Iklan
Oleh: masshar2000 | 5 Februari 2016

Syarat bagi wanita agar halal bekerja diluar rumah

Assallamu’alaikum mass n’ miss sadayana

image

M2000 – Dijaman modern seperti sekarang ini , kesetaraan gender antara pria dan wanita dalam dunia kerja sudah tidak ada batasan.
Bahkan sudah banyak wanita yang menjadi pemimpin atau atasan di suatu perusahaan.
Karena saat ini lebih banyak wanita yang memilih untuk bekerja diluar rumah dari pada hanya menjadi ibu rumah tangga saja.

Didalam Islam , ada beberapa syarat yang harus di penuhi bagi setiap wanita yang bekerja diluar rumah agar menjadi halal, karena sejatinya , tempat wanita adalah dirumah dan laki-lakilah yang menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Setidaknya ada 7 syarat wanita halal bekerja di luar rumah. Islam tidak membatasi seorang wanita untuk bekerja dan meniti karir demi kesejahteraan keluarga, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Apa sajakah syarat wanita diperbolehkan untuk bekerja diluar rumah supaya menjadi halal dan berkah ?

Zaman modern ini semakin banyak wanita yang bekerja diluar rumah karena berbagai alasan seperti untuk memenuhi kebutuhan keluarga, senang bekerja diluar, hingga ingin memiliki karir yang mapan seperti laki-laki. Bagaimana pandangan Islam tentang wanita bekerja diluar rumah?

Dalam QS. Al-Ahzab ayat 33 telah dijelaskan bahwa seorang wanita hendaknya selalu berada didalam rumah, tidak berhias berlebihan, bertingkah laku baik, dan mendirikan shalat karena banyak hal negataif yang dapat menimpa seorang wanita jika mereka keluar rumah tanpa seizin keluarga atau suaminya.
Saat ini banyak sekali pemberitaan negatif seputar wanita yang bekerja diluar rumah mulai dari tindakan kriminal hingga perselingkuhan, jadi sesungguhnya seorang wanita bekerja menurut pandangan Islam lebih banyak memberikan kemudharatan dari pada kebaikan untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Tetapi jika memang seorang wanita terpaksa harus bekerja diluar rumah maka harus memenuhi 7 syarat berikut ini yaitu:

1. Mendapatkan izin dari wali yaitu orang tua, keluarga, atau suami bagi yang sudah menikah, jadi hukum istri bekerja membantu suami diperbolehkan selama suami mengizinkannya.

2. Tidak memiliki keluarga atau suami yang dapat menafkahinya sehingga terpaksa dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

3. Pekerjaan yang digeluti merupakan pekerjaan yang halal bukan syubhat dan haram.

4. Dapat menjaga kehormatan diri sendiri dan keluarga ketika berada di dalam rumah ataupun saat bekerja diluar rumah.

5. Didalam tempat kerja tidak terdapat percampuran antara laki-laki dan wanita, serta tidak bertabarruj atau bersolek, berdandan, atau menggunakan perhiasan yang berlebihan karena dapat menarik perhatian lawan jenis sehingga dapat menimbulkan fitnah.

6. Menggunakan pakaian yang menutup aurat yaitu tidak menggunakan pakaian press body dan berpakaian sesuai dengan syariat Islam. Selain itu alasan bekerja diluar rumah bukan hanya untuk kesenangan pribadi saja tetapi untuk kepentingan keluarga.

7. Pekerjaan yang sedang dikerjakan tidak mengurangi kewajiban wanita dalam rumah tangga seperti kewajiban dalam mengurus suami, anak-anak, dan juga seluruh kewajiban terhadapt pekerjaan rumah tangga.

Demikian penjelasan seputar 7 syarat wanita halal bekerja di luar rumah yang telah dicantumkan dalam ajaran Islam dan lebih baik jika seorang wanita bekerja di dalam rumah saja karena dapat menghindari hal-hal negatif yang dapat menimpanya.

Dan yang perlu dicatat adalah tidak dianjurkan bahkan dilarang seorang suami menyuruh istrinya bekerja diluar rumah, cobalah simak penjelasan berikut ini :

Islam menjadikan lelaki sebagai kepala keluarga, di pundaknya lah tanggung jawab utama lahir batin keluarga. Islam juga sangat proporsional dalam membagi tugas rumah tangga, kepala keluarga diberikan tugas utama untuk menyelesaikan segala urusan di luar rumah, sedang sang ibu memiliki tugas utama yang mulia, yakni mengurusi segala urusan dalam rumah.
Norma-norma ini terkandung dalam firman-Nya:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Para lelaki (suami) itu pemimpin bagi para wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (yang lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (yang lelaki) telah memberikan nafkah dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34).
Begitu pula firman-Nya:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ
“Hendaklah kalian (para istri) tetap di rumah kalian” (QS. Al-Ahzab:33).
Ahli Tafsir ternama Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan perkataannya: “Maksudnya, hendaklah kalian (para istri) menetapi rumah kalian, dan janganlah keluar kecuali ada kebutuhan. Termasuk diantara kebutuhan yang syar’i adalah keluar rumah untuk shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/409).

Semoga bermanfaat,
Wassallamu’allaikum, ….

Disarikan dari berbagai sumber.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: