Jokowi pun tetap ” bagi-bagi jabatan ” kepada relawan dan pendukungnya

image

M2000 – Jika kita flash back saat musim kampanye pilpres silam , tentunya tiap hari kita mendengar dan melihat kedua pasangan calon presiden menyuarakan janji-janji saat kampanye.

Prabowo yang saat itu paling banyak mengobral janji dengan menawarkan sejumlah kursi menteri kepada partai mana saja yang mau bergabung .
Dan Jokowi justru membuat koalisi ramping tanpa syarat .
Ya , semua janji hanyalah pepesan kosong , untuk Prabowo lupakan saja karena tidak menjadi presiden, lagian kalau jadi presiden mau berapa jumlah menterinya yang ‘gak masuk akal itu.


Oke kita akan bahas untuk pak Jokowinya yang kini sudah jadi presiden .
Apakah Jokowi tidak bagi-bagi kursi bagi para pendukungnya ?
Hmmm…nyatanya tidak begitu pemirsa , politik balas jasa itu tetap ada .
Ya…apalagi sebagai orang timur kita terbiasa dengan istilah ” balas budi “.
Itulah yang setidaknya dilakukan Jokowi saat menjabat presiden , Jokowi masih harus membalas budi bagi para pendukungnya saat itu ..masih punya ” ewuh-pakewuh ” kalau istilah jawanya  .Sebenarnya ini wajar dan siapapun pasti melakukannya.,cuma berbeda versi saja dengan kita-kita.
( baca dulu : Ini sarang-sarang mafia yang diobok-obok Jokowi )

Mau tahu apa saja ” balas budi ” Jokowi kepada para pendukungnya , mari kita simak bersama,

Awal terbentuknya bongkar pasang jajaran teras BUMN jadi bukti nyata kalau balas budi jasa politik memang terpampang secara jelas. Bahkan beberapa malah menjadi komisaris.
Praktek ini sebenarnya hal yang lumrah dilakukan presiden-presiden sebelumnya. Terakhir paling anyar, Fadjroel Racman diangkat menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Berikut beberapa nama tim sukses dan relawan atau orang dekat Jokowi yang kini menjabat komisaris BUMN :

1. Cahaya Dwi Rembulan Sinaga
Relawan Jokowi ini ditunjuk menjadi komisaris independen Bank Mandiri dalam rapat umum pemegang saham, awal pekan lalu. Dwi adalah politisi PDI Perjuangan yang gagal melaju menjadi anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2009.

Dwi belum memiliki rekam jejak di dunia perbankan. Sejak 2007 hingga sekarang, Dwi adalah Kepala UPT Multimedia Universitas Trisakti. Dia juga pendiri dan Direktur Utama PT Radio MS TRI 104,2 FM. Alumni magister hukum Trisakti itu juga pernah menjadi konsultan hukum LSM Internasional Internews Indonesia (2002-2004).

2. Pataniari Siahaan
Dia ditunjuk menjadi komisaris independen BNI dalam rapat umum pemegang saham, pekan lalu.
Pataniari adalah politikus PDI Perjuangan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini gagal melaju menjadi anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2014.
Pataniari juga tak memiliki rekam jejak di perbankan. Selama dua periode di DPR, Pataniari tak pernah berada di komisi terkait keuangan dan perbankan.

3. Alexander Sonny Keraf

image

Menteri Negara Lingkungan Hidup era Presiden Abdurrahman Wahid itu diangkat menjadi komisaris independen BRI dalam rapat umum pemegang saham. Dia merupakan anggota badan penelitian dan pengembangan (Balitbang) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelum menjadi menteri, Sony adalah dosen filsafat di Universitas Atmajaya.

4. Jeffry Wurangian
Politikus Partai Nasional Demokrat ( Nasdem ) ini ditunjuk menjadi komisaris BRI. Dia pernah mencalonkan diri menjadi Calon Legislatif DPR-RI daerah pemilihan Jawa timur V dengan nomor urut 5. Untungnya, Jeffry memiliki rekam jejak tebal di dunia perbankan. Dia adalah mantan Direktur Utama Bank Sulawesi Utara (Sulut).

5. Refly Harun

image

Pakar hukum tata negara dan Staf khusus Mensesneg bidang hukum itu ditunjuk menjadi komisaris utama PT Jasa Marga. Rekam jejak Refly selama ini tidak pernah tercatat di dunia usaha.

Dia lebih banyak berkecimpung di dunia akademisi, aktif sebagai staf ahli salah seorang hakim konstitusi dan juga pernah sebagai konsultan dan peneliti di Centre of Electoral Reform (Cetro).

6. Diaz Hendropriyono
Anak mantan Kepala BIN AM Hendropriyono itu dikenal sebagai pengusaha dan selama pilpres lalu menjadi ketua umum koalisi anak muda dan relawan (Kawan) Jokowi.
Terkait penunjukkannya sebagai salah satu komisaris di PT Telkomsel, banyak yang mempertanyakan kapasitas dia yang tidak memiliki rekam jejak di dunia telekomunikasi.

Ya…itulah beberapa orang relawan dan pendukung saat pilpres yang ditunjuk Jokowi untuk menduduki kursi empuk di BUMN .

Ya…inilah drama politik , tidak pernah ada yang cuma-cuma di dunia politik …kamu harus tahu itu.

Yang ‘gak ditunjuk jangan protes ya…mungkin dikesempatan berikutnya…berdoa saja supaya Jokowi terpilih untuk ke dua kalinya….gitu aja kog repot !!!

Library : merdeka

Iklan

One thought on “Jokowi pun tetap ” bagi-bagi jabatan ” kepada relawan dan pendukungnya

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s