Berkat suara merdunya membaca tilawah di penjara, pemuda ini jadi rebutan untuk jadi imam masjid

image

M2000 – Siapa yang merasa tahu dengan takdir manusia, pastilah hanya dukun dan orang-orang sesat yang berani mengaku.

Ya , takdir manusia tidak ada yang mengetahuinya. Akankah kehidupan seorang manusia menjadi mulia atau sebelaiknya, hanya Tuhan yang mengetahuinya.

Seperti halnya yang dialami Nafis Yaakub, pemuda penghafal Al Quran berusia 17 tahun asal Kamboja ini, tak pernah menyangka hidupnya akan sebaik sekarang.
Namanya menjadi buah bibir. Tilawah merdunya dari balik jeruji penjara ditonton jutaan orang di Youtube. Dan dia kini banyak diminta untuk menjadi imam majid dan mengajar Al Quran.

Berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Ustaz Nafis Yaakub hidup di balik jeruji besi,  tidur di ruangan sempit dan panas, di penjara daerah Kelantan, Malaysia.
Dia berada di sana bukan karena melakukan tindakan kriminal, tetapi karena tidak dapat menunjukkan Identity Card (KTP) dan Paspor yang sudah mati. Polisi Malaysia pun memenjarakannya selama enam bulan.

Dikutip laman bersamaislam.com, peristiwa kelam itu berawal pada menjelang bulan Ramadhan tahun 2014. Ketika Nafis Yaakub selesai mengajar Al-Quran dan Isra Mi’raj di daerah Kelantan, Malaysia, dirinya ditangkap oleh Polisi setempat akibat tidak dapat menunjukkan Identity Card (KTP) dan Paspor yang sudah mati. Diapun divonis harus mendekam di balik teralis selama enam bulan.

Kebiasaanya untuk menghafal bacaan Al Quran tak serta merta berhenti meskipun dirinya berada di penjara. Setiap hari ia melakukan itu, sampai pada suatu malam yang mengubah nasibnya sebaik sekarang. Malam itu Nafis duduk menunggu makanan diantar oleh petugas penjara. Karena udara sangat panas, diapun membuka baju dan menjadikannya sebagai alas kepala untuk tidur. Saat itulah dia membaca surat Al-Qolam sekedar untuk muroja’ah (mengulang) hafalan yang sudah menjadi amalan rutinnya.

Temannya satu sel bersama penghuni penjara yang lain memintanya agar membaca lebih keras karena ingin ikut mendengarkan. Saat itulah para petugas penjara yang mengantarkan nasi tiba di sel tempat Nafis dan akhirnya ikut menyimak.

Nah, salah seorang petugas sipir penjara yang mengawal saat itu ternyata merekam lewat kamera ponsel tanpa diketahui oleh Nafis, lalu mengunggah videonya ke Youtube.
Sejak saat itu, orang-orang pun takjub dengan dirinya. Kini Ustadz Nafis Yaakub yang bernama asli Muhammad Jamaluddin, telah keluar dari penjara setelah masa tahanannya dipotong menjadi empat bulan saja. Banyak masjid di Malaysia memintanya untuk menjadi Imam dan mengajarkan Al-Quran. Namun Nafis memilih untuk kembali ke kampung halaman karena ingin menjaga kedua orang tuanya yang sedang sakit.

library : tribunnews

_______________________________
Powered by : M2000 production
_______________________________

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s