Mitos – Gunung Slamet meletus , Jawa terbelah dua

image
Pemandangan gunung Slamet pada kamis malam 11 september 2014

M2000 – Setiap daerah pastilah punya legenda atau mitos sendiri-sendiri.
Kali ini admin akan membahas salah satu mitos yang ada pada gunung Slamet.

Gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut, disinyalir jika meletus, maka letusannya akan membahayakan makluk hidup di beberapa kota .

Seperti halnya gunung-gunung lain, Gunung
Slamet juga memiliki mitos yang menyebar
dari mulut ke mulut warga di lereng sekitarnya. Salah satu mitos yang akrab di
warga lereng Slamet yakni terbelahnya pulau Jawa jika gunung yang memiliki ketinggian 3.428 itu meletus besar.
Mitos ini banyak diyakini warga lantaran letak Gunung Slamet yang memang nyaris berada di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan.

Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa
ini juga letaknya berada di tengah-tengah
pulau Jawa.
Menurut cerita, jika Gunung Slamet meletus
besar maka akan membuat parit besar atau
selat yang menyatukan laut selatan dan utara.
Cerita ini sudah lama berkembang di warga
Banyumas dan sekitarnya.

Mitos ini kemudian dihubung-hubungan dengan ramalan Ki Jayabaya yang menyebut suatu saat Pulau Jawa akan terbelah dua. Entah ramalan atau mitos warga yang lebih dulu, namun kedua hal itu seolah menjadi tali temali satu sama lain. Bahwa pulau Jawa’akan terbelah dua dan Gunung Slamet adalah sumbunya.

Mitos tersebut jika dihubungkan dengan
Gunung Krakatau seolah bukan hal mustahil.
Gunung Krakatau yang terletak di selat Sunda pada tanggal 27 Agustus 1883 silam meletus dahsyat. Akibat letusan tersebut, tercipta awan panas dan gelombang tsunami yang’menyebabkan sekitar 36.000 jiwa tewas.
Konon suara letusan yang ditimbulkan dari
Krakatau itu terdengar sampai di Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika.

Para ahli menyebut daya Krakatau mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Para peneliti juga menyebut jauh sebelum
letusan tahun 1883, Krakatau pernah meletus hebat dan membuat Pulau Jawa dan Sumatera terpisah.

Lalu bagaimana dengan Gunung Slamet?
Pemberian nama Slamet sendiri diyakini
mengandung doa dan harapan.
Gunung Slamet diharapkan tetap membuat warga yang tinggal di lerengnya tetap selamat dan jauh dari mara bahaya.

______________________________________

Kerjasama blog :

Email : masshar2000@gmail.com
Pin : 74A6F873
______________________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s