Layar Tancap – dimana kamu , kumerindukanmu …

image

M2000 – Kamu yang hidup di era 90’an pasti tidak asing dengan tontonan masal paling populer ini.
Bagaimana tidak , hiburan yang satu ini memang sungguh-sungguh menjadi tontonan wajib saat malam minggu ( keseringan begitu )…dari anak kecil sampai orang tua tumpek blek di lapangan atau lahan luas yang ada ( halaman seuprit ‘gak balal muat menampung lonjakan penonton ).Ya layar tancep , atau kalau orang-orang tua di daerah admin nyebutnya ” gambar idup “…tempat lain ada yang nyebut ” Misbar ” atau gerimis bubar.


Kalau dikampung admin nih , yang nanggap layar tancep bukan orang hajatan, tapi kaya’ perusahaan untuk mengiklankan produknya , paling sering obat kuat Pilkita , baterai ABC , atau partai gitu ( Golkar pastinya ).
Dan uniknya pada satu kali tayang filmnya,  dipotong jadi tiga bagian, rol pertama , break bagi-bagi dorprize , main lagi, break lagi, bagi-bagi dorprize lagi dan rol terakhir , dan anehnya dari dulu dorprize’nya ‘gak jauh dari payung ama jam dinding,..pada kompak nih yang ngasih dorprize.

Admin masih ingat kala itu dan seringnya film-film yang disajikan adalah film-film lawas seperti Benjamin, Dono Kasino , dan yang paling sering adalah filmnya Barri Prima dan film kolosal lainnya.
Namanya juga anak-anak , kalau siangnya sudah diumumin pakai mobil keliling, yang pasti malemnya gak mau belajar…kalaupun belajar ya ‘gak bakal nyantol , orang pikirannya udah dilapangan nonton Jaka Sembung , hahaha…

Dan benar saja , Lapangan bola penuh sesak dengan para penonton. Mereka rela duduk berjam-jam hanya beralaskan koran, sambil makan kacang rebus atau jagung bakar untuk nonton layar tancap. Tapi kini pemandangan seperti itu sudah sulit ditemui…Barri Primanya sudah tua soalnya, Dono nya juga sudah almarhum…

Deiring perkembangan zaman , masa-masa keemasan layar tancep kini tinggal kenangan, layar tancap mulai ditinggalkan , jika mau nonton sudah pasti bioskop jadi pilihan utama. Lalu ada opsi lain seperti, download gratis atau beli DVD bajakan. Lalu gimana nasib bioskop keliling ini ?…bener-bener seru lho…

Oya, ternyata layar tancap punya sejarah panjang lho, katanya sih sudah muncul di Indonesia sekitar tahun 1901. Pada era penjajahan Belanda dan khususnya Jepang layar tancap digunakan sebagai alat propaganda untuk menguasai tanah air.

Kini memang semakin sulit menemui layar tancap di kota besar, paling banter di pinggiran ibu kota. Bioskop keliling ini biasa disewa untuk acara hajatan, sunatan, dan syukuran kelahiran bayi.
Pernah lihat sekali waktu merantau di Bekasi , e lhah ada layar tancep di dekat kontrakan…rame juga sih…tapi tetap ‘gak seramai dikampung halaman.

Meski namanya tak seharum dulu, namun ingatan nonton dengan latar layar putih yang disanggah dua tiang ke tanah masih lekat dalam ingatan. Tentu saja ini tak banyak dialami anak di era 2000-an.

Meski begitu, ada catatan dan masukan ketika dahulu layar tancap diputar. Selain diserbu para pedagang dengan berbagai jajanan, kerap ditemui adanya permainan judi koprok di sana. Tentu di era sekarang ini tak boleh terulang lagi.

Layar tancep …dimana kamu ..aku merindukanmu…

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s