Gaya balap Lorenzo seperti mesin diesel

image

M2000 – Kepastian sudah dibuat Sang Juara Dunia Jorge Lorenzo .
Kekecewaannya kepada Yamaha yang menomorduakan dirinya dibanding Rossi menjadi puncak kekesalannya yang berujung dirinya memutuskan kerjasamanya bersama Yamaha dan mendarat di Ducati.

Inilah jadinya jika dalam satu tim ada dua pembalap yang keduanya haus gelar juara dunia.
Yang satu mantan juara dunia tapi punya nama besar yang satunya memang juara dunia sebenarnya. Tentu saja keduanya ingin dinomor satukan ..dan nyatanya Yamaha lebih memilih Rossi untuk menjadi pembalap utamanya , walaupun itu sering dibantah petinggi Yamaha.

Berbicara soal gaya membalap, Rossi dan Lorenzo jelas berbeda.Rossi jago di tikungan , sedangkan Lorenzo jago akselerasi dan cepat di trek lurus.
Lorenzo memang bukan tergolong pembalap yang ‘hobi’ melakukan manuver-manuver ekstrem , walaupun begitu , Juara dunia MotoGP 2015 itu sukses mengasapi Valentino Rossi.

Saya seperti mesin diesel. Saya selalu memberikan yang terbaik di akhir balapan. Dalam maraton, saya lebih baik di waktu-waktu terakhir,” kata pembalap Yamaha Movistar Jorge Lorenzo mendiskiripsikan dirinya.

Berbicara soal gaya membalap, Lorenzo memang bukan tergolong pembalap yang ‘hobi’ melakukan manuver-manuver ekstrem. Sebaliknya, pembalap yang bernama lengkap Jorge Lorenzo Guerrero ini lebih suka membalap dengan ‘aman’.

Lorenzo ada di tengah-tengah. Akselerasinya tak lebih cepat dari Casey Stoner atau Dani Pedrosa, tetapi sangat bagus di tikungan. Dia campuran dari dua gaya membalap,” kata Valentino Rossi soal gaya membalap Lorenzo.

Jorge Lorenzo lahir 4 Mei 1987 dan masuk ke dunia balap motor ketika masih berusia 15 tahun dengan membalap di kelas 125 cc pada 2002 untuk tim Derbi. Namanya mulai harum ketika menjuarai kelas 250 cc dua kali bersama tim Aprilia pada 2006 dan 2007.

Pembalap berjuluk X-Fuera ini naik kelas ke MotoGP pada 2008 dengan bergabung ke Yamaha. Bersama tim garpu tala inilah, gaya membalap seperti ‘diesel‘ Lorenzo muncul. Padahal sewaktu membalap di kelas 250 cc, Lorenzo dikenal sebagai pembalap yang agresif.

Perubahan gaya membalap itu tidak sia-sia. Lorenzo perlahan mulai diperhitungkan sebagai salah satu pembalap berkelas di MotoGP. Hal tersebut dia buktikan dengan berhasil mengusik otoritas Valentino Rossi di Yamaha, dengan berhasil menjadi juara dunia pada 2010 dan 2012.

Saya bergabung ke Yamaha pada 2008 dan Rossi adalah raja di garasi dan di paddock. Dia mencoba menegaskan hal tersebut dan tentu saja, itu tak membantu untuk membuat suasana menjadi baik,” ujar Lorenzo.

Semoga Lorenzo nyaman di tempat barunya …

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s