Iklan
Oleh: masshar2000 | 6 Oktober 2015

Bagaimana masa depan Go-Jek , Akankah Go-Jek berakhir tragis

image

M2000 – Yang wajib kita percayai adalah bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, terlebih dalam dunia usaha.
Dalam hal ini adalah Go-Jek, selama dua bulan terakhir Gojek menjadi sangat fenomenal, seperti wabah yang cepat menyebar.

Dan perlu diapresiasi, bahwa dengan adanya Gojek ini, ribuan orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak di banding di sektor-sektor swasta lainnya ( baca : pabrik ).
Menurut data yang dipaparkan pengurus Gojek , saat ini driver Gojek lebih dari seratus ribu orang di seluruh Indonesia..wowww..sangat fantastis.
Dan yang menggiurkan adalah pendapatan dari seorang driver Gojek bisa mencapai 300 rb perhari.

Bahkan dalam tayangan TV swasta, seorang manajer sebuah restoran ternama saja , beralih menjadi driver Gojek , karena menurutnya penghasilan sebagai driver Gojek lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Dan yang paling menghebohkan adalah seorang pemain bola mantan punggawa Timnas Anang Ma’ruf pun kini ikut menjadi bagian dari ojek online terpopuler di Indonesia ini.

Apakah Go-Jek akan bertahan lama ?

Masa depan Go-Jek mungkin akan suram. Layanan utamanya, ojek, mungkin tak akan bertahan lama. Masa depannya juga akan bergantung pada pesaingnya, seperti Grab Bike dan Blu-Jek.

Hal itu dikemukakan oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko,  dalam acara bertajuk “Science and Technology Festival” di Bandung, Senin (5/10/2015).

Go-Jek, kalau mengandalkan user acquisition-nya, tidak mungkin sustain. Sebab, hal itu diperoleh dengan cara buang-buang uang,” kata Handoko.

Menurut dia, dengan tarif promo yang kini Rp 15.000 di luar jam sibuk, Go-Jek mengeluarkan dana miliaran untuk mempertahankan pemakai. Hal itu tidak sehat.
Handoko yang juga peneliti fisika teori dan pemerhati teknologi informasi mengatakan, usaha Go-Jek yang justru akan bertahan adalah Go-Food.
Menurut dia, Go-Food menjadi model bisnis baru dalam antar jemput sekaligus pemasaran makanan. Jumlahnya yang sedikit dan kecepatan antar menjadi keunggulan.

Dengan Go-Food, orang bisa masak di rumah untuk dijual. Tinggal daftarkan ke Go-Food. Semua orang, ibu-ibu, bapak-bapak, di rumah bisa jualan,” kata Handoko seperti dilansir dari Kompas.com.

Saat ini Go-Food telah menyediakan banyak jenis makanan. Makanan itu tidak hanya yang dipasarkan di restoran mewah, tetapi juga makanan yang biasa dijual di kedai kecil atau malah di pinggir jalan.

“Go-Food akan menjadi ancaman buat rumah makan yang high cost. Ancaman luar biasa. Orang tidak akan ke restoran kalau tidak ada tujuan kongko-kongko-nya,” jelas Handoko.

Handoko juga menuturkan, sifat Go-Food yang membuat mampu bertahan adalah dibutuhkan oleh dua pihak, yaitu konsumen dan produsen. “Kalau ojeknya kan hanya satu pihak,” katanya.

Hal yang bisa menyelamatkan layanan Go-Jek mungkin adalah Grab Bike.
Kalau Grab Bike mati cepat, Go-Jek akan survive,” kata Handoko.

Namun, bagi konsumen, jangan berharap banyak. Kalau Go-Jek bisa bertahan dan menjadi satu-satunya layanan, jangan harap tarifnya Rp 15.000 lagi. Siap-siap naik angkot lagi atau menjadi boros setiap kali naik ojek.
GO-JEK : An Ojek For Every Need

Bagaimana menurut pemirsa sekalian ?

_______________________________
Powered by : M2000 production
_______________________________

Iklan

Responses

  1. Menurut saya yang anti adanya gojek….sangatlah picik. Singkat kata, ada gadget ada gojek…..menumbangkan gojek jalan satu-satunya adalah MELARANG TEHNOLOGI INFORMATIKA masuk di negeri ini. Dan harus memusnahkan Triliunan Gadget yg berada ditangan masyarakat mulai balita sampai dengan kakek2. Barulah ojek online itu runtuh.basudewa

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: