Jokowi akan hapus uang pensiun PNS , ini alasannya

image

M2000 – Kabar akan dihapuskannya uang pensiun untuk PNS , TNI/POLRI bukan isapan jempol .

Jika dilihat dari Anggaran Pemerintah ,
Uang pensiun bagi PNS, TNI/Polri yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada 2012 saja, anggaran untuk pensiun PNS, TNI/Polri mencapai Rp69 triliun. Anggaran ini naik menjadi Rp74 triliun di 2013…artinya dalam satu tahun mengalami kenaikan 5 triliun.

Selama ini, uang pensiun bagi PNS, TNI/Polri setiap tahun berasal dari potongan gaji PNS ditambah subsidi dari pemerintah. Tiap bulan, gaji PNS dipotong 10 persen, di antaranya 2 persen untuk Askes, 2,35 persen untuk tabungan hari tua dan 4,75 persen untuk pensiun.

Meskipun sudah tidak lagi aktif menjadi PNS atau pensiun, mereka masih menikmati uang negara yang dialokasikan tiap tahun dalam APBN. Pembayaran uang pensiun dengan metode pemotongan gaji dan subsidi dari pemerintah dikenal dengan sistem Pay As You Go.

Dengan disahkannya UU Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah berencana mengubah mekanisme atau metode pemberian uang pensiun PNS dari Pay As You Go jadi Fully Funded ( didanai sepenuhnya ) atau bisa dikatakan dibayar langsung atau pesangon .
Aturan ini nantinya akan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan UU ASN yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Namun dia mengaku tidak bisa menjelaskan lebih detail dengan alasan belum diputuskan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

“Iya ini masih dalam pembahasan (mengubah ke Fully Funded), masih wacana dan saya belum bisa jelaskan,” ucap Kabiro Humas Badan kepegawaian Negara (BKN), Tumpak Hutabarat seperti dilansir merdeka.com di Jakarta, kemarin (17/3).

Artinya , jika rencana ini terealisasi , maka PNS yang selama ini masih menikmati uang pensiun setiap bulannya padahal sudah tidak bekerja , maka besok tidak akan menerimanya lagi, karena akan dibayarkan tunai setelah pensiun atau sama dengan perusahaan swasta lainnya , yaitu mendapat pesangon.

library : suratkabar.co

Iklan

3 thoughts on “Jokowi akan hapus uang pensiun PNS , ini alasannya

  1. Dengan hormat, tembusan :BAPAK MUHAIMIN atau RI PANGGABEAN TASPEN P. SIANTAR . Sesuai surat saya pada tgl 25 september 2016 memberitahukan bahwa bapak saya atas nama Marulim Tarihoran, NIP : 140029132/ 14002913200. PNS Mantri kesehatan Manduamas telah meninggal dan mohon segala dana pensiunan atau dana uang duka di hentikan. Karena kami pihak keluarga dengan berniat baik tidak mau menerima uang duka atau pensiunan. Adapun yang mengaku sebagai itrinya atas nama Josti sitanggang itu hanya pembantunya menurut pengakuan bapak kami ke anak anaknya. Dan apabila ada surat surat dokumen, itu semua dipalsukan mulai dari tingkat Desa, catatan sipil semua palsu atau dibuat buat. Semua itu saya tau dari kepala Desa Manduamas. Bapak saya jemaat HKBP manduamas tidak pernah menikahkan bapak kami dengan Josti Sitanggang atau siapapun. Saya sudah laporkan ini ke Taspen melalui bapak RI PANGGABEAN atas saran beliau buat surat keberatan dan kami sudah buat via faksimile mengingat kami jauh, itu sah katanya beliau. Tetapi saya dengar informasi dari saudara saya bahwa Josti Sitanggang menerima dana pensiunan Bapak kami. Setahu saya Pak apabila ada yang keberatan dan melaporkan suatu masalah itu berarti kasus dan harus di pending dan di stop. Sampai kasusnya bisa clear and clean. Tolong Pak kami sangat keberatan karena siJosti itu penipu dia masih sah istri orang lain dan punya anak banyak. Tolong hentikan semua dana dana DUka atau pensiunan bapak kami atas nama MARULIM TARIHORAN. Ini kasus pak dan ini menyangkut uang negara, jangan dipermainkan pak. Semudah itu kalian memberi dana pensiunan tanpa diselidiki sebelumnya kebenarannya, pasti ada permainan. INI KASUS PEMALSUAN DATA DAN PUNGLI ATAU SOGOK. Terima kasih ats tanggapannya.

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s