Iklan
Oleh: masshar2000 | 13 Januari 2016

Fahri Hamzah digoyang PKS , Majelis Syuro minta Fahri dicopot

image

M2000 – Fahri Hamzah digoyang PKS , mungkin itu kalimat yang tepat ditujukan untuk kader PKS yang sarat dengan kontroversi ini.

Ya , harus diakui, sebelum Fahri Hamzah tampil dan mulai ngetop di media PKS memang identik dengan partai Islam yang sopan dan ramah.
Namun , semenjak munculnya Fahri , partai ini identik dengan partai yang selalu memusuhi pemerintah…bahkan pernyataan Fahri yang suka ceplas-ceplos membuat sebagian masyarakat mulai mengkritik PKS.

Dan seperti diketahui , Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan tengah mengusut dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Fahri Hamzah saat membela mati-mati Setya Novanto yang terbelit kasus pencatutan nama Presiden Jokowi di Freeport. Fahri bahkan bakal dipanggil oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS.
BPDO sendiri diduga kuat sebagai badan yang dapat melengserkan Fahri dari kursi pimpinan DPR.

Menanggapi hal itu , wakil Ketua DPR Fahri Hamzah geram dituding melanggar etika. Dia tak segan menyerang balik Politikus PKS Al Muzzammil Yusuf soal tudingan terhadap dirinya itu.

Muzzammil ini dia baca AD/ART pasal berapa. Ini organisasi harus tertib dong. Muzzammil bilang saya diminta untuk mundur, kader mana? Ya Presiden PKS juga mengatakan hal yang sama,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin lalu (11/1).

Mantan Wasekjen PKS era Anis Matta ini menduga bahwa dirinya diseret ke permasalah dugaan pelanggaran etik partai, karena membela mantan Ketua DPR Setya Novanto ketika dililit pelanggaran etik Mahkamah Kehormatan Dewan. Dia mengaku pernah ditegur terkait upaya pasang badan terhadap kasus pemalakan PT Freeport yang itu.

Memang pernah saya ditegur karena saya berulangkali membela Pak Novanto,” tuturnya.
Fahri menegaskan, selama ini yang bikin gaduh justru bukan dirinya, melainkan Muzammil dan Sohibul Iman (Presiden PKS )Maka dari itu dia tidak akan meminta maaf.
Siapa yang ribut duluan? Saya kan diam. Apa yang mesti diminta maaf,” pungkasnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan tak ada deal politik antara PKS dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasca pertemuan di Istana beberapa waktu lalu. Apalagi, isu ini dikaitkan dengan wacana pergantian Fahri Hamzah dari Wakil Ketua DPR.

Hidayat mengatakan, pertemuan antara Presiden PKS Sohibul Iman dan Presiden Jokowi hanya sekedar silaturahmi biasa. Menurut dia, PKS tetap bersama Koalisi Merah Putih (KMP) dan tak bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah.

Pertemuan itu adalah murni silaturrahim PKS sebagai bagian dari elemen bangsa kepada Kepala Negara. Sekaligus memperkenalkan pengurus baru PKS. Tidak ada deal politik apa pun. Dan PKS juga tetap bersama KMP,” kata Hidayat dalam pernyataan tertulis seperti dilansir merdeka.com, Selasa (5/1).

Perihal isu pergantian Fahri Hamzah dari wakil ketua DPR, Hidayat menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden PKS Sohibul Iman. Namun dia mengatakan, kalaupun ada pergantian hal itu semata karena kebutuhan organisasi, bukan tekanan dari pihak manapun termasuk Istana.

Iklan

Responses

  1. Wew http://macantua.com/2016/01/13/saat-yang-lain-gembira-honda-justru-kesulitan/

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: