ISIS ancam tembak mati bos facebook dan twitter

image

M2000 – ISIS kembali membuat ancaman, kini yang dibidik adalah bos-bos dari dua perusahaan raksasa dunia yaitu bos facebook dan bos twitter.

Facebook dan Twitter, tampaknya memang mengalami dampak dalam perang melawan ISIS, setidaknya secara online.
Pekan lalu, laporan studi Universitas George Washington menyimpulkan ISIS makin sulit menyebarkan propaganda atau merekrut anggotanya di akun media sosial Facebook dan Twitter.

Hal ini bertepatan dengan laporan sebelumnya bahwa lebih dari 125.000 akun ISIS telah dihapus sejak pertengahan tahun 2015.

Hari Kamis (25/2/2016) video propaganda ISIS, berjudul “Flames of the Supporters” dirilis.
Dalam video itu ISIS memasang foto CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey sebagai sasaran tembak militan ISIS.

Dalam video berdurasi 25 menit ini, ISIS bakal “menyerang balik” dua raksasa media sosial itu.
Kelompok hacker ISIS yang membuat video tersebut akan melanjutkan serangan mereka untuk membuktikan kemampuan mereka di Facebook dan Twitter.

Dalam video ini, ISIS mengklaim kelompok hacker mereka memiliki kontrol lebih dari 10.000 akun Facebook.
Selain itu lebih dari 150 grup Facebook dan lebih dari 5.000 akun Twitter.

Akan tetapi seperti diberitakan, sejak terjadinya aksi teror di Paris, upaya untuk menghentikan aktivitas ISIS di dunia maya terus meningkat.
Tak terkecuali Twitter, mereka mengaku telah menghapus ratusan ribu akun terkait gerakan radikal tersebut.

Dalam pengumuman resminya, Twitter telah menghapus sebanyak 125 ribu akun selama enam bulan terakhir.
Akun-akun tersebut telah menyebarkan ancaman dan mengajak untuk mendukung gerakan ISIS.

Kami mengutuk penggunaan Twitter untuk mempromosikan terorisme. Aturan Twitter cukup jelas bahwa segala bentuk prilaku ancaman kekerasa tidak diizinkan di layanan kami,” tulis Twitter dalam blog resminya seperti dikutip dari CBSNews, Sabtu (6/2/2016).

Twitter juga mengatakan telah memperbesar jumlah tim yang secara aktif mencari akun terkait ISIS dengan menerapkan alogaritma anti-spam.
Mereka pun menegaskan tidak ada ‘alogaritma ajaib’ untuk mengindetifikasi konten teroris.

Saat ini seluruh media sosial tengah berusaha membedung aktivitas ISIS. Segala upaya telah dilakukan agar konten yang terkait terorisme tidak dapat menyebar luas. Salah satunya seperti dilakukan oleh Twitter, yakni menutup akun-akun terkait ISIS.

Library : tribunnews

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s