Konflik Suriah memicu Perang Dunia Ketiga

image
Konflik Suriah, banyak kepentingan di negara ini

M2000 – Kita semua tahu, saat ini di Suriah sedang ada perang panas antara ISIS, FSA , pro Bassar Assad , NATO dan Pro Rusia.

Dari beberapa negara tersebut bisa dipetakan menjadi tiga kekuatan besar disana, yaitu ISIS , pro Amerika dan pro Rusia.
Tampaknya yang pro Rusia ini memang tidak main-main..terlebih Rusia sendiri baru dua pekan beraksi sudah melumpuhkan ISIS , bahkan diberitakan pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi tewas dalam sebuah serangan bom yang dilancarkan Rusia beberapa waktu lalu.

Rusia sendiri memang mentargetkan untuk menangkap pemimpin ISIS tersebut agar bisa ditangkap hidup-hidup , dan tentu saja ini akan mengangkat nama Rusia menjadi negara paling kuat di jagad , karena memang dimata dunia ISIS lah yang paling menjadi sorotan.
Sedangkan Amerika, apa yang bisa diperbuat Amerika selama di Suriah, hanya bisa melatih milisi lokal, dan seperti tak berdaya melawan ISIS.
Bisa kita bandingkan , 6 bulan Amerika di Suriah belum nampak membuahkan hasil, sedangkan Rusia , baru dua minggu sudah bisa melumpuhkan sebagian besar basis-basis ISIS.

Rusia bahkan menyindir Amerika ” Amerika bisa menemukan planet Mars , tapi mememukan persembunyian ISIS di Suriah saja tidak bisa “.
Jika Amerika mentargetkan akan memakan waktu 10 tahun untuk membasmi ISIS , Rusia bahkan mentargetkan hanya 4 bulan saja untuk menghancurkan ISIS…dan ini sebagian sudah terbukti dan bukan omong kosong.

Karena banyaknya negara yang berada di Suriah , maka bisa saja Konflik di Suriah akan menyulut perang dunia ketiga. Hal itu didasari pengamatan atas ketegangan internasional yang berpusat di Suriah.

Ketika pasukan yang dipimpin Amerika Serikat mengumumkan, mereka telah melakukan 24 serangan ke kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bahwa Rusia mengklaim sudah melancarkan 55 pukulan ke kelompok tersebut, dan Presiden Vladimir Putin menganggap serangan AS tak membuahkan hasil.

Namun, sejumlah kelompok pemberontak di Suriah mengklaim bahwa serangan udara Moskwa yang dibarengi serangan darat dari pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menyasar juga ke kelompok yang tak berhubungan dengan ISIS, termasuk pejuang yang dilatih AS.

Sementara itu, langit Suriah menjadi sangat ramai. Para komandan militer khawatir bentrokan kapal tempur, helikopter, drone, rudal, dan artileri kian meningkat dan bisa berdampak global.

Seorang pengamat militer memperingatkan bahwa sangat tidak mungkin menjelaskan secara logis mengenai kondisi lalu lintas udara yang demikian rumit tersebut.

Sejumlah arus lalu lintas militer di udara memunculkan kekhawatiran yang nyata. Sebuah pesawat akan ditembak jatuh akibat kesalahpahaman yang bisa menimbulkan bencana. Itu berarti kita kemungkinan menghadapi detik-detik eskalasi yang membawa kita pada ambang peperangan.”

Beberapa pesawat AS di atas langit Suriah telah meninggalkan target, dan bahkan bertaruh nyawa demi menghindari jet-jet Rusia. Gambar radar mengejutkan dari Komando Pusat AS di Qatar menunjukkan seberapa dekat jet F-16 milik AS dengan pesawat tempur Rusia, Su-34, di atas udara Suriah.

Komandan serangan udara AS, Letnan Jenderal Charles Brown, menyatakan, pesawat AS dan Rusia berada dalam jarak 20 mil (32,18 km). Dalam 20 detik, mereka bisa saling menyerang.

Sementara itu, kapal induk China, Lianoning, sudah mangkal di lepas pantai Suriah, dan siap meluncurkan pesawat tempur J-15 untuk melakukan serangan udara. China sendiri diketahui sebagai sekutu Rusia.

Pengamat negara Rusia dari Komunitas Henry Jackson, Dr Andrew Foxall, dikutip The Mirror online mengatakan, sebuah kesalahan sasaran bisa mengarah pada “insiden diplomatik berproporsi bencana”.

Peta konflik

Namun, yang paling mengkhawatirkan dan bisa menjadi mimpi buruk adalah bahwa perang tanding yang dilancarkan koalisi global anti-ISIS terhadap pasukan pendukung Assad milik Putin akan mengarah pada ambang konflik besar-besaran.

Rusia memiliki tujuan yang sangat berbeda dengan koalisi Nato yang mendukung demokrasi liberal serta perubahan rezim di Suriah,” kata Dr Foxall.

Kepentingan utama Kremlin adalah mempertahankan rezim pro-Rusia di Suriah,” lanjut dia.

Ketelibatan China akan berdampak lebih rumit. Dikhawatirkan, China melancarkan serangan udara terhadap ISIS sebagai kedok untuk menyerang pemberontak di Suriah.

Ada juga kekhawatiran Barat bahwa Rusia berusaha menyebarkan pengaruhnya di berbagai daerah di Suriah, terutama pada Muslim Syiah Irak dan Iran yang dibenci ekstremis seperti ISIS.

Irak kemungkinan mengikuti pemimpin Suriah yang meminta bantuan Rusia untuk melancarkan serangan udara terhadap ISIS. Hal itu merupakan hasil rencana mata-mata Putin yang dilakukan berbulan-bulan.

Iran sendiri sudah mengizinkan Rusia untuk terbang di wilayah udaranya. Dua aliansi rival yang kuat sudah muncul di Timur Tengah, mengingatkan pada sebuah formasi Perang Dunia I.

Ketegangan memuncak di tengah laporan bahwa pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Bahgadadi, telah diselundupkan ke tempat jauh dalam “kondisi yang tak diketahui” setelah konvoinya dibom oleh Angkatan Udara Rusia.

Putin mengecam Barat bahwa “mereka memerangi terorisme, tetapi tidak menunjukkan hasil.

Namun, mantan Sekjen Nato, Jaap de Hoop Scheffer, menyatakan kepada media Channel 4, “Saya pikir Putin pada akhirnya akan jatuh pada pedangnya sendiri…Dia akan menjadi anti-Kristus untuk setiap Sunni di Timur Tengah.”

Di bagian lain di perbatasan bagian barat Suriah, Turki bereaksi keras ketika Rusia melewati wilayah udaranya. Tentu saja, Nato akan membela Turki yang merupakan salah satu anggota, sekaligus sekutunya.

Inggris kemudian mengirimkan 100 pasukannya ke Polandia, Estonia, Litunia, dan Latvia untuk berjaga-jaga dari agresi militer Rusia pasca-intervensi negara bekas Uni Soviet itu ke Ukraina, ditambah peningkatan jumlah serangan Rusia yang melewati langit Inggris.

Mantan kepala M16 (badan intelijen Inggris), Sir John Sawers, telah memperingatkan, Rusia dan Barat akan bentrok jika Putin tidak bekerja sama dengan koalisi yang dipimpin AS.

image
Peta kekuatan 3 blok , Koalisi NATO pimpinan Amerika , ISIS dan Pro Basar Assad

Jika kita flashback , sebelum Rusia terang-terangan perang dengan ISIS , Al Baghdadi pernah mengatakan kalau ISIS akan menumbangkan Vladimir Putin, tapi kini berbalik , Vladimir Putin justru menginginkan Baghdadi agar ditangkap hidup-hidup.

Konflik Suriah bisa memicu perang dunia ketiga…
Bagaimana pendapat kalian ?

Disarikan dari : berbagai sumber

_______________________________
Powered by : M2000 production
_______________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s