Iklan
Oleh: masshar2000 | 13 Desember 2015

Kisah Komandan Kopassus pilih bawa rokok daripada bawa 100 butir peluru

image

Dokumentasi foto : terjun payung dalam operasi Seroja , Dili 7 desember 1975

M2000 – Pada tanggal 7 Desember kemarin ,para veteran Kopassus memperingati 40 tahun penerjunan Dili 7 Desember 1975.
Tak cuma heroik, banyak kisah menarik dalam misi penyerbuan lintas udara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Salah satunya adalah cerita Komandan Nanggala V/Kopasandha Letkol Inf Soegito. Soegito dan pasukannya ditugaskan untuk merebut tiga sasaran penting: Bandara Dili, pelabuhan dan pusat pemerintahan.

Pasukan Kopasandha (kini Kopassus) dilengkap dengan parasut utama T-10 dan senapan serbu AK-47. Setiap orang menerima 750 butir peluru kaliber 7,62 mm. Mereka juga membawa dua buah granat, ransum tempur untuk tiga hari. Para personel juga membawa ransel berisi baju loreng, baju kaos, sepatu lapangan dan topi rimba.

Letkol Soegito membawa senapan AK-47 dengan popor lipat. Dia sempat ditawari untuk membawa Uzi, namun ditolak. Alasannya Soegito tak familiar dengan senjata buatan Israel itu.

Karena perokok berat, Soegito memilih meninggalkan 100 butir peluru dan menggantinya dengan empat slof rokok Gudang Garam!” demikian ditulis dalam buku Hari H 7 Desember 1975, Reuni 40 Tahun Operasi Lintas Udara di Dili, Timor Portugis yang disunting Atmadji Sumarkidjo.

Dalam buku terbitan Kata Penerbit ini dituliskan Kopasandha merupakan pasukan Stoottroepen atau pasukan pemukul yang hanya bertugas merebut sejumlah sasaran penting. Karena itu tak ada bantuan senjata berat. Setiap regu hanya dilengkapi senapan mesin dan mortir untuk bantuan tembakan.

Lalu bagaimana kalau ternyata pertempuran di Dili berlangsung lebih dari tiga hari ?

Mayjen Benny Moerdani hanya berucap dengan dingin. “Makanan, air, senjata dan peluru ada pada musuh. Rebut dari mereka!”

Pagi hari 7 Desember 1975, pasukan Nanggala diterjunkan di atas Dili. Sejak terjun mereka sudah ditembaki dari bawah. Lewat pertempuran sengit, kota Dili jatuh ke tangan pasukan Indonesia. Namun 19 prajurit terbaik Korps Baret Merah itu gugur dalam tembak menembak.

Wah, bisa aja nih bapak, ..Gudang Garam bro…!

Tapi patut diapresiasi pernyataan Mayor Jendral Benny Moerdani diatas, ” jika bahan makanan , air habis dan senjata kehabisan peluru,  rebut dari musuh “…mantap boss !

Library : merdeka

Iklan

Responses

  1. saya bangga dengan kopassus, sungguh.. intinya ABRI lah.. mereka juossss

    Suka

  2. wajar bila disebut pasukan “khusus”

    Suka

  3. Copassus joss http://sakahayangna.com/2015/12/12/sama-sama-rangka-teralis-merahmenurut-baraya-ganteng-all-new-cb150r-atau-z250sl/

    Suka

  4. ini namanya sangar 😀 .

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: