Quraish Shihab : mengucapkan selamat hari Natal tidak haram , ini penjelasannya !

image

M2000 – Tak terasa kita sudah dipenghujung tahun 2015 , berarti dalam hitungan hari kita akan membuka lembaran baru ditahun yang baru.

Tak hanya itu , seperti kita ketahui di akhir tahun , umat kristiani akan merayakan hari besarnya yaitu hari Natal. Saat ini pun suasana natal sudah terasa sejak sepekan lalu , seperti pemasangan pohon Natal, mengenakan topi Sinterklaas, dan ucapan selamat hari raya.

Topi Sinterklas tak hanya dikenakan umat Kristen, namun juga muslim karena misalnya tuntutan di tempat kerja…biasanya di repsionis hotel, kasir swalayan , SPG dan sebagainya.
Menteri Agama, Lukman Hakim pun sudah meminta agar tak ada pemaksaan mengenakan atribut agama lain oleh bukan pemeluknya saat hari raya.
Aturan mengenakan atribut kini semakin jelas, walaupun hanya sekadar lisan dari seorang menteri.

Lain lagi dengan ucapan “selamat Hari Raya Natal”.
Bagaimana hukumnya seorang muslim mengucapkan itu ?
Kini ada dua pendapat. Ada yang menyebut boleh dan ada pula yang menyebutnya haram.

Kali ini adalah pernyataan dari Profesor Muahmmad Quraish Shihab, ahli tafsir dan mantan Menteri Agama RI yang menyampaikan penjelasannya soal itu.
Penjelasannya pernah disampaikan dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.

Dan inilah penjelasannya :

” Saya duga keras persoalan ini hanya di Indonesia. Saya lama di Mesir. Saya kenal sekali. Saya baca di koran, ulama-ulama Al Azhar berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.
Saya tahu persis ada ulama besar di Suriah memberi fatwa bahwa itu boleh. Fatwanya itu berada dalam satu buku dan bukunya itu diberikan pengantar oleh ulama besar lainnya, Yusuf al-Qaradawi, yang di Syria namanya Mustafa Al Zarka’a. Ia mengatakan mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik.
Menurut beliau dalam bukunya yang ditulis bukan jawaban lisan ditulis, dia katakan, saya sekarang perlu menunjukkan kepada masyarakat dulu bahwa agama ini penuh toleransi. Kalau tidak, kita umat yang dituduh teroris. Itu pendapat “.

” Saya pernah menulis soal itu, walaupun banyak yang tidak setuju, saya katakan begini, saya ucapkan Natal itu artinya kelahiran. Nabi Isa mengucapkannya. Kalau kita baca ayat ini dan terjemahkan boleh atau tidak ? Boleh. Ya toh ?
Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya.
Jadi yang dimaksud itu, seperti yang dimaksud tadi hanya basa-basi “.

” Saya tidak ingin berkata fatwa Majelis Ulama itu salah yang melarang, tetapi saya ingin tambahkan larangan itu terhadap orang awam yang tidak mengerti. Orang yang dikhawatirkan akidahnya rusak. Orang yang dikhawatirkan percaya bahwa Natal itu seperti sebagaimana kepercayaan umat kristen.
Untuk orang-orang yang paham, saya mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman saya apakah pendeta. Dia yakin persis bahwa kepercayaan saya tidak seperti itu. Jadi, kita bisa mengucapkan “.

” Jadi ada yang berkata bahwa itu Anda bohong. Saya katakan agama membolehkan Anda mengucapkan suatu kata seperti apa yang anda yakini, tetapi memilih kata yang dipahami lain oleh mitra bicara Anda “.

” Saya beri contoh, Nabi Ibrahim dalam perjalanannya menuju suatu daerah menemukan atau mengetahui bahwa penguasa daerah itu mengambil perempuan yang cantik dengan syarat istri orang. Nah, dia punya penyakit jiwa. Dia ndak mau yang bukan istri orang.
Nabi Ibrahim ditahan sama istrinya Sarah. Ditanya, ini siapa? Nabi Ibrahim menjawab, ini saudaraku. Lepas.
Nabi Ibrahim tidak bohong. Maksudnya saudaraku seagama. Itu jalan. Jadi kita bisa saja. Kalau yang kita ucapkan kepadanya selamat Natal itu memahami Natal sesuai kepercayaannya, saya mengucapkannya sesuai kepercayaan saya sehingga tidak bisa bertemu, tidak perlu bertengkar.
Jadi syaratnya boleh mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu “.

” Begitu juga dengan selamat ulangtahun, begitu juga dengan selamat tahun baru. Memang kalau kita merayakan tahun baru dengan foya-foya, itu yang terlarang foya-foyanya, bukan ucapan selamatnya kita kirim. Bahkan, ulama Mustafa Al Zarka’a berkata, ada orang yang menjual ucapan, kartu-kartu ucapan ini, itu boleh saja, tidak usah dilarang. Penggunanya keliru kalau dia melanggar tuntunan agama.
Ada orang sangat ketat dan khawatir. Itu kekhawtiran wajar kalau orang di kampung, tidak mengerti agama. Lantas ada yang mengakan kelahiran Isa itu sebagai anak Tuhan dan sebagainya, itu yang tidak boleh. Kalau akidah kita tetap lurus, itu tidak ada masalah “.

” Kita ucapkan selamat Natal, di ayat kita ini, sekian banyak ucapan selamat yang dutujukan para Nabi “.

Nah, pemirsa sudah paham bukan, kalau belum paham silahkan dibaca lagi dengan seksama.

Ini yang ngomong bukan orang sembarangan lho…Quraish Shihab , ahli tafsir yang sudah mendunia …tidak mungkin beliau ngomong sembarangan tanpa dalil yang kuat.
Dan itu juga hanya pendapat beliau , ada juga ulama lainnya yang mengharamkannya.
Selebihnya terserah anda , bagaimana menyikapinya…

Library : tribunnews

Iklan

9 thoughts on “Quraish Shihab : mengucapkan selamat hari Natal tidak haram , ini penjelasannya !

  1. Islam aliran liberal memang mengucap natal juga boleh. Bahkan Agama harus mengikuti tradisi budaya… Bahkan wanita tidak berkerudung pun dibolehkan asal hati baik. Padahal secara syar’i kewajiban utama wanita menutup aurat. Mungkin gitu kang… Sama seperti mengucap natal. Cuman sekarang banyak non muslim yang mengucapkan selamat idul fitri. Tinggal kita memilah dan yang terbaik buat hubungan manusai dengan manusia

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping-balik: Masih ribut soal haram ucapkan Natal , tirulah Gus Dur |

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s