Rio yang malang …mimpinya berlaga di Formula 1 terancam gagal

image

Rio yang setia pada merah putih

M2000 – Sayang beribu sayang , Rio Haryanto pembalap berbakat asal Solo ini sepertinya masih harus bermimpi untuk menggapai cita-citanya berlaga di ajang jet darat paling bergenggi Formula 1 ( F1 ).

Mungkin Rio harus menghela nafas panjang dan mengatakan ” ternyata balap di F1 ini terlalu mahal untuk bangsa sebesar ini “.
Sirkuit berliku menuju F1 yang dilakoninya sejak dari Go kart hingga mencapai prestasi terbaiknya di ajang GP2 pun mengantarkannya hingga di gerbang rumah besar Formula 1.

Lihat saja perjuangan Rio saat di GP 2 , Rio dan juga negara Indonenesia yang pernah di permalukan penyelenggara.

Dipermalukan di GP Turki

Belum berprestasi dan tidak terkenal saat di GP Turki , sepertinya Rio hanya dianggap pelengkap saja.
Tapi tanpa diduga dan tidak terkendali , Rio justru tampil memukau dengan memenangi jalannya lomba, bahkan panitia penyelenggarapun tak menyiapkan bendera merah putih untuk dikibarkan dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun tidak dikumandangkan panitia.
Akhirnya bendera Polandia pun terpaksa dipasang terbalik untuk di kibarkan dan harunya , Rio harus menyanyikan sendiri lagu Indonesia Raya.
( baca : Miris …bendera Polandia harus dipasang terbalik menggantikan Sang Merah Putih saat Rio Haryanto berjaya di GP Turki )
Dipermalukan di GP Silverstone Inggris

Tampil perkasa di Inggris dan meninggalkan lawan-lawannya membuat panitia mencurigai dan menuduh dia bermain curang , sampai mobilnya dibongkar dan akhirnya terbukti semua komponen mesinnya legal dan tidak melanggar aturan.

Rio diminta pindah kewarganegaraan

Tentunya ini akibat negara-negara tersebut memandang , Indonesia tidak mungkin mendanai mimpinya .
Tapi entah apa yang ada di pikirannya, mungkin karena cintanya dengan negara Indonesia , yang jelas Rio tidak mau pindah kewarganegaraan.
Tapi apa yang didapat ?
Memang , seperti yang kita tahu, untuk masuk ke ajang Formula 1 Manor Racing….Rio membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Awalnya seluruh unsur sangat optimis, termasuk pemerintah Jokowi melalui kemenpora yang memberikan dukungan penuh.
Namun tenggat pembayaran uang muka sebesar 3 juta Euro kepada tim Manor usai (6 Februari 2016) dana tidak juga bisa dicairkan.
Kenapa ?
Kabar terbaru mengatakan…..seluruh pihak yang ingin membantu terbentur berbagai hal termasuk restu dari Komisi X DPR RI.

Ya….kabarnya kabarnya terjadi penolakan dari Komisi X DPR RI atas dana untuk Rio. Alhasil dari sekitar 18,8 juta Euro yang terdiri dari 6,6 juta Euro dari KONI serta Pertamina mencapai 5 juta Euro semuanya terancam gagal dicairkan karena alasan administratif dan berbelitnya aturan. Untuk Pertamina sendiri memiliki regulasi dana bisa digelontorkan jika pemerintah juga mencarikan dana untuk Rio. Padahal saat ini dana dari Kemenpora sebesar 100 miliar saja juga masih bermasalah (APBN 2016) alias baru bisa cari kisaran Maret-April 2016.

Selain Pertamina…..BUMN dan para sponsor yang sudah menganggarkan dana sekitar 5,2 juta Euro menunggu kucuran dana pemerintah. 
Sayangnya….hingga detik ini pemerintah mengisyaratkan menyerah.
Kami (atas nama Kemenpora) meminta maaf kepada pihak Rio jika memang gagal (memberikan jaminan pembiayaan),” kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa Broto seperti dilansir Republika, Jumat lalu(5/2).

Tapi yang cukup membanggakan…ternyata tim Manor Racing memiliki ketertarikan yang luar biasa terhadap Rio.
Menurut pengakuan pak Broto…..yang terbaru pihaknya dikontak Manor Racing via surat. Mereka ingin bertemu di Jakarta. “Dinamikanya terus berkembang. Kami tidak menduga kalau Manor akan mengirimkan surat ke kami. Manor bilang siap datang ke Jakarta untuk membicarakan masalah Rio. Surat dari tim Manor Racing ini menunjukkan keinginan mereka membawa Rio ke Formula 1..”ujarnya.

Apakah ini artinya ada harapan bagi Rio untuk mewujudkan mimpinya ?….

Ya , bisa jadi… semoga saja mimpi anak negeri yang berprestasi ini menjadi kenyataan.
Mungkin kalau kita membicarakan tentang “nominal”….dana yang harus dikeluarkan memang membuat kita mengerutkan dahi. Namun jika mencermati tujuan, kebanggaan dan sejarah negeri ini….sebenarnya uang APBN segitu bukanlah masalah berarti.
Bukannya untuk membanding-bandingkan dengan cabang olah raga lain, Lihatlah dana yang dikucurkan pemerintah untuk PSSI yang sebesar 360 miliar pertahun , nyatanya prestasinya juga tak kunjung membaik , bahkan malah sempat ada kekisruhan ditubuh PSSI sendiri.

Ya , daripada dana dipakai dengan tujuan yang “tidak jelas” dengan nominal triliunan….bangun sarana olah raga sana-sini tapi duitnya malah dibuat bancakan rame-rame , kan malah menghambur-hamburkan uang saja.
Apalagi memiliki sosok pembalap F1 bertalenta seperti Rio tidaklah mudah dan buktinya memang sejauh ini memang belum ada pembalap setangguh Rio.

Malangnya Rio , pemerintah sudah mendukung dan mimpinya sudah didepan mata  , namun dijegal anggota dewan yang terhormat.

Semoga mimpi Rio dan tentunya juga harapan bangsa ini tidak hanya mimpi belaka dan semoga anggota dewan yang terhormat berubah pikiran.
Sungguh , sangat…sangat dan sangat disayangkan seandainya Rio memang gagal maju di Formula 1.
So….maju terus Rio , dukungan dan doa kami menyertaimu.
Merah putih harus berkibar …

Ayo para anggota dewan yang terhormat , berilah kesempatan pada anak negri yang berprestasi ini untuk mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan Sang Merah Putih setinggi tingginya.

image

Bersama Rio Haryanto , Admin numpang ngetop dulu ya ...

Library : tribunnews.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s