Iklan
Oleh: masshar2000 | 22 Februari 2016

Ini ” lorong neraka ” Kalijodo yang disebut Krishna Murti

image

Salah satu kamar sewa di Kalijodo

M2000 – Kalijodo Riwayatmu Kini…
Tinggal hitungan hari lagi , kawasan prostitusi Kalijodo akan rata dengan tanah.
Warga pun sudah banyak yang meninggalkan lokasi dan rela pindah ke Rusunawa yang ditawarkan pemerintah.
Para PSK pun sudah tidak ada lagi yang beroperasi sejak akses ke kawasan tersebut diblokir pihak kepolisian.

Kombes Krishna Murti pernah mengatakan tentang adanya ” lorong neraka ” yang ada di Kalijodo .
Para wartawan pun diajak polisi untuk meliput langsung tempat atau lubang neraka tersebut.

Bau pesing bercampur lembab terasa menyergap hidung saat pintu-pintu kamar berukuran 1,5 kali 2,5 meter itu dibuka. Sempit, pengap dan kumuh. Itu tiga kata untuk menggambarkan kamar-kamar para wanita penghibur di Kalijodo.

Untuk mencapai kamar-kamar itu, para pengunjung harus melewati lorong-lorong sempit yang hanya cukup dilalui satu orang. Tak berlebihan jika Kombes Krishna Murti pernah menyebutnya sebagai ‘lorong neraka’.

Yang lebih mengerikan adalah kamar mandi. Di setiap lantai biasanya hanya ada satu kamar mandi. Cuma ada bak kecil dan lubang kakus di sana. Untuk masuk, harus sedikit membungkuk karena atap yang sangat rendah.

Di kamar-kamar sempit itu rata-rata ada cuma ada kasur kapuk dan meja rias. Bungkus kondom dan minuman berenergi berserakan di lantai. Sementara dinding biasanya dihiasi dengan poster bintang film cantik. Kontras dengan pemandangan kamar.

Di tempat itulah para wanita penjaja cinta melewatkan malam dengan melayani pria hidung belang. Rata-rata mereka menjual diri Rp 150.000 hingga Rp 200.000 sekali main.

Salah satu kontrakan yang cukup terkendl adalah milik Ibu Nani.
Dia punya rumah bertingkat tiga yang disekat menjadi 25 kamar. Satu kamar bersekat kayu tipis disewakannya Rp 300.000 hingga Rp 350.000. Dalam sebulan dia mendapat Rp 10 juta.

Kondisi kamar di kontrakan Nani sama kumuhnya dengan kontrakan lain di Kalijodo. Saat polisi menggelar razia di sana, para PSK sudah tidak ada.

Mereka sudah lari semua ke Kemayoran. Tidak ada lagi di sini,” kata wanita paruh baya ini seperti dilansir merdeka.com pekan lalu.

Nani mengaku hanya menyewakan kamar. Dia tak ikut-ikut menjajakan para wanita. Alasannya, sang suami melarang dirinya jadi germo.
Bertahun-tahun mengontrakan rumah, perekonomian Nani cukup lumayan. Dia mengaku sudah memiliki beberapa mobil yang disewakan.

Satu bulan dari setiap mobil saya dapat Rp 4 juta,” akunya.

Nani mengaku sudah cukup hidup di Kalijodo. Dia menerima tawaran Pemprov DKI untuk tinggal di Rusunawa dan meninggalkan kontrakan dengan kamar sempit dan bau pesing miliknya di lokalisasi kelas teri itu.

Iklan

Responses

  1. Wow http://sakahayangna.com/2016/02/21/modifikasi-kawasaki-ninja-250-fi-z250-fi-fairing-bmw-s1000rr/

    Suka

  2. […] saat petugas menyisir kawasan tersebut , memang hampir semua kamar sudah kosong. ( baca dulu : Inilah ” lorong neraka ” Kalijodo yang disebut-sebut Krishna Murti […]

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: