image

M2000 – Inilah takdir Indonesia sekarang, negara yang punya ribuan ton emas dan ribuan ton emas cadangan lagi , harus menelan pil pahit tidak bisa menikmati kekayaan emas yang melimpah di negrinya sendiri.

Menurut menteri Rizal Ramli , andaikata Freport yang sekarang bisa dikelola dan dikuasai Indonesia sendiri , maka di prediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara terkaya didunia, bagaimana tidak , disaat semua negara dilanda krisis ekonomi, dengan kekayaan emas yang melimpah ,Indonesia katanya bisa menekan angka dolar Amerika sampai ke level 2.500 rupiah perdolar nya….Anda bisa bayangkan , saat ini per dolar Amerika tembus di angka 13 ribuan per dolarnya.
Maka hitung-hitungan kasarnya , tidak ada kata krisis ekonomi melanda negri ini ,seandainya kekayaan alam tersebut dipakai semestinya untuk kemakmuran rakyat.

Dan percaya atau tidak, sebenarnya sejak dulu sampai hari ini kita semua, rakyat Indonesia, harusnya hidup bergelimang harta. Bukan hanya karena Indonesia dilimpahi banyak hal, namun kita punya piutang besar sekali dari negara-negara di dunia, Amerika khususnya.
Sejak zaman penjajahan atau bahkan lebih jauh lagi, sudah tak terhitung banyaknya harta-harta nenek moyang yang diboyong keluar. Memang tidak ada bukti yang valid, namun percayalah jika kita dulunya sangat-sangat kaya.

Salah satu harta yang kita miliki adalah 57 ribu ton emas yang konon dipinjam oleh Amerika kepada Indonesia. Bayangkan, 57 ribu ton emas kalau dibagi kepada semua orang Indonesia, berapa banyak yang bakal kita dapatkan?
Mungkin lebih dari 2 ons emas per orang. Atau kalau dikonversikan jumlahnya mungkin lebih dari jutaan triliun Rupiah, atau jika dikonversikan ke bentuk uang , misalnya harga emas per gramnya kisaran 200 ribu , maka per orang bisa mendapatkan 40 juta rupiah per orangnya , dengan asumsi penduduk Indonesia adalah 250 juta jiwa… Tapi , Kita yang berhak atas ini pun , kenyataannya memang jauh berbeda.

Hingga kini emas-emas tersebut misterius, entah keberadaannya lebih-lebih status kepemilikannya. Konspirasi tingkat tinggi telah berlaku di sini. Lalu, seperti apa misteri dari hutang emas seharganya triliunan dolar ini?
Simak ulasannya berikut.

image
Green Hilton Memorial Agreement, Bukti Sah Hutang Amerika

Seperti yang sudah disinggung di bagian pengantar. Banyak sekali harta-harta kita yang terbang ke luar negeri. Akan sangat panjang untuk menelurusi kenapa dan bagaimananya. Namun yang jelas, pada akhirnya harta-harta yang rata-rata berbentuk emas ini terkumpul sebagian dengan jumlah sekitar 57 ribu ton tadi.

Kontroversi Isi Perjanjian

Kemudian Amerika Serikat lewat Presiden mereka John F Kennedy, meminta belas kasih Presiden Soekarno untuk meminjam harta ini demi pembangunan Amerika. Presiden pertama kita itu menyetujuinya, dan kemudian perjanjian ini dituangkan dalam Green Hilton Memorial Agreement yang dibuat pada tahun 1963. Hal ini jadi bukti valid kalau Amerika punya hutang besar kepada kita.

Pada perjanjian tersebut diketahui Soekarno memberikan emas-emas itu. Namun, sebagai imbalannya, presiden pertama ini meminta royalti sebesar 2,5 persen per tahun. Di samping itu, presiden Soekarno juga memberikan izin kepada Amerika untuk menambang di Indonesia. Asal, emasnya sama sekali tidak boleh dibawa keluar.

Kennedy menyetujui hal ini. Bahkan ia menyanggupi jika perjanjian ini dilanggar, maka negaranya siap menerima sanksi berupa pengembalian paksa 57 ribu emas tadi. Perjanjian pun ditandatangani banyak orang dan saksi. Sayangnya, implementasi janji ini pun mulai terlihat goyah dan tidak seperti apa yang seharusnya.

Tak lama setelah perjanjian tersebut dibuat atau tepatnya di tahun 1963, Kennedy pun tewas terbunuh dalam sebuah parade di tahun yang sama. Kematian ini pun berbuah fatal terhadap implementasi perjanjian penting itu. Kabar ini tentu saja mengagetkan Bung Karno. Pasalnya, skenario seperti ini tidak pernah terbayangkan olehnya.

image
Misteri kematian Kennedy

Kematian Kennedy Berdampak Pada Lengsernya Soekarno

Sudah jelas beliau segara menuntut semua harta ini dikembalikan, namun sayangnya hal tersebut tidak pernah terealisasi. Konon, emas-emas berharga itu dipindahkan ke suatu bank dan kemudian diklaim oleh pihak-pihak tertentu.

Selang dua tahun dari kematian Kennedy atau tepatnya tahun 1965, terjadilah pergolakan besar di Indonesia yang dikenal dengan G30S. Diduga ini juga merupakan skenario buatan untuk melengserkan Soekarno dari kepemimpinan. Dalangnya sendiri diduga adalah CIA.

Benar saja, setelah tragedi ini usai, posisi Soekarno terus turun dan akhirnya didepak oleh juniornya sendiri, yakni Soeharto. Masih teringat akan hutang-hutang Amerika, Soekarno terus berkeinginan menututnya. Namun fisiknya sudah lemah dan sakit-sakitan, apalagi posisinya sudah bukan orang berpengaruh lagi. Pada akhirnya, seiring dengan kematian sang presiden pertama, maka raib sudah harapan Indonesia untuk mendapatkan warisan yang tak karuan banyaknya itu.

image
Pemakaman Sukarno

Meskipun sangat berat, kehilangan 57 ribu ton emas bukan hal yang terlalu buruk. Setidaknya, Indonesia masih punya cadangan emas yang melimpah di Papua. Sayangnya, perjanjian penting itu tidak lagi valid. Dan dimulai dari era Soeharto, Freeport mulai mengais emas-emas di tambang Grassberg dan membawa semuanya. Mereka hanya membayar royalti yang sangat sedikit dibandingkan jumlah yang dibawa.

Hingga hari ini emas-emas Papua terus dikeruk dengan egois. Pemerintah yang sekarang mungkin akan berupaya untuk memperbaiki keadaan walaupun kesannya lambat. Atau mungkin jangan-jangan malah memberikan izin untuk eksplorasi emas yang lebih besar di wilayah Papua lainnya. Miris, ini sama sekali tak seperti rencana Bung Karno, dan hasilnya memang benar-benar buruk bagi Indonesia.

Bayangkan jika semua harta ini tetap di Indonesia, entah emas warisan atau emas Freeport. Bisa jadi setiap warga sekarang menjadi jutawan dan miliuner.
Orang-orang yang tinggal di gerobak sampah atau kolong jembatan, mungkin sudah bolak-balik nge-trip ke Eropa saking kayanya. Sayangnya, apa yang terjadi bukan seperti itu. Andai sejarah bisa dipelintir, mungkin semuanya bisa benar-benar berbeda sekarang.

Tentang emas-emas warisan itu, apakah sanggup bagi bangsa Indonesia merampasnya kembali ?
Jangan-jangan negara ini sudah jadi pengecut yang bahkan tak berani menuntut haknya sendiri.

Bagaimana menurut Anda ?

Library : boombastis.com

Iklan