Parah, es teh yang dijual di Monas ternyata dari air limbah

image

M2000 – Parah, ini benar-benar parah.
Kemarin , masyarakat Jakarta dikejutkan dengan berita pedagang es teh yang berjualan di sekitar Monas menggunakan air mentah. Bahkan kabarnya air tersebut berasal dari air limbah dari rel kereta api Gambir, Jakarta.

Kepala Satgas Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Hari Apriyanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah air tersebut memang benar dari limbah tetesan rel kereta, namun besar kemungkinan hal tersebut benar.

Jadi sampai ini belum bisa memastikan air itu berasal dari tetesan rel, tapi ya kayaknya gitu (air tetesan rel),” ujar Hari – merdeka.com, Sabtu (12/3).

Hari menambahkan, masyarakat sekitar memang sudah curiga dengan es teh yang dijajakan oleh para pedagang lantaran tidak jelas pembuatan teh tersebut bahkan tidak terlihat ada proses memasak teh di tempat para pedagang tersebut biasa berkumpul.
Dan jelas dagangan tersebut tidak habis-habis biarpun laku terus.

Orang-orang di sekitar sana memang curiga, mereka jualan es tapi enggak keliatan mereka masaknya di mana, enggak ada kompor atau kegiatan pembuatan tehnya juga,” terangnya.

Meski masyarakat menyangsikan teh tersebut, Hari mengatakan, tidak ada warga yang melapor ke pihak yang berwenang terkait kegiatan itu.
Mereka memang curiga tapi mereka enggak sangka aja kalau air yang dijadikan bahan dasar es teh tersebut dari air mentah,” pungkasnya.

Atas kejadian ini satu orang pedagang bernama Hengky , seorang pedagang es teh yang proses pembuatannya dicampur air limbah dari Stasiun gambir. Warga Johar Baru itu itu menggunakan limbah mengalir dari pipa paralon yang merupakan drainase rel kereta.

image

Sebelum disajikan di gelas plastik yang diberi es batu, pedagang menuangkan teh yang telah dilarutkan di dalam jerigen ukuran sedang.

Jerigennya juga kalau kita lihat enggak layak buat simpen minuman, kotor. Baru kemudian dicampur dengan air limbah tadi,” kata Kasatgas Pol PP Kecamatan Gambir, Harry Apriyanto, Jumat (11/3).

Saat penangkapan dilakukan, memang hanya ada satu pedagang di lokasi yang sedang meracik teh. Tapi mereka yakin banyak pedagang es lainnya di sekitar Monas melakukan hal sama.

Saat ditangkap petugas, pedagang tersebut sempat berdalih dagangan es teh tersebut bukan miliknya.
Tapi anak buahnya tak mudah percaya. Mereka meminta pedagang tersebut mau meminum teh dagangannya jika bahan baku yang digunakan bukan dari air limbah.

Kita bilang, kalau enggak ada apa-apa, lo cicipun, mau enggak? Tapi dia enggak mau. Logikanya kalau bersih pasti dia mau,” tambahnya.

Dari tampilannya, es teh itu memang tak mencurigakan. Si pedagang menjual es teh seharga Rp 5000 per gelas.

Saat dimintai keterangan petugas, pedagang tersebut mengaku sudah beberapa bulan berdagang es teh air limbah. Iyan berjanji akan menertibkan pedagang nakal dan membahayakan seperti ini.

Jadi memang kaya gini ini udah dicurigai anak-anak, soalnya dagangannya enggak habis-habis. Makanya diikuti ke arah Jl Veteran, eh benar, di dekat tiang rel kereta ada paralon, naik airnya ditampung dari sana,” bebernya.

image

Dia juga menyelidiki apakah gelas dan es batu yang digunakan tidak bersih.
Kita akan terus kita tertibkan, karena memang Monas sekarang harus steril “.

Parah bener ya, kalau ini sih bukannya bekerja yang penting halal , tapi menghalalkan segala cara.

Library : merdeka

Iklan

2 tanggapan untuk “Parah, es teh yang dijual di Monas ternyata dari air limbah”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s