Ketemu Jokowi , TV rakitan Kusrin kini ber-SNI

image

Kusrin di Istana membawa TV rakitannya

M2000 – Tanggal 11 januari lalu boleh dibilang sebagai hari naas bagi Muhammad Kusrin bin Amri atau biasa disebut Kusrin.
Pasalnya TV rakitan Kusrin dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah karena dianggap ilegal.
Berawal dari bulan maret saat bengkel elektronik Kusrin di gerebek petugas karena membuat produk tak berijin dan tidak ber-SNI.
Atas pelanggaran tersebut , Kusrin harus mendekan dalam penjara selama 6 bulan setelah disidang tanpa didampingi pengacara.

Seperti dilansir merdeka.com, Kusrin dianggap menghasilkan produk ilegal lantaran melanggar Pasal 120 (1) jo Pasal 53 (1) huruf b UU RI No. 3/2014 tentang Perindustrian. Dan, Permendagri No. 17/M-IND/PER/2012 tentang Perubahan Permendagri No. 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia terhadap tiga industri elektronika secara wajib.

Dan tanggung-tanggung , sebanyak 116 unit televisi ukuran 14 dan 17 inchi rakitan Kusrin dimusnahkan petugas Kejaksaan Negeri Karanganyar pada hari itu . Tentu saja hal tersebut membuat Kusrin merasa kecewa. Pasalnya produk yang ia kerjakan bertahun-tahun lenyap begitu saja.
Kita kerja 4 tahun habis 5 menit. Kenyataannya gitu,” kata Kusrin.

image

Kejaksaan Negeri Karanganyar saat memusnahkan Tv rakitan Kusrin

Kabar ini akhirnya sampai ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemenperin berusaha memberikan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Usaha Dagang (UD) Haris Elektronika untuk produk buatan Kusrin. Kusrin sendiri berhasil membuat tiga merek tv yakni , Veloz, Maxreen, dan Zener. Produknya tersebut dijual sekitar Rp 600.000 – Rp 700.000 ke beberapa daerah.

Seperti diberitakan , Kusrin memiliki hobi ‘bermain’ dengan barang-barang elektronik sejak kecil. Beberapa tahun silam, pria yang kini berusia 42 tahun itu membuka usaha servis elektronik keliling.  Ia mengaku memiliki kemampuan merakit tv usai belejar dari temannya. Mulanya, ia menggunakan tabung komputer bekas untuk dijadikan tabung tv.

Didukung perusahaan Jepang

Sebuah perusahan elektronik asal Jepang, Sharp ternyata juga memberikan dukungannya terhadap Kusrin. Sharp juga berharap agar muncul orang-orang kreatif lainnya. Terkait persaingan, Sharp justru menganggapnya hal bagus.

Kita mendukung. Harapannya ada Kusrin-Kusrin lainnya ke depannya, persaingan bagus untuk perkembangan , ” ujar Promotion Manager Sharp, Pandu Setio .

Presiden Jokowi terkejut

Pada hari Senin (25/01/2016) ini, Kusrin berkesempatan bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Kini, pria lulusan SD itu masih bisa melanjutkan usahanya karena sudah mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara itu, Presiden Jokowi sendiri mengaku terkejut dengan produk yang dihasilkan oleh Kusrin.
Muhammad Kusrin bin Amri.

image

Jadi Presiden cukup terkejut, ternyata produk yang dibuat oleh Pak Kusrin dari sisi profesional sudah jadi standar untuk bisa dikomersilkan. Kardus pun sudah pakai brand,” jelas Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi.

Jadi disampaikan oleh Mas Kusrin bahwa tahapan-tahapan untuk memperoleh perizinan sudah dipenuhi. Sehingga, dikeluarkanlah standard SNI, karena Mas Kusrin sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperlukan,” tambahnya.

Dan yang membuat Kusrin senang adalah dirinya diberi tambahan modal langsung oleh presiden untuk melanjutkan usahanya.
Kusrin juga berharap kepada presiden agar merk dagangnya dipatenkan.

image

Kusrin kini ber-SNI ...eh maksudnya TV rakitan Kusrin kini ber-SNI..

Selamat berkarya mas Kusrin …

Iklan

One thought on “Ketemu Jokowi , TV rakitan Kusrin kini ber-SNI

  1. Ping-balik: Usai diundang Jokowi ke istana , Kusrin kini jadi bintang iklan |

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s