Iklan
Oleh: masshar2000 | 27 Desember 2015

Harga BBM turun , tapi giliran rakyat yang mensubsidi pemerintah , ‘gak kebalik bos ?

image

M2000 –  Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya , Pemerintah secara resmi akan menurunkan harga solar dan premium per 5 Januari mendatang.

Premium akan turun menjadi Rp 7.150 per liter dari saat ini Rp 7.300 per liter ( hanya 150 rupiah ). Harga BBM terbaru tersebut sudah termasuk dana ketahanan energi dipungut pemerintah.

Namun , dengan penurunan yang tidak seberapa itu cukup menimbulkan polemik di masyarakat , pasalnya akan ada lagi subsidi yang dibebankan ke rakyat.
Bagi konsumen Premium, besaran pungutan subsidi yang dibebankan sebesar Rp 200 per liter. Sementara untuk Solar, besaran pungutannya Rp 300 per liter.
Dengan kata lain ” turunnya sama subsidinya malah besar subsidinya “.


Direktur Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean mengkritik kebijakan pemerintah yang menarik dana pungutan ketahanan energi dari penjualan Premium dan Solar terhitung mulai 5 Januari 2015 mendatang.

Jika mengecualikan pungutan itu, maka harga keekonomian Solar hanya sebesar Rp 5.650 per liter dan Premium Rp 6.950 per liter.

Kemarin untuk dana energi baru, berapa untuk itu? Ini kan harus clear. Alokasinya harus jelas. Di APBN kan kita tidak melihat ada ini. Pemerintah jangan jadikan publik kasarnya publik mensubsidi pemerintah. Rp 200 itu enggak kecil lho. Jangan uang ini ngambang-ngambang. Pertanggungjawaban tidak jelas,” ucap Ferdinand di Jakarta, Kamis lalu (24/12).

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memperkirakan bisa meraup dana ketahanan energi sekitar Rp 15 hingga Rp 16 triliun per tahun. Itu dipungut dari penjualan premium sebesar Rp 200 per liter dan Solar Rp 300 per liter ( subsidi dari rakyat untuk pemerintah )

Itu cukup baik untuk membangun energi baru, memberi subsidi pada tarif listrik yang belum sepenuhnya kompetitif,” ungkap Menteri ESDM Sudirman Said di Istana Negara, Jakarta, Rabu sebelumnya (23/12).

Sudirman mengatakan, pemungutan dana ketahanan energi merupakan implementasi pasal 30 Undang-Undang No.30 tahun 2007 tentang energi. Di mana pengembangan energi terbarukan harus dibiayai pendapatan negara berasal dari energi fosil.

Harusnya kita memungut dana premi, dana fosil tapi tidak pernah. Tapi ini mumpung keadaan harga lagi rendah, waktunya melakukan itu,” katanya.

Hingga saat ini , pengamat masih mempertanyakan soal penurunan harga BBM yang tidak seberapa itu, menurut hitungan para pengamat , berdasarkan penurunan harga minyak duniat, harusnya harga premium saat ini adalah 6500 rupiah….terlebih adanya pungutan yang dikemas dengan nama subsidi.

Bukannya Pemerintah yang mensubsidi tapi malah rakyat yang mensubsidi, apa ‘gak kebalik bos ?

Library : merdeka

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: