Ini sarang-sarang mafia yang di obok-obok Jokowi selama 2015

image
Ternya seorang yang sederhana ini lebih ditakuti para mafia daripada para Jendral

M2000 – Indonesia, negara yang kekayaan alamnya melimpah ini memang cukup menjanjikan bagi para pebisnis , pemodal asing bahkan para pengusaha pribumi sendiri yang memperkerjakan pekerja asing.

Dengan banyaknya perusahaan yang dikelola pemerintah atau BUMN , bahkan dijadikan sarang bagi para mafia yang ingin memperkaya dirinya sendiri.

Ya, Indonesia nampaknya menjadi surga para mafia. Aksi mafia ini sudah masuk ke dalam sendi kehidupan masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengatakan bahwa dirinya akan tegas menghadapi mafia yang merugikan negara. Menurutnya, Indonesia akan akan kuat menghadapi ancaman dan tantangan dengan cara menjaga persatuan, salah satunya berupaya menghindari penerapan jiwa korsa (esprit de corps) yang sempit.

Kita harus bersikap tegas tanpa kompromi menghadapi para mafia yang merugikan kepentingan nasional kita, mulai dari mafia migas, mafia impor sampai mafia illegal fishing,” kata Presiden Joko Widodo dalam acara pembekalan 793 calon perwira TNI dan Polri di Semarang beberapa waktu lalu.

Sejumlah sarang permainan mafia negeri ini  sudah diidentifikasi Jokowi. Salah satunya sektor minyak dan gas atau migas. Selama ini minyak dari Indonesia diproses di luar negeri kemudian dibeli oleh Indonesia. Seharusnya, lanjut Jokowi, minyak Indonesia harus diproses di dalam negeri agar menekan biaya.

Jokowi menjelaskan, hal itu yang membuat uang negara bocor dan masuk ke rekening mafia minyak. “Ini yang membuat negara enggak efisien, banyak uang yang bocor,” jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, tak hanya ‘bermain’ di sektor migas, mafia juga ada di sektor listrik dan pertanian. “Sekarang listrik kenapa enggak beres. Kenapa enggak betul ada mafia di situ begitu juga di pertanian. Semuanya ada mafia,” jelas dia.

Nah, mafia mana saja yang di obok-obok Jokowi pada awal pemerintahannya, berikut diantaranya yang menjadi perhatian besar rakyat Indonesia,

1. Mafia sepak bola , Jokowi bekukan PSSI

Mantan Ketua DPR Setya Novanto, dalam perbincangan perpanjangan kontrak Freeport, mengakui ketegasan Presiden Jokowi membuat susah mafia negeri ini. Salah satunya dalam bidang sepak bola.
Seperti diketahui Jokowi tetap bersikeras membekukan PSSI yang membuat FIFA menjatuhkan sanksi sehingga liga tidak bisa bergulir.

“Kadang-kadang dia kalau egonya ketinggian, ngerusak pak. Ngono Pak. Makanya pengalaman-pengalaman saya sama dia, begitu dia makin dihantam makin kencang dia (Jokowi). Nekat pak. Wah,” jelasnya.
Bahkan Setya Novanto waktu itu menyebut Jokowi berbahaya.

Seperti kita ketahui, selama ini pemerintah sudah mengucurkan dana 360 milyar setahun kepada PSSI , artinya jika dirata-rata perharinya adalah 1 milyar untuk PSSI.
Jika dilihat , PSSI selama ini minim prestasi , bahkan perebutan kekuasaan ditubuh PSSI justru yang menjadi sorotan.

2. Mafia migas , Petral dibubarkan

PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral akhirnya resmi dibubarkan setelah hampir satu dekade beragam cara dilakukan untuk membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut. Pemerintahan Jokowi-JK melalui Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto memutuskan melikuidasi perusahaan yang disebut-sebut sarang mafia migas itu.

Reputasi Petral sejak dulu lekat dengan persepsi negatif,” kata Sudirman Said.

Dia memberikan sinyal bahwa keputusan ini sesuai arahan Presiden Jokowi yang disebut-sebut sudah setuju Petral dibubarkan.
Kata presiden, masa lalu harus diputus,” ucapnya.

3. Mafia daging sapi

Pemerintah sepakat untuk mengimpor 300.000 ekor sapi untuk mengatasi kelangkaan pasokan daging. Selain itu, impor perlu dilakukan untuk dan menjaga stabilitas harga di pasaran yang hingga kini masih tinggi mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Selain itu, impor sapi juga bakal digunakan untuk mencegah penimbunan yang sering dilakukan para mafia daging sapi.

“Jadi kemarin saya dan Mentan sudah bicara dan kita siap untuk guyur pasar. Untuk sisa tahun ini kita mungkin bisa impor 200.000 hingga Rp 300.000 ekor,” ujar Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Dia menegaskan, impor sapi dilakukan untuk memberikan peringatan pada mafia penimbun daging sapi di pasaran agar harga daging sapi bisa segera diturunkan. Sapi impor akan digunakan untuk operasi pasar.

Tapi pesan utama kami siap untuk guyur pasar supaya yang timbun-timbun stok ini juga berpikir dua kali, karena ketika kita guyur pasar, harga akan anjlok dan yang timbun itu akan mengalami kerugian finansial cukup berat. Jadi itu sementara ini pembicaraan kita,” kata dia.

4. Mafia pelabuhan

Kasus waktu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok belakangan makin panas usai disentil Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Ini juga menjadi fokus Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli guna memberantas para mafia.
Diakui Menko Rizal Ramli , masalah dwelling time melibatkan banyak mafia, kecil maupun besar. Sehingga diperlukan bantuan kepolisian guna melibas para mafia tersebut.

Kapolri dan kami sama-sama punya cita-cita supaya Indonesia lebih baik maju dan benar karena banyak masalah-masalah di sektor kami. Banyak masalah yang mungkin terutama karena sistem kurang bagus, kebijakan ribet, atau aturan terlalu banyak. Tapi juga ada kasus-kasus di mana ada mafia baik kecil maupun besar,” ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta.

Rizal Ramli mengaku bakal membentuk tim kerja untuk mengatasi permasalahan dwelling time. Tim tersebut bakal diisi jenderal-jenderal dari seluruh personil keamanan negara seperti Angkatan Darat dan Angkatan Laut.
Dan kini bos Pelindo II ,RJ.Lino sudah ditetapkan jadi tersangka.

5. Mafia pangan impor

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, ada komoditi impor yang mengimpor bahan pangan cukup besar pada saat panen yang menyebabkan produksi dalam negeri mati dan petani tidak mau produksi lagi. Dia menegaskan ada tujuh perusahaan dalam negeri yang melakukan impor tersebut, namun dia belum bisa menyebutkan nama-nama perusahaannya.

Sudah ada. Ada tujuh perusahaan. Perusahaan dalam negeri semua,” ujar Badrodin di Kementerian Pertanian Jalan Harsono RM 3 Ragunan, Jakarta Selatan.

Badrodin mengatakan, akan menertibkan perusahaan yang melakukan penyimpangan itu dan pihak pemerintah yang mengeluarkan kebijakan dalam membiarkan impor tersebut akan ditertibkan juga. Sebab menurutnya, impor dilakukan atas dasar kebijakan pemerintah.

Justru itu, kita akan tertibkan, kita telusuri mulai dari pengambilan kebijakan smpai ke perdagangan,” ungkap Badrodin.

Nah, ternyata terkuak juga siapa-siapa saja yang selama ini menjadi mafia di negri ini.

Library : merdeka

Iklan

2 tanggapan untuk “Ini sarang-sarang mafia yang di obok-obok Jokowi selama 2015”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s