Iklan
Oleh: masshar2000 | 21 Januari 2016

Tanggapi kritikan IPW , ini pernyataan Kombes Krishna Murti

image

Kombes Krishna Murti

M2000 – ” Kita kerja cepat dikira setingan , giliran lambat dibully ” itulah pernyataan yang pernah dilontarkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti .

Kali ini , Krishna menjawab pernyataan dari Indonesia Police Watch terkait kejanggalan dalam aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Jawaban tersebut dilontarkan oleh seorang pengguna situs jejaring sosial Facebook bernama Nita Triyana yang langsung diamini oleh Kombes Pol Krishna Murti lewat akun Facebook miliknya.

Pak NP (Neta Pane, Ketua Presidium IPW), saya tidak perlu menjelaskan kenapa kami cepat ke TKP. Cukup FB bu Nita Triyana yang bercerita,” tulis Krishna dalam akun Facebook miliknya sembari mengunggah foto pernyataan dari Nita.

image

Dalam akun Facebook-nya, Nita menjelaskan bahwa saat pemboman terjadi di MH Thamrin, dirinya dan Krishna Murti tengah melakukan rapat di ruangan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

image

image

Sebelumnya, Ketua Presidium IPW Neta S Pane berpendapat, ada lima kejanggalan dalam peristiwa ledakan bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Kamis (14/1/2016) lalu.

image

Kejanggalan pertama, kenapa rombongan Krishna Murti cepat tiba ke TKP hanya dalam 10 menit,” ujar Neta dalam diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa ( 19/01 )
Bahkan, lanjut Neta, Krishna sudah memakai rompi antipeluru dan langsung beraksi.
Padahal, kan dia bukan Densus. Dia (Krishna) adalah Direktur Reserse Kriminal Umum,” ujarnya.

Neta mengatakan, keanehan kedua ialah Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Martuani Sormin begitu cepat datang ke lokasi hanya dalam waktu 10 menit.

Kemudian, kenapa pelaku begitu tenang beraksi di ruang publik,” ujar dia.

Menurut Neta, selama ini, pelaku teroris itu selalu bersembunyi.
Namun, kali ini, teroris tersebut tampil ke publik dan bergaya seperti tim Densus 88 juga.

Kejanggalan yang keempat, kenapa setelah bom itu meledak, muncul polemik antara BIN dan polisi bahwa ini ISIS atau bukan,” ungkapnya.

Neta mengatakan, keanehan kelima terletak pada pihak kepolisian.
Ia menganggap polisi tidak memaparkan tentang tim pengantar dan penjemput teroris tersebut.

Karena kalau kita lihat dari kondisinya sangat mustahil kalau teroris itu tiba-tiba muncul. Memang dia jelangkung tidak diantar dan dijemput,” ucap dia.

Sebab, Neta mengatakan bahwa pihak kepolisian sempat menemukan ada kendaraan dengan pelat D.
Namun, temuan ini kan tidak dijelaskan. Polisi tidak transparan,” katanya.

Pernyataan IPW ( Indonesian Police Watch ) tersebut dibully habis netizen dengan menganggap bahwa itu ‘gak punya hati dan tidak lebih pintar dari anak SD.

Library : merdeka, kompas

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: