-jubah mewah yang paling mahal di zaman itu.
Dia juga punya banyak kuda, punya tentara
pribadi, punya pengawal pribadi , punya banyak istana, dan harta benda. Dengan kata lain , tidak terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.

Fir’aun sang penguasa saat itu adalah teman baik Qarun , karena itu Qarun juga bisa memainkan orang-orang, dia bisa melakukan apapun karena punya kekuatan.
Jika ada seseorang yang punya masalah dengannya, Qarun tinggal memberitahu Fir’aun maka habislah orang itu. Dia bisa membuat seseorang menjadi budak jika dia mau. Jadi tak seorang pun berani dengan Qarun. Dia adalah seorang tiran yang dijadikan Allah sebagai contoh di dalam Al-Qur’an.

Pada suatu hari, Qarun memilih pakaian
terbaiknya. Kemudian dia pergi ke pekarangan istananya yang luas dan dia berjalan-jalan sambil memilih-milih kudanya. Akhirnya pandangannya tertuju ke salah satu kuda miliknya sembari tangannya menunjuk.
Dia berkata kepada pelayannya “Kuda itu yang disana! Kuda yang memiliki bulu paling putih. Aku ingin menaiki kuda itu sekarang!” Mereka menghias kuda itu dengan berbagai macam pernak-pernik. Andaikan orang-orang di jalan melihat kuda putih itu, tentu mereka akan terkagum-kagum melihatnya.

image

Kemudian dia menaiki kuda putih itu dan berkata: “Tentara-tentaraku, datanglah kemari!” Kemudian dia menunjuk
tentara-tentara terbaiknya. Lalu tentara-tentara itu berbaris mengikutinya dari belakang.
Kemudian dia menunjuk sepuluh orang pria
kekarnya dan berkata “Bawalah SEMUA harta-hartaku! Hari ini aku ingin menunjukkan harta- hartaku pada orang-orang. Bawa semua emas, perak, perunggu, barang-barang mewahku, koleksi pribadiku, dan yang lainnya. Aku ingin kalian membawa semuanya. Bahkan kalian para
tentara juga harus membawanya! Ketika kita lewat, aku ingin semua orang terkagum-kagum melihat banyaknya hartaku.”

Jadi dia membawa semua harta karunnya,  ada begitu banyak rubi, permata, mutiara, emas, dan perhiasan dalam berbagai bentuk. Ketika dia berparade keliling kota dari istananya, orang- orang di jalan melihatnya. Dan orang-orang yang menginginkan yang hanya menginginkan dunia ini berkata “Lihatlah semua ini. Andai saja kita mempunyai apa yang Qarun miliki.” Mereka sangat menginginkan harta itu. Bayangkanlah, seluruh kota menyaksikannya. Di antara mereka
juga ada ahli agama. Mereka berkata “Jangan meminta seperti itu! Celakalah kamu! Sesungguhnya apapun yang Allah berikan kepadamu sudah cukup.”
Jadi ketika Qarun keluar membawa semua
hartanya dan orang-orang di jalan melihatnya dengan terkagum-kagum, Ada orang di sisi kanan dan ada di sisi kiri, sedangkan paradeQarun berada di tengah-tengahnya. Ketika dia
merasakan keangkuhan yang tertinggi dan
berpikir “inilah diriku!

Tiba-tiba Allah memerintahkan bumi untuk
menelannya! Jadi tiba-tiba bumi bergemuruh. Kemudian jalanan mulai retak. Kemudian retakan itu semakin membesar sehingga terciptalah sebuah lubang yang menganga. Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tentaranya, kunci-kuncinya, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan istananya! Dan orang-orang yang sedang
mengamati, beberapa dari mereka berlarian, tapi pada akhirnya mereka sadar bahwa bumi hanya menelan Qarun dan hartanya. Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada yang terjadi. Orang-orang sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-orang dan
Qarun tentang siapa Raja yang sesungguhnya.

Semua itu tertulis dan ada dalam Al-Qur’an surah Al-Qashash, terutama pada ayat 76 hingga 83:

inna qaa ruuna kaa na min qawmi muusaa
fabaghaa ‘alayhim waaa taynaa hu mina
alkunuuzi maa inna mafaa tih ahu latanuu-u
bial’ush bati ulii alquwwati idz qaala lahu
qawmuhu laa tafrah inna allaa ha laa yuh ibbu alfarihiina
“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa , maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu
terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang terlalu
membanggakan diri”
* Qarun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa a.s.”
(Q.S. Al-Qashash, 76).

waibtaghi fiimaa aataa ka allaa hu alddaa ra al-aakhirata walaa tansa nash iibaka mina
alddunyaa wa-ah sin kamaa ah sana allaa hu ilayka walaa tabghi alfasaa da fii al-ardh i innaallaa ha laa yuh ibbu almufsidiina
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan.”
(Q.S. Al-Qashash, 77).

qaa la innamaa uutiituhu ‘alaa ‘ilmin ‘indii awalam ya’lam anna allaa ha qad ahlaka min qablihi mina alquruuni man huwa asyaddu minhu quwwatan wa-aktsaru jam’an walaa yus-alu ‘an dz unuubihimu almujrimuuna
Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya
diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.
(Q.S. Al-Qashash, 78).

fakharaja ‘alaa qawmihi fii ziinatihi qaala
alladz iina yuriiduuna alhayaa ta alddunyaa
yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaa ruunu
innahu ladz uu hazhzh in ‘azh iimin
“Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya . Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang
besar”.
* Menurut mufassir: Qarun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya.”
(Q.S. Al-Qashash, 79).

waqaa la alladz iina uutuu al’ilma waylakum
tsawaa bu allaa hi khayrun liman aa mana
wa’amila shaa lih an walaa yulaqqaa haa illaa alshshaa biruuna.
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.
(Q.S. Al-Qashash, 80).

fakhasafnaa bihi wabidaa rihi al-ardh a famaa kaa na lahu min fi-atin yansh uruunahu min duuni allaa hi wamaa kaa na mina almuntash iriina.
Maka Kami benamkanlah Karun beserta
rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada
baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
(Q.S. Al-Qashash, 81).

wa-ash baha alladz iina tamannaw makaa nahubial-amsi yaquuluuna wayka-anna allaa hayabsuth u alrrizqa liman yasyaa u min ‘ibaa dihi wayaqdiru lawlaa an manna allaa hu ‘alaynaa lakhasafa binaa wayka-annahu laa yuflihu alkaa firuuna
Dan jadilah orang-orang yang kemarin
mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah
tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita
benar-benar Dia telah membenamkan kita
(pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung
orang-orang yang mengingkari (ni’mat Allah)”.
(Q.S. Al-Qashash, 82).

tilka alddaa ru al-aa khiratu naj’aluhaa
lilladz iina laa yuriiduuna ‘uluwwan fii al-ardhi walaa fasaa dan waal’aa qibatu lilmuttaqiina
Negeri akhirat  itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Dan kesudahan (yang baik) itu adalah
bagi orang-orang yang bertakwa.
* Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan keni’matan di akhirat. Maksudnya: syurga.
(Q.S. Al-Qashash, 83)

( baca juga : Daftar orang terkaya sepanjang sejarah )

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum, …

library : lampuislam

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
______________________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s