Iklan
Oleh: masshar2000 | 16 Maret 2016

Melihat peluang Juara Dunia MotoGP 2016, siapa jagoanmu ?

image

M2000 – Halloha GP Lovers , tentunya kita sudah ‘gak sabar melihat aksi Rossi , Marquez dan Lorenzo di sirkuit bukan ?
Ya…tenang saja masbro , karena beberapa hari lagi , tepatnya tanggal 20 maret nanti , gelaran perdana MotoGP Qatar akan dapat kita saksikan di layar kaca , kecuali kamu yang datang langsung ke Qatar , pastinya wow sekali ya , mendengar raungan M1 , atau mesin Desmosedici nya Ducati.

Hawa panas sisa persaingan ketat di musim lalu dipastikan bakal terbawa di tahun ini. Dua pabrikan ternama Yamaha dan Honda dipastikan akan kembali bersaing.

Musim lalu tiga rider menghiasi persaingan perebutan gelar juara. Rider-rider tersebut yakni Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez. Namun jika Anda jeli, pada akhir musim ini satu nama menggangu eksistensi ketiganya. Rider tersebut adalah Dani Pedrosa.

Dipastikan keempat pembalap tersebut akan saling adu sikut di atas lintasan di musim ini. Akan tetapi jangan lupa, keempat pembalap tersebut juga digerecoki oleh satu rider kuda hitam, Andera Iannone musim lalu.

Tidak ada salahnya jika kita menempatkan nama Iannone bersanding dengan empat nama lainnya. Meski tidak meraih podium pertama sebanyak Rossi atau Lorenzo, penampilan rider Ducati asal Italia tersebut begitu menyita perhatian.

Salah satu contohnya adalah ketika dirinya melakukan manuver menyalip di sirkuit Phillip Island musim lalu. Tak tanggung-tanggung, dua pembalap yang ia salip adalah Rossi serta Marquez. Klimaksnya ia sukses menggusur The Doctor ke peringkat empat, dan mengamankan podium tiga.

Biar lebih afdol , yuk kita lihat kekuatan mereka dari berbagai kategori :

JUMLAH KEMENANGAN

Jika membicarakan total kemenangan di semua kelas, Rossi tentunya berada di puncak. Wajar saja, karena ia sudah malang melintang di dunia balap profesional sejak 1996. Total kemenangan milik rider asal Italia tersebut yakni 112 kali, hanya terpaut 10 dari pembalap legendaris Giacomo Agostini.

Rekan satu tim Rossi, Lorenzo sudah mengoleksi total 61 kemenangan di semua kelas semenjak mengaspal di kelas 125cc pada 2002. Kualitas dan mental juara menjadi kunci utama kesuksesan Por Fuera musim lalu. Sempat tertatih di awal musim, ia lalu menggondol total tujuh podium kesatu di akhir musim.

Sementara Marquez dan Pedrosa memiliki total kemenangan yang tidak jauh berbeda. Kendati Pedrosa lebih senior daripada tandemnya, The Little Spaniard hanya dipisahkan oleh satu kemenangan saja. Total Pedrosa membukukan 51 kemenangan, sementara Marquez 50 di semua kelas.

Rising Star Italia, Iannone, sejauh ini memang masih memiliki 12 kemenangan saja di semua kelas. Namun hal itu berpotensi bertambah musim ini jika penampilannya bisa terus konsisten. Musim lalu ia sebenarnya memiliki peluang tersebut, akan tetapi inkonsistensi di pertengahan musim jadi batu sandungannya.

JUMLAH GELAR JUARA

Saat ini Rossi masih menjadi yang terbaik dengan raihan sembilan gelar juara dari seluruh kelas yang ia pernah ikuti. Lagi-lagi, ia hanya kalah dari Agostini yang sudah membukukan 15 gelar. Sementara rekan satu timnya, Lorenzo, terpaut empat gelar lebih sedikit.

Dani Pedrosa memiliki total tiga gelar juara dunia, namun tidak satu pun dari ketiga piala yang ia miliki berasal dari kelas premier. Tiga gelar yang ia raih tersebut ia peroleh pada saat tampil di kelas 125cc dan 250cc. Dua gelar dimenangkan di kelas 250cc yakni pada 2004 dan 2005. Sementara satu gelar lainnya ia rebut di kelas 125cc pada 2003.

Berbeda cerita dengan Marquez. Apa yang ia raih bisa terbilang luar biasa. Total gelar juaranya hingga kini sudah berjumlah empat buah, dua di antaranya ia raih di kelas utama pada 2013 dan 2014. Sementara dua lagi ia raih masing-masing satu di kelas Moto3 dan Moto2 pada 2010 dan 2012.

Sementara Iannone berbeda dengan empat pembalap lainnya. Sejauh ini ia masih belum merasakan manisnya gelar juara dunia. Pada saat masih berlaga di 125cc pencapaian terbaiknya yakni finis di posisi tujuh klasemen sementara. Lalu di kelas Moto2 tiga tahun berturut-turut ia menjadi penghuni posisi ketiga.

JUMLAH FASTEST LAP

Pada masa jayanya, Rossi terkenal memiliki kecepatan luar biasa di atas lintasan. Apalagi, pada saat itu teknologi tidak banyak terlibat seperti saat ini. Tidak mengherankan jika Vale memiliki jumlah fastest lap terbanyak di antara keempat pembalap lainnya. Total ia sudah membukukan 93 kali wktu tercepat selama satu putaran balapan di semua kelas.

Lalu ada Pedrosa yang memiliki jumlah fastest lap sebanyak 61 kali di semua kelas. Jika dirinya berada pada performa yang prima, tidak ada yang bisa menghentikan Pedrosa. Catatan fastest lap tersebut adalah salah satu kualitas yang dimiliki oleh Pedrosa.

Meskipun Marquez memiliki kecepatan yang mumpuni dibandingkan keempat kompetitornya, ia bukanlah langganan pencetak fastest lap terbanyak. Sejauh ini ia baru membuat 46 kali waktu tercepat di semua kelas. Tidak berbeda jauh dengan Marquez, Lorenzo juga bukan langganan pencetak fastest lap. Sejauh ini ia baru mencetak 33 kali fastest lap di semua kelas.

Sementara Iannone yang memulai karier pada 2005 baru mencetak 15 kali fastest lap di semua kelas.

KARAKTER BALAP

Keempatnya memiliki gaya balapan yang berbeda. Rossi, Iannone, dan Marquez bisa dikatakan ‘urakan’ dalam arti sangat agresif di trek. Namun, Rossi masih jauh lebih bisa menahan diri dibandingkan dengan Marquez. Oleh karena itu jangan heran ketika dua rider beda generasi tersebut terlibat duel panas di Sepang musim lalu.

Pada saat masih muda, Rossi juga tak bedanya dengan Baby Alien yakni memiliki gaya balap yang agresif. Bahkan, Max Biaggi dibuatnya kesal hingga harus menyikutnya keluar lintasan di Suzuka. Akan tetapi, sama halnya dengan Marquez, Rossi diberkati oleh kecepatan yang mumpuni pula.

Satu hal yang mungkin tidak dimiliki oleh Marquez dari Rossi adalah kecerdikan membaca celah untuk menyalip pembalap lain. Iannone memiliki skill menyalip yang bagus, tetapi tidak sebagus milik Rossi. Lorenzo dan Pedrosa yang punya gaya balap yang kurang lebih sama, namun Pedrosa jauh lebih bijak, dan kalem.

Seperti kita ketahui , pemilik nomor balap 26 tersebut tidak akan memaksakan diri untuk meraih posisi pertama jika dirinya aman berada di posisi ketiga. Sementara Lorenzo agak sedikit ngotot. Ia juga seorang maestro karena bisa mengendalikan kecepatannya dengan sempurna. Pembalap lain tidak bisa membiarkan Por Fuera berada di depan sendirian karena lewat dua putaran, mungkin dirinya sudah melesat jauh.

Dari beberapa ulasan diatas , kira-kira siapa yang akan jadi juara dunia musim ini.
Hayo …mana jagoanmu ?

Oya , jangan lupa ada ” The next Marquez ” Maveric Vinales sang ” Rookie of the year 2015″ yang sepertinya memang wajib diwaspadai .

image

Library : tribunnews

Iklan

Responses

  1. Yg menang hahahaha

    http://macantua.com/2016/03/16/all-new-suzuki-satria-fu-150-injeksi-menang-banyak-dari-sonic

    Suka

  2. […] Baca juga : Melihat peluang juara dunia MotoGP 2016 , siapa jagoanmu ? […]

    Suka


gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: