Iklan
Oleh: masshar2000 | 22 Februari 2016

Perang kata – Donald Trump vs Paus Fransiskus

image

M2000 – Lagi-lagi Donald Trump , kandidat presiden dari partai Republik membuat ulah .
Dengan pernyataan yang kontroversi , bahkan dia berani menyindir Paus Fransiskus , seorang pemimpin agama yang paling disegani di barat.

Seperti diberitakan , sikap anti Islam yang ditunjukkan calon kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, rupanya memicu perseteruan dengan Paus Fransiskus. Perang kata-kata antara keduanya terus terjadi.

Diketahui sebelumnya, Trump menjadikan aksi terorisme sebagai senjata kampanyenya, termasuk dengan larangan masuknya muslim ke AS. Dan beberapa waktu lalu, Paus Fransiskus sebagai pemimpin Vatikan bersuara.

Seseorang yang hanya berpikir membangun tembok-tembok bukan membangun sebuah jembatan itu bukan seorang kristian,” kata Paus dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

Hal itu rupanya sukses menyulut amarah Donald Trump yang langsung melancarkan ‘serangan balik’.

Ketika Vatikan diserang ISIS, saya dapat menjanjikan bahwa Paus hanya akan berdoa dan berharap Donald Trump akan menjadi presiden,” kata Trump seperti dilansir Quartz.com.

image

Bahkan Trump diberitakan juga membuat ide gila untuk membuat teroris mengaku.
Idenya adalah memberlakukan kembali teknik ‘waterboarding’ bagi pelaku teroris saat interogasi.
Teknik kontoversial itu legal semasa pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush. Sementara itu, di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama sekarang, jelas menyatakan bahwa teknik waterboarding adalah suatu tindakan penyiksaan.

Waterboarding adalah sebuah cara penyiksaaan tahanan, di mana yang disiksa merasa seakan-akan ditenggelamkan. Saat pemerintahan Bush, waterboarding tidak disebut sebagai penyiksaan melainkan hanya sebagai metode interogasi yang keras.

“Tentu waterboarding minimal. Mereka (teroris) memenggal kepala orang-orang Keristen dan banyak orang lain di Timur Tengah. Mereka memotong kepala,” ujar Trump seperti dikutip dari Indian Express, Senin, 8 Februari 2016.

Trump menyadari kemungkinan banyak orang yang menentang idenya. Namun demikian, cara itu dia nilai efektif.

“Kalian harus melakukannya dengan cara itu dan saya tidak yakin semua orang setuju dengan saya. Saya kira banyak orang tidak setuju,” ujarnya.

Trump mengaku merasakan pedihnya hidup sejak masa pertengahan. Dia lantas menceritakan masa mudanya mendengar banyak kasus pemenggalan kepala. Trump menegaskan, jika menjadi pengambil keputusan, akan memilih teknik waterboarding untuk memaksa tersangka teroris mengaku.

Yang begini orang yang mau pimpin Amerika ?

Library : vivanews

Iklan

Responses

  1. Kalau orang seperti ini masih bisa selamat dari terorisme, silahkan berpikir ulang, siapa teroris sebenarnya…..

    Suka

  2. Siapapun manusia didunia ini memiliki hatinurani semoga anda juga memilikinya. kja-abdulghoni.com

    Suka


gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: