Iklan
Oleh: masshar2000 | 18 Januari 2016

Sadis…Grub ISIS sebut bom Sarinah sebagai ” Konser akhir tahun yang tertunda “

image
M2000 – Sadis, benar-benar sadis , itulah yang dilakukan kelompok ISIS lewat jaringannya di Indonesia ini.
Entah apa maksudnya , ISIS lewat Bahrun Naim , orang yang diduga kuat sebagai otak atau dalang teror Sarinah menyebut teror bom Sarinah sebagai ” Konser yang tertunda “.

Bahrun Naim pernah ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror pada 9 November 2010 di Solo atas tuduhan kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal.
Hakim menjatuhkan vonis dua tahun enam bulan penjara kepada Bachrum.
( baca : Inilah sosok Bahrun Naim , otak dibalik teror bom Sarinah )

Selepas dari bui, ia hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan Islam State of Iraq and Syria (ISIS).
Belakangan, ia membentuk wadah kelompok radikal yang ada di Tanah Air, yakni bernama Jamaah Anshor Khilafah Nusantara (JAKN). Sejauh mana keterlibatan warga negara Indonesia yang saat ini berada di Suriah tersebut?

Penyandang dana

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi ada aliran dana dari Bachrum kepada jaringan ISIS ke Indonesia.

Bulan November 2015, dia (Bahrun Naim) itu mengirimkan dana ke kelompok ISIS di Indonesia,” ujar Badrodin kepada Kompas.com, Kamis malam.

Badrodin enggan menyebutkan jumlah dana yang dikirimkan. Yang jelas, jumlahnya cukup besar. (Baca: Bahrun Naim, Mantan Napi Teroris yang Diduga Ada di Balik Bom Sarinah)

Dana tersebut dikirimkan kepada dua orang jaringan ISIS yang beraktivitas di Solo, Jawa Tengah. Badrodin juga enggan menyebutkan identitas dua orang tersebut.

Yang jelas, mereka (kelompok Solo) itu satu jaringan dengan dia (Bahrun),” ujar Badrodin.

Konser” yang tertunda

Uang itu untuk menggelar “konser” di Tanah Air pada akhir tahun 2015 lalu.

Istilah ‘konser’ yang dimaksud, yakni melakukan aksi teror dengan penembakan terhadap warga sipil, peletakan bom di objek vital atau bom bunuh diri.
image

Akan tetapi, tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil menggagalkan aksi mereka dengan meringkus 12 orang sepanjang November-Desember 2015.

Dalam penangkapan itu, salah satu yang disita adalah peta DKI Jakarta. Meski demikian, ternyata masih ada anggota jaringan yang leluasa bergerak.

Mereka inilah yang diduga mengadakan ‘konser’ di Sarinah yang sempat tertunda itu.

Hal tersebut juga dibenarkan Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Budi Gunawan.

“Ini yang seharusnya dimainkan pada malam Tahun Baru. Tapi karena kita bisa antisipasi, kami bisa tangkap lebih dulu,” kata Budi, di lokasi kejadian.

Dalam peristiwa itu, polisi mencatat, 24 orang menjadi korban, dua di antaranya tewas. Sementara, lima orang yang diduga sebagai pelaku teror tewas.

baca juga :Selain ahli peretas ( cyber ) , Bahrun Naim juga seorang blogger

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: