Iklan
Oleh: masshar2000 | 23 Februari 2016

Iran buru Salman Rushdie , penulis buku ” ayat-ayat setan ” , berhadiah 7 miliar

image

M2000 – Bicara tentang Iran , pastilah tidak lepas dari pemimpin spiritualnya Ayatollah Khomeini alm.
Semasa hidupnya , Khomeini pernah memfatwakan ” Fatwa mati ” terhadap seorang penulis berkebangsaan Inggris Salman Rushdie.

Ternyata fatwa mati yang pernah disampaikan pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Khomeini, terhadap Salman Rushdie tersebut , tak pernah berakhir walaupun yang memfatwakan telah tutup usia ( mungkin di Undang-Undangkan disana ).
Bahkan sejumlah media Iran sepakat bergabung meningkatkan jumlah hadiah bagi mereka yang bisa membunuhnya.

Bagi yang belum tahu sejarahnya , pada tahun 1989, pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Khomeini menjatuhkan fatwa mati bagi Salman Rushdie, tak lama setelah ia meluncurkan buku berjudul “ The Satanic Verses ( Ayat-ayat Setan ) “ .
Menurut Khomeini, buku yang diluncurkan oleh Rushdie berisi hujatan melawan Islam.

Kini, setelah 27 tahun berlalu fatwa itu tak pernah dicabut. Malah, seperti dikutip dari Haaretz, Senin, 22 Februari 2016,  nominal bagi mereka yang berani membunuh Salman Rushdie ditambahkan. Hadiah sebesar US$600.000 atau hampir Rp7 miliar diberikan pada siapa saja yang berani menghilangkan nyawa penulis buku kontraversi itu.

Fatwa Khomeini membuat penulis asal Inggris itu melakukan persembunyian selama bertahun-tahun dan menyewa penjaga untuk melindunginya. Pemerintah Inggris bahkan memilih memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran selama lebih dari 10 tahun.

Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami tahun 1998 pernah mengatakan, fatwa itu telah selesai, namun fatwa itu tak pernah benar-benar dicabut. Ali Khamenei, pemimpin spiritual tertinggi saat ini, dan sejumlah pemimpin spiritual lainnya mengatakan, ulama telah menegaskan hal tersebut selama beberapa kali.

“Fatwa Imam Khomeini adalah keputusan religius, dan fatwa itu tak akan pernah kehilangan kekuatannya,” komentar Deputi Menteri Kebudayaan Iran Seyed Abbas Salahi kepada kantor berita pemerintah Iran, Fars.

Buku “Ayat-ayat Setan” karangan Rushdie mengundang kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Buku tersebut juga dilarang di India, Sudan, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Rushdie saat ini boleh selamat dari fatwa Khomeini.  Sejumlah orang yang terlibat dalam penerbitan tersebut tak seberuntung Rushdie. Hitoshi Igarashi, penerjemah buku tersebut dalam bahasa Jepang tewas ditusuk pada tahun 1991. Sedangkan penerjemah asal Italia, Ettore Capriolo, juga sempat diserang di apartemennya di Milan pada tahun 1991. Namun Capriolo selamat.

Di Turki, penerjemah Aziz Nesin berhasil kabur dari upaya pembakaran hotel saat ia menginap. Sementara 33 tamu yang sedang menginap di hotel yang sama tewas terbakar. Sedangkan di Norwegia, penerbit buku tersebut, William Nygaard selamat setelah ditembak di Oslo tahun 1993.

Tahun lalu, Iran mengundurkan diri dari Frankfurt Book Fair setelah Rushdie diumumkan menjadi salah satu pembicara di acara tersebut.

Sekilas tentang Salman Rushdie

image

Salman Rushdie (lahir di Mumbai, India, 19 Juni 1947 , umur 68 tahun) adalah pengarang sejumlah buku berkebangsaan Inggris dan bertempat tinggal di Inggris. Ia merupakan seorang pengarang penting di akhir abad ke-20 yang terkenal karena campuran unik antara sejarah dan realisme magis dalam karyanya.

Sebanyak 13 buku karangannya telah memenangi sejumlah penghargaan, termasuk Booker Prize untuk Midnight’s Children pada 1981 dan Booker of Bookers untuk novelnya pada tahun 1993.
Ia bersembunyi setelah Ayatollah Khomeini (pemimpin Iran) mengeluarkan fatwa pada tahun 1989 yang memerintahkan kaum Muslim untuk membunuhnya karena dianggap menghina Islam dalam bukunya yang berjudul The Satanic Verses.

Dalam buku yang ditulisnya tahun 1988 itu, Rushdie memasukkan Tuhan dalam Islam (Allah) sebagai tokoh. Banyak negara melarang buku ini. Mereka menemukan buku ini menyerang Islam, dan melarang sejumlah toko buku menjualnya.
Pemimpin Agung Iran saat itu Ayatollah Khomeini berpidato di radio tentang Rushdie. Ia berkata bahwa Rushdie telah keluar dari Islam (murtadin). Kemudian Rushdie dan sang penerbit buku diberi fatwa mati.

Pada 1989, pemerintah Inggris mulai melindungi Rushdie. Pada 7 Maret 1989 Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Inggris karena masalah ini. Pada 1990, Rushdie menulis esai, mencoba membuktikan ia masih beriman pada Islam.

Library : vivanews , wikipedia

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: